Opini

Sistem Sekuler Merusak Fitrah Keibuan

Perlu adanya pemahaman pada tiap individu tentang Islam, begitu juga interaksi dalam masyarakat harus berasaskan pada Islam sehingga seluruh urusan kehidupan diatur dengannya.


Oleh Sulistijeni
(Pegiat Literasi)

JURNALVIBES.COM – Baru-baru ini publik dibuat geger terkait kasus pelecehan di Jambi, seorang wanita pemilik rental PlayStation (PS) di Jambi melecehkan 11 anak hingga diajak menonton film dewasa. Wanita pemilik rental PS tersebut, NT, telah dilaporkan oleh orangtua dari 11 korban terdiri dari 9 laki-laki dan 2 perempuan.

Melansir kompas.com (4/2/2023), salah satu dari orang tua korban Effendi mengatakan, korban dipaksa menerima permintaan NT saat rental PS sedang sepi. Saat akan melancarkan aksi pelecehan seksual, NT secara tiba-tiba menutup rentalnya dan meminta korban yang masih di bawah umur untuk menyentuh bagian tubuhnya.

Kasus ini membuktikan betapa rusaknya sistem kehidupan yang sedang berjalan saat ini. Perempuan yang selama ini dianggap sebagai korban, ternyata bisa menjadi pelaku bahkan dalam perbuatan yang sangat keji. Fitrah keibuan rusak dan ini terjadi karena sistem berlandaskan kepada sekulerisme, yakni memisahkan agama dari kehidupan.

Sistem sekularisme merusak fitrah seorang ibu yang seharusnya mendidik dan menjaga anak-anak, malah membuat kerusakan dan kehancuran pada anak-anak dengan melakukan perbuatan yang tercela dan hina.

Pemisahan agama dari kehidupan melahirkan kebebasan sehingga memicu perilaku yang menyimpang dan terjerumus menuruti hawa nafsu. Sistem sekuler merusak pemikiran dan mematikan akal serta hati nurani manusia, karena mendewakan hawa nafsu semata.

Seorang ibu di sistem sekuler terbentuk menjadi pribadi yang egois, individualis, garang dan merusak. Apabila seorang ibu melakukan kemaksiatan, korban terbesar dari seorang ibu adalah anak-anak pelanjut generasi. Sistem sekuler hari ini tidak mampu memuliakan perempuan dan justru memberikan banyak tekanan dan tuntutan sehingga menjadikan ibu melakukan hal-hal yang bisa melebihi peran laki-laki.

Hal ini menjadikan perempuan kehilangan sifat pendidik dan hilang kelemahlembutan. Sistem sekuler menjadikan ibu tega merusakan generasi dan melalaikan peran kodratnya sebagai pelindung anak-anak dari segala macam bahaya.

Sistem sekuler menjadikan para ibu tidak paham agama, sehingga ibu lalai dan melakukan kemaksiatan. Tanpa agama, kehidupan akan berjalan tanpa bimbingan wahyu dan berujung pada kerusakan.

Hal ini tentu akan berbeda jika kehidupan dijalankan dengan aturan yang datang dari Sang Pencipta, dari Allah Azza wa Jalla, yakni kehidupan yang berjalan dengan sistem Islam. Islam memiliki aturan kehidupan yang sempurna dan menyeluruh untuk mengatur seluruh urusan dalam kehidupan manusia.

Islam menjadikan manusia terjaga dalam fitrahnya sebagai manusia yang merupakan sebaik-baik ciptaan. Islam memuliakan perempuan, menjaga dan mengangkat harkat dan martabatnya. Islam tidak hanya membahas ibadah ritual tetapi juga memberikan pemahaman agar manusia tidak terjerumus kedalam kenistaan dan kemaksiatan. Begitu juga mengatur perempuan yang berperan sebagai ibu yang harus mendidik dan mengajarkan anak-anaknya agar berada di jalan Islam.

Islam mengatur semua sistem kehidupan secara rinci, tidak hanya bagaimana berhubungan dengan Tuhannya, tetapi juga bagaimana berhubungan dengan dirinya sendiri serta berhubungan dengan manusia yang lain dan melakukan interaksi sosial sehingga memunculkan ketentraman dalam hidup bermasyarakat.

Oleh karena itu perlu adanya pemahaman pada tiap individu tentang Islam, begitu juga interaksi dalam masyarakat harus berasaskan pada Islam sehingga seluruh urusan kehidupan diatur dengannya. Pengaturan yang menyeluruh membutuhkan peran negara. Kondisi keimanan umat dapat dijaga dan semua permasalahan dapat diatasi jika negara yang berwenang mengambil kebijakan, menerapkan syariat Islam secara kafah dalam kehidupan.

Dengan dijalankannya sistem Islam oleh negara, para ibu akan kembali kepada fitrahnya sebagai pelindung, pengayom dan pendidik bagi anak-anak. Demikianlah, semua ini akan terwujud apabila Islam kafah diterapkan di dalam seluruh aspek kehidupan oleh negara. Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by google.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button