Opini
Trending

Penganugerahan Gelar Doktor HC, Bukti Kampus Tersandera Politik Balas Budi?

Sistem pendidikan Islam bukan berdasarkan materialisme, tapi mencetak apa yang diharapkan sesuai wahyu Allah Swt. Semuanya ini akan didukung oleh sistem yang diterapkan oleh penguasa Islam yang akan menjamin sumberdaya manusia yang berkualitas dan menjunjung tinggi nilai-nilai ilahiyah.


Oleh Kurniawati

JURNALVIBES.COM – Demonstrasi mahasiswa mewarnai pemberian gelar Doktor Honoris Causa (HC) atau kehormatan kepada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dari Universitas Negeri Semarang pada Sabtu, 22 Oktober 2022. Sejumlah mahasiswa mendatangi auditorium Unnes ketika upacara pemberian gelar tengah berlangsung.

Salah satu perwakilan mahasiswa, Ramdan Fitrisal mengatakan dalam tuntutannya terkait sejumlah gelar kehormatan yang dikeluarkan Unnes kepada beberapa pejabat diantaranya adalah:

Pertama, mereka menuntut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengkaji seluruh penganugerahan gelar kehormatan yang pernah diterbitkan Unnes.

Kedua, Kemendikbudristek mencabut gelar Doctor Honoris Causa yang diberikan Unnes apabila terbukti tak memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-udangan yang berlaku.

Ketiga, meminta pimpinan Unnes memberikan klarifikasi kepada publik untuk transparansi pemberian gelar kehormatan.

Keempat, mahasiswa meminta uji publik setiap pemberian gelar kehormatan, guna mempertegas dan memperbaiki marwah kampus. (Kompas.com)

UNNES memandang Jenderal TNI (Purn.) Dr. Dr. (HC) Moeldoko memiliki dedikasi yang tinggi bagi Indonesia. Kepemimpinan Moeldoko di Kantor Staf Presiden menghasilkan berbagai inovasi program pemberdayaan sumber daya Indonesia,” ungkap Rektor UNNES, dikutip dari laman kampus pada Jumat (21/10/2022). (Detik.com)

Namun kondisi sekaan bertolak belakang, karena dalam kesempatan yang lain mahasiswa yang kritis terhadap kebijakan pemerintah dikeluarkan. Ada juga dosen yang dicopot karena dianggap menghina
presiden.

Dunia kampus sekarang menjadi ajang meraih kepentingan dan kekuasaan politik kapitalisme yang berasaskan materi. Semua ini karena kapitalisme melahirkan sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan. Agama tidak lagi digunakan dan dijadikan sebagai pemisah yang haq dan batil, meniadakan eksistensi Tuhan sebagai pencipta, sehingga melahirkan kesombongan, ketidakjujuran dan kecurangan.

Sejatinya pendidikan tinggi hari ini telah dimanipulasi oleh agenda-agenda Barat. Pendidikan tinggi menjadi pintu masuk penjajahan akademis, hegemoni riset, dan propaganda sekuler bahkan manifestasi politik.

Pendidikan tinggi yang harusnya mencetak sumber daya manusia yang mampu memenuhi kebutuhan umat bukannya memenuhi kebutuhan dunia industri dan kepentingan politisi.

Hari ini banyak sekali para politisi yang memiliki gelar dan jabatan tinggi. Tapi pada kenyataanya banyak yang melakukan korupsi, suap, narkoba dan lain-lain.

Sementara dalam Islam jelas berbeda. Setiap aktivitas pekerjaan berdasarkan atas rida Allah, artinya di dalam Islam cendekiawan, intelektual, akademisi itu memanfaatkan kecerdasannya untuk kemaslahatan dan manfaatan untuk agama, negara dan umat.

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh at-Tirmizi dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah berdoa, “Ya Allah. Jadikanlah ilmu yang Engkau ajarkan kepadaku bermanfaat bagiku, ajarkanlah kepadaku ilmu yang berguna untukku dan berikanlah kepadaku tambahan ilmu. Segala puji bagi Allah atas segala hal, aku berlindung kepada Allah dari keadaan dan segala hal yang dilakukan oleh penghuni neraka” (at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan al-Bazzar).

Selain itu, berdasarkan firman Allah Swt. dalam surah Ali-Imran ayat 190-191, mereka disebut sebagai ulil albab (orang yang berakal). Mereka yang disebut manusia ulil albab senantiasa menggunakan akalnya untuk mentadabburi, mengobservasi, memikirkan, menghayati, mengintrospeksi akan adanya sesuatu yang telah diciptakan oleh sang Khaliq yaitu Allah Swt.

Banyak sekali tokoh ilmuwan Islam memberikan sumbangsih penemuannya untuk kemajuan teknologi maupun perkembangan ilmu-ilmu lainnya diantaranya adalah Ibnu Sina (Avicenna) yaitu Ilmuwan dari Islam pertama yang mampu membawa perubahan besar bagi dunia. Saking berjasanya beliau dijuluki sebagai “Father of Doctor”, kontribusinya di bidang kedokteran tak perlu diragukan lagi.

Kemudian ada Al Khawarizmi adalah salah satu ilmuwan besar Islam yang membawa banyak perubahan di dunia Islam. Karyanya banyak menginspirasi para ilmuwan dunia di bidang sains, khususnya fisika. Bahkan sejumlah ilmuwan Yunani belajar darinya. Serta masih banyak lagi yang lainnya.

Islam memurnikan ilmu dengan terintergrasi dengan etika dan adab. Sesungguhnya alam semesta ini disediakan oleh Allah Swt. untuk tidak melahirkan kesombongan, ketidakjujuran, kecurangan.

Berkaitan dengan ilmu, Islam telah mencetak para ilmuan yang karya-karyanya hingga saat ini masih bisa kita jumpai baik dalam bidang ulumul Qur’an, fikih, hadis, kedokteran, sains, astronomi, matematika dan lain-lain. Semuanya ini dapat terwujud karena didukung oleh sistem pendidikan yang baik dan juga didukung oleh sistem-sistem lainnya yang saling terkait. Sehingga lahirlah generasi yang memiliki kualitas ilmu yang tinggi.

Sistem pendidikan Islam bukan berdasarkan materialisme, tapi mencetak apa yang diharapkan sesuai wahyu Allah Swt. Semuanya ini akan didukung oleh sistem yang diterapkan oleh penguasa Islam yaitu sistem khilafah yang akan menjamin sumberdaya manusia yang berkualitas dan menjunjung tinggi nilai-nilai ilahiyah. Tidak seperti sistem kapitalisme yang hanya berasaskan manfaat dan kepentingan belaka. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by unspalsh.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button