Opini
Trending

Rayakan Budaya Pagan, Saudi Makin Liberal Kebarat-baratan

Islam telah memuliakan tanah Arab Saudi sebagai tanah kelahiran Rasulullah saw. Dua kota suci yang menjadi tempat melaksanakan rukun Islam yang kelima ada di sana. Letak kiblat kaum Muslim seluruh dunia pun ada di sana. Sudah sepatutnya Arab Saudi menjaga kesucian negerinya dari kesyirikan dan kehidupan liberal.


Oleh Lussy Deshanti Wulandari

JURNALVIBES.COM – Sejumlah negara menyelenggarakan perayaan Halloween pada akhir bulan Oktober lalu. Di Itaewon, Korea Selatan perayaan Halloween diadakan kembali setelah pencabutan pembatasan Covid-19, tapi nahasnya malah berujung tragedi.

Tak hanya Korea Selatan, Arab Saudi pun menggelar perayaan yang sama. Untuk pertama kalinya, warga Saudi tumpah ke jalan dengan mengenakan kostum hantu dan karakter seram lainnya untuk merayakan hari Halloween yang biasa diperingati setiap tanggal 31 Oktober.

Dilansir dari situs History, asal usul Hari Halloween berasal dari festival Celtic kuno Samhain yang dirayakan dengan menyalakan api unggun dan mengenakan kostum untuk mengusir hantu. Samhain adalah festival keagamaan pagan yang berasal dari tradisi spiritual bangsa Celtic kuno.

Tak aneh jika Korea Selatan menyelenggarakan acara ini. Namun bagi Arab Saudi yang selama ini dikenal sebagai negara tauhid, sungguh janggal. Ada apa dengan Saudi? Mengapa negara yang dikenal sebagai negara pelayan dua kota suci ini merayakan budaya pagan?

Arab Saudi Makin Sekuler Liberal

Saat beberapa negara mayoritas Muslim di dunia memperingati Maulid Nabi, pemerintah Saudi justru masih melarang merayakan kelahiran Nabi Muhammad saw. hingga saat ini. Alasannya karena dianggap tak sesuai ajaran Islam.

Namun, anehnya Saudi malah memilih merayakan Halloween yang merupakan produk budaya Barat. Bahkan pemerintah pun mensponsori pesta tersebut melalui kegiatan bertitel “Scary Weekend”. Sungguh ironis, mengapa budaya pagan yang identik dengan kesyirikan malah difasilitasi?

Ini membuktikan bahwa sekularisasi dan liberalisme di Arab Saudi semakin nyata. Makin ke sini Saudi semakin menunjukkan wajah kebarat-baratan dan kapitalis.

Visi 2030, Gerbang Liberalisasi

Reformasi besar-besaran di Arab Saudi untuk mewujudkan visi 2030 yang digagas Mohammed bin Salman (MBS), putera mahkota Saudi mengantarkan Arab Saudi ke gerbang liberalisasi. Visi 2030 adalah rencana Arab Saudi untuk mengurangi ketergantungan minyak dengan diversifikasi ekonomi dan mengembangkan sektor publik seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, rekreasi dan wisata. 

MBS menginginkan Arab Saudi lebih modern, terbuka, dan ramah untuk wisatawan asing. Oleh karena itu, muncullah kebijakan-kebijakan seperti membuka kembali bioskop, membolehkan konser musik dengan campur baur, keterlibatan wanita di ruang publik, izin menginap di hotel bagi pasangan tak menikah, upaya untuk melegalkan alkohol, hingga mengizinkan pesta budaya pagan yang bertentangan dengan akidah. Bahkan MBS tak segan-segan menyingkirkan semua pihak yang menghalangi tujuannya ini, termasuk para ulama besar.

Demi mewujudkan ambisinya ini, Saudi rela kehilangan visi Islamnya. Juga kehilangan identitasnya dari negara konservatif yang kental dengan nilai-nilai Islam menjadi negara sekuler liberal pembebek Barat. Meninggalkan sejengkal demi sejengkal aturan Allah dan kembali kepada kehidupan jahiliyah seperti sebelum adanya Islam.

Sistem Islam Menangkal Liberalisasi

Islam datang memuliakan manusia dan meningkatkan taraf berpikirnya. Islam membawa manusia dari kegelapan dan kejahiliyahan menuju cahaya.

Rasulullah saw. membawa dien ini sebagai jalan hidup bagi manusia. Islam datang dengan aturan Allah Swt. yang mengharuskan umat Islam untuk terikat dengannya. Aturan ini dapat mencegah manusia berbuat sekehendaknya yang justru membawa diri, masyarakat, dan bangsanya pada lembah kenistaan.

Aturan Allah Swt. itu sangat komprehensif mengatur semua aspek kehidupan. Mencegah individu, masyarakat, dan bangsa dari kerusakan dan kehinaan. Islam diturunkan Allah Swt. melalui Rasul-Nya sebagai rahmat bagi seluruh alam. Sebagaimana firman-Nya, “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (TQS Al-Anbiya’: 107)

Rahmat ini dapat dirasakan jika Islam diterapkan secara menyeluruh dalam kehidupan. Sebagaimana Islam pernah diterapkan dulu selama 13 abad dan menguasai sepertiga belahan dunia. Saat itu, sistem Islam mampu membangun peradaban agung nan mulia yang disegani oleh Barat.

Dengan penerapan sistem Islam secara menyeluruh, niscaya kehidupan liberal yang serba bebas akan ditangkal. Selain itu, akan tercipta kesalihan individu, masyarakat, dan bangsa. Bahkan keberkahan Allah melingkupi penduduk dan negerinya. Sebagaimana firman Allah Swt. yang artinya:
“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (TQS al-A’raf: 96)

Kembali Bervisi Islam

Islam telah memuliakan tanah Arab Saudi sebagai tanah kelahiran Rasulullah saw. Dua kota suci yang menjadi tempat melaksanakan rukun Islam yang kelima ada di sana. Letak kiblat kaum Muslim seluruh dunia pun ada di sana. Sudah sepatutnya Arab Saudi menjaga kesucian negerinya dari kesyirikan dan kehidupan liberal.

Seharusnya Arab Saudi kembali bervisi Islam dan mengatur negerinya dengan aturan Allah Swt. secara menyeluruh. Sebagaimana Rasulullah saw. mencontohkannya ketika beliau mendirikan daulah Madinah yang menjadi titik sentral penyebaran Islam hingga ke seluruh belahan dunia. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by google.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button