Korean Outfit Halal Version, Yakin Halal?

Sudah sesuaikah Korean Outfit Halal Version ini dengan tuntutan berbusana bagi Muslimah? Jangan sampai karena ikutan tren, syariat jadi diabaikan.
Oleh Fatimah Azzahra, S.Pd.
JURNALVIBES.COM – Perempuan mana yang tidak mau terlihat cantik di hadapan orang lain? Apalagi menjadi pusat perhatian seperti di tayangan, lengkap dengan efek terpesonanya semua mata yang memandang, juga angin yang bertiup beriringan. Berasa diakui oleh semua orang bahwa diri cantik rupawan.
Apalagi yang namanya perempuan, dari ujung rambut hingga ujung kakinya sungguh menawan. Semua ada pernak- perniknya. Semua ada skincare-nya, ada perawatannya. Rambut yang dicuci, creambath, serum, dan moisturizer. Kulit yang dicuci, diberi toner, moisturizer, serum, sunscreen, tidak lupa masker mingguan. Belum lagi anggota badan lainnya.
Gaya Busana Perempuan
Tidak cukup sampai di situ, pakaian pun tidak luput dari perhatian. Anne Avantie, seorang fashion designer asal Indonesia pernah berkata, “Pakaian bagai kulit kedua sehingga gaya berbusana mampu mencerminkan kepribadian penggunanya.”
Wajar jika kaum hawa pun berbondong-bondong mempercantik busananya. Semua model dan warna dimainkan agar terlihat menarik. Salah satu yang sedang booming saat ini adalah “Korean Outfit Halal Version”.
Dari namanya saja, sudah tergambar bahwa gaya berbusana ini terinspirasi dari gaya berbusana di negeri ginseng sana. Apalagi memang demam Korea sedang menyambangi dunia, termasuk Indonesia. Seperti yang diketahui oppa dan noona Korea banyak yang memiliki paras rupawan dengan gaya berbusana yang aduhai.
Aduhai menampakkan auratnya. Celana pendek, tank top, dress panjang tetapi membelah hingga paha terlihat, atau mini dress dengan kesan imutnya dan masih banyak lagi. Cobalah sesekali ketik “Korea Fashion Style” pada laman pencarian. Akan muncul banyak sekali rekomendasi bagi para wanita yang terinspirasi dari gaya berbusana para noona di Korea sana. Mulai dari style berani yang serba seksi sampai style sopannya.
Kreativitas Berbusana
Bak tersandung kenyataan. Maksud hati ingin cantik ala noona di Korea, apa daya ternyata Muslimah beda cara berbusananya. Bukan bebas asal berbusana, melainkan ada tuntutan syariat yang harus dipenuhi. Salah satunya tentu menutup aurat. Hingga muncullah istilah Korea Outfit Halal Version.
Gaya berbusana ala korea tetapi tetap menutup aurat. Kok bisa? Itulah hasil kreativitas anak muda Muslim dan Muslimah. Ingin pakai mini dress tapi tak bisa karena aurat akan nampak. Maka, gaya berbusana diakali dengan memakai baju dalam yang panjang terlebih dulu. Aurat aman, gaya pun didapatkan.
Namun, betulkah itu sesuai dengan yang Allah inginkan? Sejalan dengan syariat yang diturunkan?
Busana Muslimah
Duhai Muslimah salihah, ingat lagi tujuan hidup kita di dunia ialah ibadah semata. Maka, berbusana pun tidak luput dari niat ibadah pada-Nya. Agar bernilai pahala, tentu harus sesuai dengan aturan dari-Nya.
Dalam Islam, perempuan adalah makhluk mulia yang harus dijaga. Dijaga auratnya, dijaga kemuliaannya, dijaga kehormatannya. Salah satu yang menjaganya adalah aturan dalam berpakaian. Islam mengatur bagaimana Muslimah berpakaian di dalam wilayah kehidupan khususnya juga kehidupan umumnya.
Busana Muslimah dalam wilayah kehidupan khususnya, rumah, disyariatkan untuk menutup auratnya, kulitnya. Sebagaimana dikisahkan bahwa suatu saat Usamah bin Zaid ditanyai oleh Nabi Saw. tentang Qibtiyah (baju tipis) yang telah diberikan Nabi Saw. kepada Usamah. Lalu dijawab oleh Usamah bahwasanya ia telah memberikan pakaian itu kepada istrinya, maka Rasulullah Saw. bersabda kepadanya: “Suruhlah istrimu mengenakan baju dalam di balik kain Qibtiyah itu, karena sesungguhnya aku khawatir kalau-kalau nampak lekuk tubuhnya.” (H.R. Ahmad dan Al-Baihaqi)
Muslimah boleh berpakaian seperti apapun asal menutup auratnya kala di dalam rumah. Asalkan pakaian yang dipakai tidak tipis, sehingga menampakkan kulit dan lekuk tubuh. Boleh celana panjang, rok, dress, daster, dll asal memenuhi syarat menutup aurat.
Bagaimana dengan pakaian Muslimah di luar rumah?
Allah Swt berfirman, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab [33]: 59)
Jilbab di sini berarti pakaian kurung atau biasa dikenal dengan sebutan gamis. Gamis yang seperti apa dijelaskan dalam hadis Rasul Saw. yang artinya, “Barang siapa yang melabuhkan/menghela bajunya karena sombong, maka Allah tidak akan melihatnya pada Hari Kiamat nanti.’ Lalu Ummu Salamah berkata, ‘Lalu apa yang harus diperbuat wanita dengan ujung-ujung pakaian mereka (bi dzuyulihinna)’. Nabi Saw. menjawab, ’Hendaklah mereka mengulurkannya (yurkhiina) sejengkal (syibran)’ (yakni dari separoh betis). Ummu Salamah menjawab, ’Kalau begitu, kaki-kaki mereka akan tersingkap.’ Lalu Nabi menjawab, ’Hendaklah mereka mengulurkannya sehasta (fa yurkhiina dzira`an) dan jangan mereka menambah lagi dari itu.” (HR. At-Tirmidzi)
Hadis ini menjelaskan bahwa jilbab bagi Muslimah terulur hingga menutupi mata kaki. Tidak hanya jilbab yang longgar dan terulur, saat keluar rumah Muslimah juga harus mengenakan khimar. Khimar atau kerudung yang menutupi rambut, kepala, leher, dan lubang baju di dada.
Sebagaimana Firman Allah, “‘Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS An Nur [24] : 31)
Sesuaikah?
Lantas sudah sesuaikah Korean Outfit Halal Version ini dengan tuntutan berbusana bagi Muslimah? Jangan sampai karena ikutan tren, syariat jadi diabaikan. Padahal setiap aktivitas kita akan diminta pertanggung jawaban.
Jangan pula lupakan bahwa kini, kita tengah dalam gempuran perang pemikiran. Muslim diserang dari segala bidang, termasuk fashion style. Target mereka adalah menjauhkan kita dari syariat-Nya. Ingatlah peringatan dari Rasul dalam sabdanya yang artinya, “Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669).
Yuk jaga diri dengan mengkaji dan terus mengkaji. Agar sesuai aktivitas kita dengan syariat sang Pencipta Alam Semesta. Wallahu a’lam bisshawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz
Photo Source by Google
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






