Opini

Remaja Pelaku Pembunuhan Potret Buram Generasi

Islam juga membentuk masyarakat yang sigap dan terbiasa beramar makruf nahi munkar sehingga tidak berdiam diri atas kemaksiatan yang terjadi. Dari situ kemudian terbentuk kontrol sosial yang mampu mencegah individu melakukan tindakan kriminal.


Oleh Delila, S.Psi.

JURNALVIBES.COM – Sejumlah kasus pembunuhan belakangan ini kian mengerikan menunjukkan semakin hilangnya sifat kemanusiaan. Belum lama ini peristiwa tragis kembali terjadi di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pembunuhan sadis dilakukan oleh pelaku siswa SMK berusia 16 tahun yang tega menghabisi nyawa korban yakni satu keluarga beranggotakan suami, istri, dan tiga orang anak yang masih berusia di bawah umur.

Semakin miris sebab perbuatan keji tersebut dilakukan dengan alasan sakit hati akibat persoalan asmara dan dendam pada salah satu korban anak pertama berusia 15 tahun yang diduga pernah menjalin hubungan dengan pelaku. Terlebih lagi peristiwa sadis ini terjadi setelah pelaku berpesta minuman keras. Selepas pulang pelaku membawa senjata tajam menuju rumah korban lalu melakukan pembunuhan. Tanpa rasa iba selain membunuh pelaku juga melakukan pemerkosaan atas jasad korban serta mengambil ponsel dan sejumlah uang milik korban.

Potret Buram Pendidikan Indonesia

Kasus tersebut menambah deretan panjang bukti kegagalan sekularisme yang menghasilkan sistem pendidikan di Indonesia dalam membentuk individu yang berkepribadian terpuji. Alih-alih tega melalukan perbuatan sadis dan keji. Sekularisme yang menghasilkan paham liberal kini diadopsi oleh generasi hingga mengakibatkan berbagai kerusakan moral dan tidak beradab. Bahkan semakin tidak takut pada Allah Swt. sebagai Pencipta dan Pengatur kehidupan.

Sifat kemanusiaan yang semakin hari juga kian menghilang tidak lain disebabkan oleh rusaknya sistem kehidupan yang diterapkan saat ini. Motif asmara semata menjadikan individu tega berbuat di luar nalar dan perasaan. Tindakan kriminal beruntun dimulai dari pesta minuman keras, pembunuhan, pemerkosaan, hingga pencurian merupakan perilaku yang sangat sadis dan di luar logika manusia. Kondisi kejiwaan individu saat ini tentu menunjukkan bahwa sistem yang memisahkan antara agama dan kehidupan tidak mampu menjaga nyawa manusia.

Kasus tersebut hanya salah satu di antara banyak petaka sistem pendidikan sekuler. Tentu semua kerusakan berawal dari penerapan sekularisme di lingkup pendidikan yang mengabaikan Islam sebagai aturan kehidupan. Kerusakan terjadi disebabkan karena pendidikan agama dalam sistem sekuler hanya sebatas pelajaran formal yang diajarkan di sekolah dengan jam pelajaran yang minim. Pendidikan agama Islam tidak menjadi dasar dan acuan dalam pendidikan guna membentuk kepribadian individu. Oleh karena itu, sistem pendidikan saat ini yang jauh dari aturan Islam juga menghasilkan generasi amoral, bersifat parasit, dan daya rusaknya sangat dahsyat.

Semua ini membuktikan bahwa sistem pendidikan sekuler gagal mewujudkan generasi harapan. Sistem sekuler hanya menjadi beban masalah bagi orang tua, pendidik, peserta didik, dan negara. Sistem ini juga hanya bisa menghasilkan generasi yang mudah tersulut emosi hingga begitu gampang melakukan tindakan kriminal dengan alasan sakit hati belaka. Hal tersebut menjadikan wajar jika perilaku yang beriman dan bertakwa tidak tampak pada generasi muda sekarang. Sistem sanksi tidak mampu mencegah individu melakukan kejahatan

Di sisi lain sanksi hukum yang diberikan untuk pelaku kriminal di Indonesia masih sangat lemah. Penerapan hukum dan undang-undang yang ada pun nyatanya tidak mampu mengatasi peningkatan angka kriminalitas dan kejahatan. Hal tersebut karena berbagai regulasi yang telah dibuat untuk mencegah kejahatan tidak berefek jera bagi pelaku.

