Anak Durhaka Potret Generasi dalam Kapitalisme

Islam hadir membawa harapan, jika saja manusia mau tunduk dengan aturan-Nya. Islam dengan keimanannya kepada Allah, mengajarkan anak untuk taat kepada orang tua.
Oleh Opa Anggraena
JURNALVIBES.COM – “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula).” (TQS. al-Ahqaaf:15)
Melalui kutipan ayat di atas begitu jelasnya Allah Swt. memerintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada orang tua, terlebih ibu. Tak ada satu kebaikan anak pun yang bisa membalas jasa seorang Ibu. Apalagi membiarkan diri menjadi anak yang durhaka dan zalim pada ibu.
Seperti kisah Ibu Trimah, di usianya yang sudah tua 65 tahun harus menerima kenyataan pahit bahwa ketiga anaknya tidak mau merawatnya di masa tua. Mereka memilih menitipkannya ke Panti Jompo Griya Lansia Husnul Khatimah, Malang Jawa Timur dengan alasan anak-anaknya tidak mampu membiayainya. (Viva.co.id, 31/10/2021)
Serupa tetapi tak sama. Kisah penelantaran orang tua terjadi kepada seorang pria lanjut usia (lansia). Diperkirakan berumur 80 tahun dengan postur kurus, lemah, nafas terengah-engah, dan tangan membengkak terlantar di jalanan hingga akhirnya meninggal di salah satu lokasi dalam wilayah Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh.
Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKSK) Dinsos Aceh, Misra Yana, S.Psi., M.Si. menjelaskan ketika mereka tiba di lokasi yang tak jauh dari pinggiran Jalan Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh-Ulee Lheu, pria lansia tersebut masih sanggup berkomunikasi meski sangat kepayahan. Dia mengaku dibuang oleh anak-anaknya ke lokasi itu sehari sebelumnya. serambinews.com, 3/4/20)
Potret Generasi Kapitalis
Kisah pilu lansia dibuang di jalan atau diserahkan ke panti jompo dengan alasan anak tidak sanggup merawat adalah buah sistem kapitalis yang rusak. Banyaknya ditemukan fenomena anak yang durhaka tentu bukan hanya masalah dari individunya saja. Ada peran besar sebuah sistem yang akan menjadi tumpuan untuk terciptanya keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah.
Sistem ini bukan hanya memperoduksi kemiskinan masal, tetapi juga mencontohkan pola lepasnya tanggung jawab negara terhadap kewajiban me-riayah rakyat. Sistem kapitalis yang menjauhkan agama dari kehidupan tentu memiliki andil besar lahirnya anak durhaka yang mati fitrahnya. Tidak adanya pemahaman tentang memuliakan orang tua melahirkan individu yang tidak takut akan dosa. Juga kerasnya tekanan hidup menghadapi kemiskinan yang tersistem.
Individu, masyarakat, dan negara adalah tiga pilar yang menopang kehidupan yang baik. Tidak bisa jika orang tua yang mendidik anaknya agar tidak jauh dari agamanya, namun di luar ketika terjun di masyarakat, anak justru terpengaruh hal yang negatif ditambah negara dengan sistem kapitalis memberikan pendidikan agama yang minimalis.
Maka tidak heran, manusia yang lahir dari sistem ini adalah masyarakat yang jauh dari agamanya dan tidak tunduk akan syariat-Nya. Termasuk tak berbakti pada orang tuanya.
Islam Lahirkan Insan Bertanggung Jawab
Islam hadir membawa harapan, jika saja manusia mau tunduk dengan aturan-Nya. Islam dengan keimanannya kepada Allah, mengajarkan anak untuk taat kepada orang tua. Jangankan berlaku kasar, bilang “ah!” saja tidak diizinkan.
Sebagaimana dalam firman Allah Swt. yang artinya, “Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” (TQS al-Israa’: 23-24)
Islam menjadikan rida orang tua sebagai rida Allah. Artinya, kedudukan orang tua sangat penting. Tidak selayaknya disakiti. Perintahnya adalah kewajiban ditaati, kecuali perintah untuk berkhianat kepada Allah.
Sistem Islam menjamin lahirnya insan yang paham tanggung jawab terhadap orang tua dan mencontohkan bagaimana negara menunjukkan tanggung jawabnya terhadap rakyat. Salah satunya, negara yang menerapkan sistem ekonomi Islam yang akan menjamin sandang, pangan, papan, pendidikan, keamanan, dan kesehatan.
Sistem pendidikan Islam akan menanamkan keimanan. Menjadikan insan ber-akhlakul karimah yang taat dan tunduk kepada syariat-Nya. Membentengi individunya dengan akidah Islam, akidah yang baik, yang sesuai dengan fitrah manusia. Maka, Islam menjamin lahirnya generasi terbaik bukan generasi durhaka. Namun tentu semuanya perlu peran negara untuk menerapkan sistem yang mampu me-riayah umat dan membawa kemaslahatan bagi seluruh umat. Wallahu a’lam bishawwab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz
Photo Source by Google
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






