Kejutan Ultah Merenggut Nyawa, Kok Bisa?

Manusia senantiasa didorong untuk menuntut ilmu dan terbiasa melakukan amal saleh. Pendidikan dalam Islam tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menekankan tentang pentingnya berpikir mendalam dan bertanggung jawab atas semua perbuatan yang dilakukan. Dengan pemahaman yang benar.
Oleh Aqila Farisha
(Aktivis Muslimah Kalsel)
JURNALVIBES.COM – Baru-baru ini masyarakat Indonesia dihebohkan oleh berita tragis yang datang dari SMAN 1 Cawas, Klaten. Seorang ketua OSIS berinisial FN (17) meninggal dunia akibat tersengat listrik dalam sebuah kejutan ulang tahun yang diadakan oleh teman-temannya. Kejadian ini berawal, ketika FN datang ke sekolah di hari libur semester untuk mengadakan rapat OSIS. Hari itu bertepatan dengan ulang tahun FN.
Kemudian FN diberikan kejutan oleh teman-temannya, korban dipupuri tepung lalu diceburkan ke dalam kolam ikan. Saat berusaha naik dari kolam, korban memegang kabel yang terbungkus pipa untuk pompa. Akibatnya korban tersetrum dan merasa kram. Dua temannya sempat berusaha untuk menolong.
Satu orang masuk ke kolam, namun kemudian kondisinya agak lemas. Sementara satu temannya bisa naik dan mematikan listrik. Setelah listrik mati korban bisa di evakuasi dan di bawa ke rumah sakit. Namun FN dinyatakan sudah meninggal dunia (Solaraya, 10/7/2024).
Mungkin tujuan surprise di hari ulang tahun ini agar FN merasa bahagia dan sebagai bentuk perhatian sesama teman. Namun kenyataannya bukan kebahagian yang di dapat, tapi nyawa yang menjadi taruhannya. Memang tidak ada yang menginginkan kejadian tragis ini terjadi, dan kejadian ini merupakan ketetapan dari Allah Swt. Apabila kita amati, kejadian yang awalnya iseng, tapi berujung maut, tentunya tidak bisa dibiarkan, karena ada yang bisa kita kendalikan ketika akan melakukan suatu perbuatan.
Perilaku remaja yang cenderung spontan ini sering kali tidak disertai dengan pemikiran mendalam mengenai akibat dari tindakan mereka. Kurangnya pemahaman mengenai kaidah berpikir dan beramal serta kurangnya pemahaman mengenai tanggung jawab atas setiap perbuatan menjadi faktor utama yang menyebabkan remaja berperilaku demikian. Remaja sering berfokus pada kesenangan sesaat tanpa mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi.
Generasi saat ini sering kali melakukan sesuatu hanya karena tren, tanpa mencari tahu apa hukum dari perbuatan yang dilakukan. Hal ini disebabkan karena lemahnya pengetahuan Islam yang dimiliki. Akhirnya menjauhkan pemahaman tentang Allah Yang Maha Pencipta, Allah tempat kembali, dan Allah akan meminta pertanggungjawaban atas semua yang kita lakukan di dunia. Tanpa adanya kesadaran tersebut manusia akan melakukan perbuatan sesuai kehendaknya, tanpa memikirkan halal dan haram.
Pada saat ini pendidikan hanya berorientasi pada capaian nilai akademik, bahkan dirancang untuk bisa menghasilkan materi. Hal ini tidak lepas dari sistem kapitalisme yang dianut negara. Akibatnya generasi hanya terfokus pada pintar dan sukses secara materi. Namun lemah pada moral dan akhlaknya.
Tidak dapat dimungkiri kemajuan teknologi saat ini sangat memudahkan kita dalam mencari informasi. Namun di sisi lain, tidak ada pengaturan informasi yang dapat membentengi generasi dari kejahatan dan kemaksiatan. Akibatnya teknologi justru bisa menjadi racun bagi generasi. Misalnya tayangan-tayangan mengenai gemerlapnya para artis, tokoh ternama, atau kalangan manapun, saat merayakan ulang tahun dengan pesta dan memberikan surprise. Tayangan ini bebas dikonsumsi oleh siapa saja sehingga terpikir bagi mereka untuk mengikuti.
Untuk itu terdapat tiga pilar yang saling bersinergi dalam menciptakan generasi emas yang memiliki kepribadian Islam, cakap dalam pengetahuan, sains, teknologi dan terampil dalam kehidupan Islam. Pertama dengan ketakwaan individu. Individu didorong untuk senantiasa taat kepada Allah. Kesadaran bahwa manusia adalah ciptaan Allah menjadikan setiap perbuatan akan selalu terikat dengan hukum Allah.
Manusia juga senantiasa didorong untuk menuntut ilmu dan terbiasa melakukan amal saleh. Pendidikan dalam Islam tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menekankan tentang pentingnya berpikir mendalam dan bertanggung jawab atas semua perbuatan yang dilakukan. Dengan pemahaman yang benar, remaja akan mampu menghasilkan amal produktif yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan masyarakat.
Dalam Islam, perayaan ulang tahun seperti saat ini tidak disyariatkan. Rasulullah saw. bahkan tidak pernah merayakan ulang tahun dan beliau tidak pernah mengajarkan kepada para sahabatnya untuk melakukannya. Sebaliknya, Islam mengajarkan umatnya untuk memaknai hari kelahiran dengan cara yang lebih bermakna dan produktif. Seperti memaknai kelahiran dengan melakukan introspeksi diri, bersyukur kepada Allah Swt. atas nikmat yang diberikan serta berusaha meningkatkan kualitas ibadah dan amal saleh.
Alih-alih merayakan ulang tahun dengan cara yang berisiko. Remaja dalam Islam diarahkan untuk mengadopsi tradisi yang positif dan bermanfaat. Seperti diarahkan untuk berbagi dengan sesama, memperbanyak ibadah dan meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan dan kegiatan yang positif.
Kedua, kontrol masyarakat. masyarakat akan saling memberikan nasihat, amar makruf nahi munkar. Jika ada orang yang berbuat kesalahan, kejahatan atau kezaliman, maka masyarakat akan saling menasihati. Sehingga tidak akan menjadi pemakluman atau dianggap biasa ketika berbuat salah.
Ketiga, kehadiran negara dalam nenetapkan aturan yang datang dari Allah. Yaitu penetapan hukum berdasarkan Al-Qur’an dan sunah. Dengan adanya sanksi hukum terhadap orang yang berbuat salah, zalim atau jahat akan menjadi penebus dan pencegah agar perbuatan tersebut tidak terulang lagi.
Marilah kita bersama-sama berupaya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya penerapan Islam secara kafah. Dengan begitu kita dapat menciptakan generasi muda yang lebih bertanggung jawab, produktif, dan berakhlak mulia. Wallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by bingdesigner.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






