Teenager
Trending

Sekularisme, Menjauhkan Pemuda Muslim dari Kepribadian Islam

Pemuda adalah harapan agama dan bangsa, mereka harus dididik agar siap terjun ke tengah masyarakat. Sebagai contoh Rasulullah saw. telah sukses mendidik para pemuda hingga mereka mampu mengembangkan Islam ke setiap pelosok negeri.


Oleh Mutiara Aini

JURNALVIBES.COM – Pemuda adalah harapan bangsa dan agama. Mereka harus dididik untuk memiliki impian besar dalam membangun dan membawa kejayaan Islam.

Namun sayangnya, pendidikan kita hari ini hanya mengarahkan pemuda untuk meraih kesuksesan dunia saja. Segala sesuatu dinilai secara materi tanpa menanamkan karakter Islam dan akhlakul karimah. Pemuda saat ini dijadikan “santapan empuk” bagi kaum kapitalis untuk mendulang pundi-pundi emas melalui pembajakan potensinya khususnya dalam bidang pendidikan. Bahkan, demi mengejar materi, mereka rela melakukan segala cara, bahkan dengan cara haram sekalipun.

Baru-baru ini, belasan pelajar dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Palembang diamankan tim Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel. Para pelajar tersebut diduga terlibat begal yang meresahkan masyarakat Palembang.

Seorang pelajar yang tertangkap berinisial MMF (19) mengakui semua perbuatannya. Dari pengakuannya, aksi tawuran tersebut merupakan cara agar para pelaku dapat mengambil barang berharga milik korban.

Tidak cukup sampai di situ, mereka pun dengan bangga membagikan kegiatan begal ke media sosial. Mereka mengakui aksi tersebut dilakukan untuk eksistensi diri.(idntimes.com, 10/11/22)

Sistem Rusak dan Merusak

Berbagai kasus yang melingkupi kehidupan remaja, seperti tawuran, kekerasan, perundungan, pelecehan seksual, aborsi, pemerkosaan, pembunuhan, pencurian, perzinaan, hingga bunuh diri, sudah lazim mereka lakukan. Dalam perbuatan maksiat, mereka tidak lagi memiliki rasa malu, agresif, senang mencela, menjadi budak cinta, gampang putus asa, depresi, galau, insecure, rendah diri, posesif, bahkan cenderung pamer mental illness agar diakui, dihargai, dan mendapat simpati. Hal ini menandakan dunia remaja sedang tidak baik-baik saja.

Setiap hari selalu kita temukan berita penuh dengan fakta pilu kondisi remaja hari ini. Tentunya hal ini membuat cemas dan mengerikan. Perbuatan kriminal membuat remaja kita berubah menjadi generasi sadis, nirempati, minus akhlak dan adab.

Berbicara masalah remaja, seakan identik dengan hal-hal negatif ketimbang perilaku positif. Meski masih terdapat remaja yang baik, namun jumlahnya hanya sedikit. Apa yang sebenarnya terjadi pada remaja kita hari ini?

Dari sederetan fakta di atas merupakan buah dari penerapan sistem sekuler kapitalisme yang merusak dan menghancurkan ketahanan keluarga. Sistem ini telah merusak tiga aspek yang memicu kriminalitas. Yakni aspek keluarga, lingkungan, dan negara.

Paham sekularisme telah mendominasi pembentukan mental para pemuda saat ini, sehingga untuk membentuk mental pemimpin pada remaja dirasa sangat berat dan sulit. Sekularisme merupakan paham yang memisahkan agama dari kehidupan. Di mana agama hanya ditempatkan pada ibadah ritual seorang Muslim saja, tidak lebih. Bahkan agama tidak boleh mengekang kebebasan berpikir, berperasaan, berpendapat, bersikap, dan bertingkah laku. Sehingga mental remaja pun menjadi tidak menentu, mudah putus asa, stres hingga depresi. Mereka tidak punya pijakan dan sandaran yang kuat dalam menjalani kehidupan.

Padahal, Allah telah menghadirkan Islam sebagai agama yang sempurna, supaya manusia jelas tujuan hidupnya dan mampu menatap kehidupan dunia ini dengan penuh optimisme, mengharap kebahagiaan dan keridaan Allah Swt. Hal ini karena akidah dan syariat Islam mampu menuntun manusia saat menghadapi berbagai problem kehidupan.

Islam Sebagai Solusi

Pemuda adalah harapan agama dan bangsa, mereka harus dididik agar siap terjun ke tengah masyarakat. Sebagai contoh Rasulullah saw. telah sukses mendidik para pemuda hingga mereka mampu mengembangkan Islam ke setiap pelosok negeri. Menanamkan impian dalam diri pemuda untuk menjayakan Islam sebagai agama rahmat, sebagaimana Muhammad Al-Fatih, yang mampu menaklukkan Konstantinopel di usia muda, yakni 21 tahun. Satu hal yang penting, negara harus mengganti dan membuang sistem hari ini dengan sistem Islam yang akan melindungi umat, khususnya generasi penerus bangsa. Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by unsplash.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button