
Negara punya peranan penting dalam menjamin hajat hidup rakyat secara optimal baik sandang, papan ataupun pangan. Negara juga akan memberikan asas yang tepat dalam memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bangsa dan perbaikan umat manusia.
Oleh Nashila Mumtazah
JURNALVIBES.COM – Di tengah krisis ekonomi melanda, banyak yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan cuan. Salah satu fenomena yang sedang marak terjadi dan menjadi topik pembicaraan hangat warganet adalah ‘ngemis online’.
Teknik mengemisnya pun tergolong ekstrim seperti melakukan live streaming di tiktok mulai dari mandi air hingga lumpur berjam-jam, bahkan ada juga yang live sepanjang malam sampai tidak tidur. Hal ini dilakukan karena memanfaatkan fitur gift di tiktok yang dapat ditukarkan dengan uang, semakin banyak gift yang diberikan oleh viewers maka semakin banyak pula cuan yang didapatkan.
Fenomena ngemis online ini viral di jagat maya bahkan mendapat sorotan dari berbagai kalangan termasuk Menteri Sosial Tri Rismaharini.
Dilansir dari Kompas.com(15/01/2023), Mensos Tri Rismaharini mengaku bakal menyurati pemerintah daerah (pemda) guna menindak orang-orang yang melakukan fenomena “ngemis online” di platform media sosial “Tiktok”. Ia menegaskan bahwa fenomena mengemis, baik online maupun offline memang tidak diperbolehkan.
Pasca pandemi Covid-19, kemiskinan dan penganguran di Indonesia semakin meningkat. Namun mirisnya, kemiskinan malah ditunggangi dengan cara pandang kapitalistik. Di mana sistem kapitalisme akan menghalalkan segala cara demi meraih keuntungan. Ternyata cara pandang kapitalisme ini telah menyasar rakyat miskin, hingga mengeksploitasi kemiskinan dan ketimpangan berbasis kecanggihan teknologi. Tidak peduli harga diri terhina dan ternodai, asalkan cuan tetap mengalir deras masuk dikantong rekening dan bisa memenuhi tuntutan gaya hidup masa kini.
Sejatinya fenomena ini menggambarkan bahwa masyarakat sedang sakit dan kesakitan yang dirasakan oleh masyarakat merupakan buah kehidupan dari tatanan sistem kapitalisme yang rusak. Fenomena mengemis online juga sekaligus mengonfirmasi ketidakmampuan negara dalam menyejahterakan rakyatnya.
Padahal negara punya peranan penting dalam menyelesaikan problem kemiskinan sampai pada akar masalah. Sehingga tidak terjadi hal yang merendahkan manusia atau ada mafia yang memanfaatkan kemiskinan rakyat demi meraih keuntungan pribadi.
Selain daripada itu, sistem sekarang tidak mampu mewujudkan kemaslahatan bagi masyarakat. Sebab, kapitalisme tidak menjanjikan hal demikian. Maka berharap pada sistem kapitalisme untuk menyelesaikan problem kemiskinan pada masyarakat itu seperti berharap rasa asin air laut berubah menjadi rasa air tawar, tidak akan mungkin terjadi dan itu hal yang mustahil.
Berbeda dengan Islam yang justru hadir sebagai problem solving atas problematika yang dihadapi oleh umat. Islam merupakan agama yang syamil dan kamil, yang mengatur segala lini kehidupan dengan regulasi yang benar dan tepat. Sudah tentu solusi tuntas yang disuguhkan Islam atas penyelesaian problem ini merupakan solusi yang cemerlang dan membutuhkan kerjasama semua pihak.
Pertama, Islam akan membentuk individu yang saleh dan memiliki kesadaran untuk menjaga kemuliaan sebagai manusia.
Kedua, masyarakat turut andil dalam mengontrol lingkungan sekitar. Masyarakat yang sudah terwarnai dengan tsaqafah Islam, akan melakukan amar ma’ruf nahi mungkar jika menemukan kasus ngemis online.
Ketiga, negara juga punya peranan penting dalam menjamin hajat hidup rakyat secara optimal baik sandang, papan ataupun pangan. Negara juga akan memberikan asas yang tepat dalam memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bangsa dan perbaikan umat manusia.
Jika individu, masyarakat, dan negara menjalankan fungsinya dengan baik, kemiskinan bisa terminimalisasi. Dengan penerapan Islam secara kafah dalam setiap aspek kehidupan, hidup menjadi berkah. Visi misi hidup manusia pun akan kembali pada jalan yang sebenarnya, yaitu untuk taat dan beribadah kepada Allah Taala. Wallahu a’lam bishawwab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by istockphoto.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






