Hijrah Menuju Indonesia Berkah

Para aktivis hijrah sudah membuktikan kala mereka meninggalkan sesuatu karena Allah, mereka mendapatkan ganti yang lebih baik. Bukan terbatas dalam standar materi, tetapi dari sisi keberkahan, ketenangan dalam diri, keharmonisan dalam keluarga, dan sebagainya.
Oleh Fatimah Azzahra, S.Pd.
JURNALVIBES.COM – “Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad)
Berpindah dari satu keadaan ke keadaan lain. Berubah dari satu kondisi ke kondisi lain. Mengambil sesuatu yang baru, meninggalkan yang lama karena-Nya semata. Itulah hijrah pada-Nya. Sudah dijanjikan jika manusia meninggalkan sesuatu karenanya, pasti akan diberikan ganti dengan yang lebih baik pula. Sudah siapkah kita hijrah karena-Nya?
Hijrah Kita
Selama ini, hijrah selalu identik dengan perubahan diri seseorang. Dari yang belum berhijab menjadi berhijab. Dari yang bertransaksi ribawi menjadi menjaga diri dari transaksi ribawi. Dari yang berpuas diri dengan ilmu sendiri menjadi semangat mendatangi majelis-majelis ilmu dan semisalnya.
Para aktivis hijrah sudah membuktikan kala mereka meninggalkan sesuatu karena Allah, mereka mendapatkan ganti yang lebih baik. Bukan terbatas dalam standar materi, tapi dari sisi keberkahan, ketenangan dalam diri, keharmonisan dalam keluarga, dan sebagainya.
Hijrah Bangsa
Hijrah pun bisa disematkan pada bangsa. Sebagaimana kita tahu kondisi karut marutnya bangsa ini. Tentu kita tidak ingin kondisi ini terus berlanjut. Menjadi negara maju yang utuh itulah salah satu harapan dan impian pada bangsa ini.
Dilansir dari laman cnnindonesia.com, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan untuk bisa lepas dari jebakan negara pendapatan kelas menengah (middle income trap), pertumbuhan ekonomi Indonesia harus bisa mencapai 6 persen pada 2022 mendatang. Bila itu bisa dicapai, ia yakin Indonesia bisa naik kelas menjadi negara maju pada 2045. (4/8/2021)
Dalam kapitalisme standar negara maju ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi negeri. Angka menjadi fokus utama. Tanpa melihat fakta di lapangan yang terpampang nyata. Sebagaimana pendapatan pun dihitung per kapita, tak peduli jika si miskin digabung dengan si kaya.
Tentu beda jauh penghasilannya tetapi dijumlah dan di rata-rata, seolah si miskin berpenghasilan sejumlah itu juga. Data manis yang dihasilkan, tapi fakta pahit yang harus ditelan. Apalagi data bisa dimainkan. Otak-atik sendiri agar hasilnya memuaskan, seperti data pandemi kemarin.
Ini baru membahas pertumbuhan ekonomi, belum kondisi sosial, generasi yang membuat kita harus mengelus dada, penanganan pandemi yang tak jua ada habisnya, korupsi yang kian menggurita, hukum yang tebang pilih. Bahkan di kancah internasional, bumi pertiwi semakin tidak berdaya oleh kepentingan para negara lainnya. Sungguh kondisi yang sangat memprihatinkan.
Mewujudkan Indonesia Berkah
Kondisi ini diperparah karena yang mengalaminya adalah negeri dengan mayoritas penduduk Muslim, para penguasanya pun Muslim. Padahal, di antara kita ada Islam yang sempurna yang telah membawa kejayaan selama berabad lamanya saat diterapkan dalam kehidupan. Tinta emas penerapan Islam diabadikan oleh sejarah, bahkan ditulis dan dinyatakan orang Barat.
Peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah menjadi momentum awal yang besar. Momentum penerapan Islam dalam bingkai kehidupan dinaungi institusi negara. Momen persatuan dalam akidah dan kepemimpinan oleh Rasul. Sehingga lahirlah peradaban yang gemilang dan cemerlang dalam naungan Islam.
Peradaban yang tidak hanya gemilang dalam pandangan dunia, tetapi juga diberkahi oleh Sang Pencipta, karena menerapkan Islam sebagai aturan adalah bukti ketaatan dan ketundukan pada-Nya. Bukti iman dan takwa pada Allah Swt.
Ingatlah akan Firman Allah, “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (TQS. Al A’raf [7]: 96)
Mari hijrah seutuhnya, tak hanya sebagai individu, tapi bernegara. Agar Allah limpahkan berkah pada kita semua. Wallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz
Photo Source by Google
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com





