Opini
Trending

Sawer Qariah Bentuk Desaklarisasi Al-Quran

Hanya dalam sistem Islam yang diterapkan secara kafah satu-satunya solusi yang telah terbukti menjadi pelindung dan penjaga kemuliaan Al-Qur’an selama 1400 tahun lamanya.


Oleh Indah Ummu Haikal
(Komunitas Muslimah Rindu Surga)

JURNALVIBES.COM – Membaca dan mendengarkan lantunan ayat Al – Quran merupakan ibadah, oleh karena itu kita harus memperhatikan bagaimana adab dan cara yang baik ketika sedang berhadapan dengan kitab suci umat Islam tersebut.

As – Suyuti dalam Al – Itqan Fi Ulum Al- Qur’an, menyebutkan bahwa disunahkan untuk mendengarkan Al-Qur’an dengan seksama tanpa membuat gaduh dan bicara sendiri.

Allah berfirman “Dan ketika Alquran dibacakan maka dengarkanlah, agar supaya kalian mendapat rahmat” (TQS Al – A’ raf : 204).

Jangan sampai akhlak atau adab terhadap Al-Qur’an tersisihkan, dikhawatirkan lama-kelamaan yang pada awalnya pembaca Al-Quran dengan seni dan keindahan sebagai media dakwah, akan bergeser menjadi acara hiburan semata, bahkan bisa menimbulkan kemaksiatan.

Baru-baru ini muncul video viral tentang seorang perempuan yang sedang membaca Al-Qur’an atau qariah, yang kemudian diberi saweran uang di depan khalayak umum pada sebuah acara. Qariah Nadia hawasy, angkat bicara usai videonya yang di sawer saat mengaji Al-Qur’an viral di media sosial. Dilansir dari kompas.com, Nadia mengaku merasa tidak dihargai dengan aksi sawer tersebut.

Namun dia tidak bisa marah karena saat itu posisinya sedang mengaji. Nadia mengungkapkan, tidak mungkin langsung menegur atau berhenti dan turun dari panggung, karena itu termasuk adab dalam membaca Al-Qur’an.

Namun demikian, setelah selesai melantunkan ayat suci Al-Qur’an lalu turun dari panggung dan Nadia langsung menegur panitia. Miris sekali saat melihat pembaca Al-Qur’an disawer layaknya penyanyi dangdut, hal ini adalah bentuk dari pelecehan dan desaklarisasi terhadap Al-Qur’an, peristiwa semacam ini menunjukkan sudah hilangnya adab terhadap kitab suci yang seharusnya dijunjung tinggi.

Inilah hasil dari peradaban kapitalis yang menganggap bahwa segala sesuatu dinilai dengan materi, seolah-olah dengan menyawer qariah akan membuatnya bahagia.

Ketua Majelis ulama Indonesia ( MUI ) pusat Cholil Nafis, geram melihat rekaman video viral yang memperlihatkan seorang qariah disawer uang oleh beberapa jamaah yang hadir saat sedang membaca ayat suci Al-Qur’an. Cholil mengatakan di akun Instagramnya, saweran uang kepada qari atau qariah merupakan cara yang salah dan tidak menghormati majelis, .

Al-Qur’an adalah kalamullah yang mulia, sebagai pedoman hidup untuk umat manusia, maka tindakan dua orang laki-laki yang naik ke atas panggung dan menyawer seorang qari adalah tindakan tercela hal ini merupakan pelecehan terhadap Al-Qur’an.

Hal macam ini pasti akan terulang kembali, selama sistem yang diterapkan adalah sistem kapitalis sekuler yaitu yang memisahkan antara agama dari kehidupan, dengan menjunjung tinggi nilai kebebasan yang berlandaskan HAM dan membuat muslim tidak paham bagaimana adab terhadap Al-Qur’an.

Bukan hanya kedekatan, mencintai dan mensucikan Al-Qur’an termasuk menjaganya dengan meletakkan Al-Qur’an di atas rak buku, menciumnya, mendengarkannya atau menghafalnya merupakan hal yang harus dijaga oleh umat Muslim. Tetapi yang lebih penting adalah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari seorang Muslim.

Maka dari itu dibutuhkan sebuah sistem yang bisa menyelesaikan semua permasalahan di segala aspek, termasuk permasalahan ini sehingga qoriah, Al-Qur’an dan Islam akan tetap terjaga.

Hanya dalam sistem Islam yang diterapkan secara kafah satu-satunya solusi yang telah terbukti menjadi pelindung dan penjaga kemuliaan Al-Qur’an selama 1400 tahun lamanya. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Unsplash.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button