Apa yang Terjadi Jika Negara Tanpa Visi Pembinaan Generasi?

Islam menjadikan negara sebagai pihak yang akan mewujudkannya, mengintegrasikan misi mencetak generasi bersyakhshiyah Islam dalam seluruh bidang kehidupan. Islam memiliki tiga dimensi pilar yang ketiganya akan ditegakkan yaitu hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan dirinya sendiri, serta hubungan manusia dengan manusia lainnya.
Oleh Seara Salsabila
(Komunitas Muslimah Rindu Surga, Bandung)
JURNALVIBES.COM – Blackpink tengah menggelar konser bertajuk ‘World Tour [Born Pink]’ di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada akhir pekan ini. Konser dibagi menjadi dua hari, yakni 11-12 Maret 2023.(CNBCIndonesia, 1/-03/2023).
Grup K-pop pelantun lagu ‘Pink Venom’ tersebut dikawal oleh 1022 personel kepolisian dari daerah Metro Jaya agar keamanan dapat tercipta selama konser Blackpink berlangsung. Ribuan personel tersebut merupakan gabungan dari berbagai unsur yang terdiri dari 932 personel Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat, 30 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta 60 personel dari Pemerintah Daerah (Pemda) (Kompas.com, 12/03/2023).
Konser Blackpink difasilitasi dengan luar biasa, termasuk pengerahan keamanan. Meski tiket mahal, -pengeluaran nonton konser k-pop bisa tembus Rp 10 juta- tapi laris manis. Sungguh miris, di tengah persoalan bobroknya generasi, dalam segala aspeknya, negara justru memfasilitasi konser yang berakar dari budaya luar yang berpotensi menambah rusak generasi. Di mana generasi pemuda di Indonesia pada saat ini telah hilang identitas.
Mayoritas Muslim, namun pemikiran dan perilaku sangat jauh berbeda dengan apa-apa yang Rasulullah saw. contohkan. Liberalisme mengakar dalam benak-benak setiap pemuda Muslim di Indonesia. Faktanya, banyak pemuda yang masih tertarik untuk menonton konser daripada mengikuti kajian Islam yang menurut mereka membosankan. Muslim saat ini jauh dari Al-Qur’an dan sangat dekat dan mencintai musik. Hal ini telah terbukti.
Sungguh berbeda sikap terhadap berbagai kebaikan yang ditampilkan pemuda yang membaca Al-Qur’an di sepanjang Malioboro, aktivis rohis bahkan dicap teroris. Semakin miris di tengah kemiskinan yang ekstrem, sebagian anak muda dengan mudah mengeluarkan uang jutaan rupiah hanya untuk hiburan. Sungguh nampak nyata wajah negara tanpa visi yang jelas terhadap generasi. Nyata juga dampak sekularisme kapitalisme yang diterapkan di negeri ini, sehingga salah meletakkan prioritas dan dikuasai hedonisme.
Akidah kapitalisme yaitu melakukan sesuatu perbuatan hanya berlandaskan asas manfaat semata telah meracuni pemikiran para pemuda Muslim. Alhasil, mereka sudah tidak lagi memikirkan risiko atau dampak dari suatu perbuatan apalagi bahkan sampe memikirkan akhirat. Mereka mencintai dunia dan takut mati, serta merasa diri ini masih lama untuk meninggal sehingga mengakhirkan perilaku bertobat.
Padahal, setiap jiwa tidak pernah ada yang tahu kapan akan dipanggil oleh-Nya. Apakah saat kita sedang nonton konser, atau sedang salat, atau sedang berdakwah, dan lain sebagainya, tidak pernah ada yang tahu. Namun, kebanyakan dari kita banyak yang lupa dan lalai. Inilah contoh penerapan sekularisme kapitalisme yang telah berhasil dilakukan oleh asing. Berbeda dengan apabila kita menerapkan aturan bermasyarakat dengan sistem Islam. Islam memiliki visi yang jelas atas generasi, sebagai pembangun peradaban Islam yang mulia.
Islam menjadikan negara sebagai pihak yang akan mewujudkannya, mengintegrasikan misi mencetak generasi bersyakhshiyah Islam dalam seluruh bidang kehidupan. Islam memiliki tiga dimensi pilar yang ketiganya akan ditegakkan yaitu hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan dirinya sendiri, serta hubungan manusia dengan manusia lainnya. Sehingga setiap individu akan memancarkan aqidah Islam yang benar dan cemerlang.
Mereka akan sadar setiap diri ini bertanggungjawab atas apa-apa yang dilakukan oleh dirinya. Mereka akan takut pada Allah serta senantiasa merealisasikan ketaqwaan didalam sendi-sendi kehidupannya sehingga kebahagian yang hakiki akan terwujud setelah nanti bertemu dengan-Nya. Wallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz
Photo Source by canva.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






