Opini
Trending

Dana Bantuan Naik, Parpol Jadi Lebih Baik?

Tujuan partai Islam ini, tentu bukan untuk meraih suara dalam pemilu. Melainkan partai yang berjuang untuk mengubah sistem sekuler menjadi sistem yang diatur oleh syariah Islam


Oleh Ana Dia Friska
(Pegiat Literasi)

JURNALVIBES.COM — Sungguh tidak habis pikir dengan jalan pikiran para elit politik di negeri kita saat ini. Bagaimana bisa mereka mengusulkan dana bantuan untuk partai politik naik, di saat krisis ekonomi melanda rakyat. Lebih urgensi manakah antara rakyat yang saat ini terbebani dengan harga kebutuhan pokok yang naik dengan kebutuhan dana tambahan pada partai politik di negeri ini?

Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengusulkan supaya dana bantuan partai politik (parpol) naik tiga kali lipat, dari Rp1.000 menjadi Rp3.000 per suara. Usulan itu disampaikannya dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (21/9). ( cnnindonesia.com, 21/09/2022 )

Mengusulkan dana bantuan naik bahkan hingga tiga kali lipat, di saat rakyat sedang susah akibat kenaikan harga-harga adalah tindakan yang kurang tepat bahkan terkesan egois. Apalagi dilakukan oleh pemerintah yang seharusnya lebih memprioritaskan rakyatnya.

Dana parpol seharusnya lebih banyak diisi oleh para anggotanya, menggunakan dana APBN adalah langkah terakhir ketika memang parpol butuh dana demi kepentingan rakyat.

Apalagi tidak ada jaminan yang pasti ketika dana bantuan naik, partai politik akan lebih baik. Fakta telah membuktikan, dulu dalam PP 1/2018, dana parpol yang awalnya hanya Rp108 per suara sah, dinaikkan menjadi Rp1.000 per suara sah tetapi kenaikan drastis itu dinilai belum cukup. Karena faktanya masih banyak para kader partai politik yang korupsi uang rakyat.

Kenaikan dana parpol itu sebuah keniscayaan. Akan tetapi, naik atau tidaknya dana parpol, tidak serta merta akan menyurutkan kasus korupsi di tanah air karena kita hidup dalam sistem di mana tolak ukur perbuatannya adalah manfaat dan keuntungan. Tidak peduli menggunakan cara benar atau salah, selama menguntungkan dan bermanfaat untuk dirinya pasti akan dilakukan.

Sistem kapitalisme sekuler telah terbukti gagal menciptakan orang-orang unggul dan tangguh layaknya para pejuang Islam. Orientasi hidup dari para anggota parpol Islam adalah untuk meraih keridaan Allah. Sehingga para pemimpin ataupun parpol yang diberi amanah untuk mengurus urusan umat akan bersungguh-sungguh. Karena mereka percaya bahwa segala amal perbuatan mereka akan dipertanggungjawabkan.

Seperti hadis Rasulullah yang artinya:
“Pemimpin / Khalifah adalah pengurus dan dia bertanggung jawab atas rakyatnya” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Partai politik dalam era modern dimaknai sebagai suatu kelompok yang terorganisisr yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama. Tujuannya adalah untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka (Miriam Budiardjo, 1998, Dasar-dasar Ilmu Politik, Gramedia).

Berbeda dengan partai politik dalam Islam yang berarti suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, cita-cita dan tujuan yang sama dalam rangka mengurusi urusan rakyat. Atau merupakan kelompok yang berdiri diatas sebuah landasan ideologi (Islam) yang diyakini oleh anggota-anggotanya, yang ingin mewujudkannya di tengah masyarakat.

Allah swt. mengisyaratkan bagaimana karakter partai politik dalam Islam, sebagaimana firman-Nya:
“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” ( TQS. ali-Imran [3]: 104)

Tujuan partai Islam ini, tentu bukan untuk meraih suara dalam pemilu atau berjuang meraih kepentingan sesaat seperti partai politik yang ada saat ini. Melainkan partai yang berjuang untuk mengubah sistem sekuler menjadi sistem yang diatur oleh syariah Islam.

Ikatan di antara mereka terorganisisr menjadi satu kesatuan, serta orientasi, nilai, cita-cita, tujuan dan kebijaksanaan yang sama semuanya haruslah didasarkan dan bersumber dari Islam. Wallahu a’lam bishawwab.[]

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Disclaimer : JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button