Opini

Karantina, Solusi Tepat dalam Mengatasi Omicron

Saatnya, kita tinggalkan sistem kapitalis sekuler terbukti gagal mengatur urusan rakyat dan memberi kesejahteraan kepada rakyat.


Oleh Carminih, S.E.

JURNALVIBES.COM – Pandemi belum juga berakhir. Namun berita tentang munculnya varian baru, yaitu Omicron ada di berbagai media. Masyarakat banyak yang memberikan komentar, baik yang awam maupun para ahli. Masyarakat awam banyak yang tidak peduli terhadap kemungkinan adanya gelombang ketiga masifnya penyebaran virus. Sementara, para ahli mengkhawatirkan Omicron menjadi ancaman serius di Indonesia.

Lantas, dapatkah varian Omicron ini diatasi? Atau setidaknya, dicegah agar tidak terjadi lonjakan kasus yang menakutkan.

Virus Covid-19 varian baru Omicron saat ini tengah mengintai dunia. Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan bukan tidak mungkin jika kasus serupa teridentifikasi di Indonesia dalam waktu dekat (kompas.com, 3/12/2021).

Direktur Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof. dr. Amin Soebandrio, PhD., Sp.MK., mengatakan, kondisi penularan varian Omicron ini memang sudah sangat serius, (Kompas.com, 3/12/2021).
Bahkan, organisasi kesehatan dunia (WHO) mengklasifikasikan varian Omicron sebagai variant of concern.

Kemunculan varian Omicron memicu kekhawatiran para ilmuwan dan ahli dari berbagai negara yang mendorong mereka melakukan penelitan untuk lebih memahami varian Omicron. Di Indonesia sendiri, sampai saat ini belum ditemukan kasus penularan infeksi varian Omicron. Dengan begitu, pencegahan dan antisipasi harus senantiasa dilakukan. Jangan sampai terulang seperti varian Delta yang menyerang Indonesia dan lamban dalam penanganan. Sehingga korban pun banyak yang berjatuhan. Berkaca dan belajar dari pengalaman adalah hal yang penting kita lakukan.

Meskipun vaksin sudah berjalan, sebaiknya waspada tetap dilakukan. Jika hanya pembatasan sosial saja, masyarakat sepertinya sudah lelah dan tidak peduli. Karena, masyarakat butuh makan. Tidak ada yang bisa mereka harapkan selain berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah satu cara yang tepat dilakukan sebagaimana yang ditegaskan Rasulullah Saw. dalam sebuah hadis yang artinya, “Apabila kalian mendengar wabah di suatu tempat maka janganlah memasuki tempat itu, dan apabila terjadi wabah sedangkan kamu berada di tempat itu maka janganlah keluar darinya” (HR. Imam Muslim).

Keputusan Rasulullah itu juga dikenal dengan nama karantina. Hal itu dilakukan agar penyakit yang mewabah tidak menyebar ke daerah lain. Akan tetapi, harus tetap diperhatikan kebutuhan bahan makanan pokok harus dijamin oleh pemerintah selama masa karantina. Sehingga, rakyat tidak akan kelaparan.

Sudah banyak negara di Afrika yang terpapar virus Omicron, negara Malaysia dan Singapura sudah memperketat pengawasan penerbangannya. Indonesia juga harus demikian. Negara harus lebih waspada dan menjaga keamanan rakyatnya, jangan hanya karena takut rugi (profit oriented) maka salah jalan dan korban pun kembali berjatuhan.

Apalagi, kalau di balik solusi penanganan virus ini, ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dalam kondisi masyarakat yang serba sulit. Masih ada para oknum yang memanfaatkan kesempatan demi meraup keuntungan. Hal ini disebabkan sistem kapitalis sekuler meniscayakan adanya keuntungan yang menjadi prioritas. Sementara kesulitan masyarakat tak lagi dipedulikan.

Saatnya, kita tinggalkan sistem kapitalis sekuler yang hanya berpihak kepada pemilik modal. Sistem kapitalis sekuler ini terbukti gagal mengatur urusan rakyat dan memberi kesejahteraan kepada rakyat. Keuntungan hanya dapat dinikmati oleh orang-orang tertentu saja. Sementara, masyarakat lainnya merana dan hidup kesulitan dalam kemiskinan.

Maka, sudah seharusnya kita mengambil solusi Islam dalam mencegah wabah Omicron yaitu dengan karantina. Karena, solusi Islam adalah solusi yang berasal dari sang Pencipta segala sesuatu, termasuk virus. Dia lah Allah Swt., yang mengetahui segala sesuatu. Sudah semestinya manusia tunduk dengan segala aturan-Nya. Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button