Opini

Penderitaan Rakyat di Negeri Zamrud Khatulistiwa, Akibat Penguasa Abai?

Islam sebagai agama yang sempurna memberikan solusi yang tuntas.
Islam mengatur bagaimana sebuah negara mengelola SDA yang melimpah ruah. SDA merupakan hak mutlak milik negara maka negaralah yang sepenuhnya mengelola dan tidak diserahkan kepada asing.


Oleh Lili Siskayanti

JURNALVIBES.COM – Julukan Zamrud khatulistiwa begitu melekat erat terhadap negara ini. Kekayaan alam yang terkandung di dalamnya sungguh melimpah ruah. Kekayaan yang seharusnya mampu menyejahterakan rakyat, nyatanya membuat rakyat justru berlinang air mata. Dari hari ke hari takyat kian sengsara.

Meningkatnya kasus bunuh diri, psikologi mental yang terganggu, kelaparan yang melanda, angka kriminalitas yang kian meningkat, menjadi bukti bahwa hidup rakyat tidak dalam kondisi baik. Lalu benarkah di kondisi saat ini para penguasa abai terhadap rakyat?

Kasus bunuh diri dengan berbagai alasan yang melatarbelakanginya membuat pilu, hak ini memberikan gambaran bagaimana potret kehidupan saat ini begitu sulit. Berbagai cara dan upaya rakyat dalam bertahan hidup telah dilakukan. Perekonomian yang kian mencekik membuat sebagian rakyat menderita kelaparan. Secara akademik hampir 50% kelaparan melanda. Bagaimana tidak, hal ini terjadi karena adanya kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.

Ibarat mata rantai makanan, perekonomian menjadi point paling utama yang mampu mempengaruhi kondisi suatu negara. Indonesia misalnya, ketika satu harga naik, maka yang lainpun akan melonjak naik.

Beberapa hari yang lalu Bahan Bakar Minyak(BBM) resmi dinaikkan. Sontak hal ini membuat rakyat semakin menderita sebab kenaikan BBM diiringi pula dengan naiknya kebutuhan pokok pangan, tarif listrik yang meningkat , biaya pendidikan kian mahal hingga biaya pelayanan kesehatan pun ikut naik.

Lalu akankah penguasa benar-benar abai terhadap urusan rakyat? Entahlah hanya mereka yang berada di kursi singgasana yang mampu menjawab. Namun pada kenyataanny rakyat sendiri yang menilai bahwa penguasa abai terhadap rakyat. Mengapa demikian? Sebab di saat rakyat merasakan sulitnya perekonomian, di saat itu BBM naik padahal saat ini harga minyak dunia mengalami penurunan. Tak dapat dimungkiri lagi kesenjangan sosial itu kian nyata perbedaannya. Yang kaya semakin kaya, yang miskin kian miskin dan melarat. Tentu hal ini terjadi sebab adanya sebuah kesalahan dari suatu sistem yang diterapkan dalam suatu negara.

Sistem kapitalisme-sekularisme mengajarkan bagaimana materi atau kekayaan mampu menguasai segalanya. Selain itu, sistem ini juga melahirkan sistem baru yakni demokrasi yang saat ini dianut oleh negara. Sistem ini meletakkan kekuasaan berada di tangan manusia. Menjadi hal yang wajar jika aturan yang lahir juga berasaskan manfaat dan menguntungkan sebagian pihak. Terlebih lagi pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah ruah diserahkan kepada asing, sehingga negara tak memiliki kuasa untuk mengelolanya.

Apabila saat ini negara yang mengelola SDA murni tanpa dikuasai asing mampu menyejahterakan rakyat dan membebaskan rakyat dari penderitaan yang ada. Aturan yang berasal dari tangan manusia belum mampu membebaskan rakyat dari penderitaan yang ada. Tantangan hal ini harus segera diatasi dengan solusi yang mampu menuntaskan. Sudah selayaknya sistem saat ini untuk ditinggalkan, dan kembali menerapkan aturan yang berasal dari Sang Pencipta.

Islam sebagai agama yang sempurna memberikan solusi yang tuntas. Islam mengatur bagaimana sebuah negara mengelola SDA yang melimpah ruah. SDA merupakan hak mutlak milik negara maka negaralah yang sepenuhnya mengelola dan tidak diserahkan kepada asing. Hasil pengelolaan SDA dan dikembalikan untuk menunjang kehidupan rakyat, memberikan sarana dan prasarana yang memadai serta membayar biaya-biaya seperti biaya kesehatan, biaya pendidikan, dll.

Ketika hal ini diterapkan tentu kesejahteraan rakyat akan terwujud. Penderitaan rakyat dan kesengsaraan rakyat akan teratasi dan akan hilang. Maka dari itu sudah seharusnya kembali kepada aturan yang berasal dari Sang Pencipta. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by unsplash.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button