Teenager

Pornografi Melanda Anak dan Remaja

Pada era yang serba canggih ini melindungi anak dari konten-konten yang berbau pornografi memang sulit. Bahkan bisa dikatakan anak zaman sekarang sangat sedikit yang tidak kecanduan pornografi.


Oleh Indah Ayu Safitri
(Santriwati kelas XII, Islamic Leadership School Taruna Panatagama Putri, Yogyakarta)

JURNALVIBES.COM – Berbicara pornografi, biasanya kita langsung berpikiran negatif terhadap kata tersebut. Apalagi pornografi merupakan salah satu penyebab kerusakan otak pada anak.

Pada era yang serba canggih ini melindungi anak dari konten-konten yang berbau pornografi memang sulit. Bahkan bisa dikatakan anak zaman sekarang sangat sedikit yang tidak kecanduan pornografi.

Memprihatinkan. Beberapa waktu lalu ditemukan berita ada anak SD mencabuli anak TK. Inilah salah satu akibat pornografi. Anak yang sering mengkonsumsinya hingga kecanduan karena sel-sel yang ada di dalam otak rusak, membuat mereka tidak dapat berpikir secara benar.

Keberadaan telepon genggam saat ini membuat anak dan remaja bisa mendapatkan informasi tanpa batas. Sayangnya konten negatif seperti pornografi justru ikut diserap. Orang tua juga berperan dalam mendidik anak. Bila mendidiknya dengan baik, mereka juga baik.

Selain itu, sistem pendidikan sekarang lebih sibuk mencetak anak untuk menjadi pekerja, bukan menjadi pribadi yang baik/shalih. Anak kecil kecanduan pornografi. Remaja SMA yang tidak dapat menahan hawa nafsu sehingga terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. Inilah hasil dari pendidikan kapitalisme, yang tidak hanya merusak tatanan negara tapi juga generasi muda. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by istockphoto.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button