Sementara itu pelaku kriminal yang masih di bawah umur akan merasa terlindungi. Padahal dalam Islam usia mereka sudah cukup umur untuk memahami perbuatan benar dan salah serta menanggung konsekuensi jika melakukan perbuatan yang melanggar. Alhasil kondisi yang terjadi membuat pemahaman benar dan salah mereka makin terdegradasi dan berdampak pada semakin berkurang rasa takut mereka terkait pelanggaran hukum.

Sistem Kehidupan Terbaik dan Solusi Fundamental Adalah Islam

Sistem Islam adalah sistem paripurna yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia karena berlandaskan syariat yang berasal dari Sang Pencipta. Sistem Islam menetapkan bahwa pendidikan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap individu dan tentu saja dijamin pemenuhannya oleh negara. Umat tentu merindukan kehadiran generasi yang berkualitas, berkarakter mulia, dan cerdas. Namun generasi seperti itu mustahil terbentuk dari sistem kehidupan kapitalisme sekuler. Sebab karakter dan kepribadian individu yang baik tentu terbentuk dari pola pikir dan pola sikap yang baik pula. Segala sesuatu yang baik pasti berasal dari aturan Zat Maha Baik yakni Allah Swt. Oleh sebab itu, masalah kerusakan generasi yang diakibatkan sistem sekularisme harus dituntaskan secara sistemis juga.

Selain kasus di atas telah banyak fakta yang membuktikan bahwa semakin jauh dari Islam maka kerusakan generasi pun akan semakin parah. Semakin besar nilai-nilai sekuler yang diterapkan maka kejahatan semakin merajalela. Hal itu dikarenakan peran sistem sangat mendukung dan berpengaruh besar dalam pembentukan generasi.

Terkait dengan pendidikan dalam sistem Islam menggunakan paradigma dengan landasan akidah Islam. Sistem pendidikan berbasis akidah Islam mampu membentuk karakter individu beriman dan bertakwa dengan kuat sehingga dapat mencegah generasi berbuat maksiat. Individu juga diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap setiap perbuatan sehingga terbentuk generasi yang siap bersikap benar serta menjadikan halal dan haram sebagai asas setiap perbuatan. Dengan begitu, saat individu sudah mencapai usia balig mereka siap terikat dengan hukum dan peraturan Islam serta siap menjadi mukalaf atau orang yang terbebani hukum atas setiap amal perbuatannya termasuk menerima sanksi jika terbukti berbuat kriminal.

Islam juga membentuk masyarakat yang sigap dan terbiasa beramar makruf nahi munkar sehingga tidak berdiam diri atas kemaksiatan yang terjadi. Dari situ kemudian terbentuk kontrol sosial yang mampu mencegah individu melakukan tindakan kriminal. Negara dalam sistem Islam pun tidak dibiarkan untuk mengabaikan setiap permasalahan. Sistem Islam harus diterapkan oleh negara secara keseluruhan sehingga kebutuhan asasi warga negara terpenuhi dengan rasa aman dan sejahtera. Dengan ini tindakan kriminal mampu diatasi sampai tuntas dan generasi sadis pun dapat dihindari.

Sementara itu pemberian sanksi dalam Islam berfungsi sebagai pencegah dan penebus dosa. Disebut sebagai pencegah karena sebuah sanksi akan mencegah setiap individu untuk melakukan tindakan dosa atau kriminal. Dikatakan sebagai penebus karena sanksi yang dijatuhkan akan menggugurkan sanksi di akhirat. Dengan demikian penerapan sistem sanksi yang adil dan tegas tersebut menjadikan kriminalitas bisa terselesaikan serta terwujud rasa aman bagi setiap warga negara.

Perlu ditekankan bahwa kondisi negara yang aman dan sejahtera dari tindakan kriminal hanya akan berfungsi secara optimal jika negara menerapkan sistem Islam. Sebab sejarah mencatat bahwa sistem Islam telah terbukti mampu melahirkan generasi cemerlang dan unggul tidak hanya dalam ilmu pengetahuan tetapi juga sukses menjadi pribadi yang taat pada agama dan berkepribadian mulia.

Keseimbangan itu terjadi sebab umat menjadikan Islam sebagai asas dan sistem yang mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by canva.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button