Opini

Kapitalisme Menggiring Kaum Muslim Menjadi Islamofobia

Barang dan jasa dalam khilafah akan dibiarkan mengikuti mekanisme pasar sesuai hukum supply and demand. Persaingan ini secara alamiah menjadikan harga stabil dan terjangkau.


Oleh Cutintan

JURNALVIBES.COM – Ada apa dengan dunia Islam saat ini? Euforia datangnya bulan Ramadhan disambut dengan suka cita oleh kaum Muslim di Jogjakarta dengan menggelar baca Al-Qur’an bersama di kawasan wisata, Malioboro. Namun pandangan dan komentar negatif seperti, radikalisme, pamer ibadah, riya dan mencoreng Jogja sebagai Kota Budaya pun tampaknya datang dari pihak-pihak yang benci akan ajaran Islam. Tundingan keji ini tidak jarang dari sesama Muslim sendiri, Benarkah kapitalisme menggiring kaum Muslim menjadi islamofobia?

Seperti dikutip dari salah satu buzzer menunjukkan sikap tidak senang dengan ajaran Islam, yang mengatakan bahwa Jogja bukan kota agama dan bukan juga kota Islam, membaca Al-Qur’an di area wisata Malioboro merupakan agresi peradapan asing yang perlu diwaspadai.
(2045TV, 4/4/2022)

Islam terus distigma sebagai teroris, radikal dan juga intoleran. Kaum Muslim sendiri terus digiring menjadi islamofobia (takut dengan ajaran agamanya sendiri). Media sosial, cetak dan elektronik yang berhaluan sekuler baik lokal maupun asing merupakan salah satu sarana yang mengarus deraskan opini negatif tentang ajaran Islam. Mereka terus saja memojokkan Islam dan meracuni pemikiran umat agar takut dan meninggalkan ajaran Islam. (MMC, 4/10/2020)

Para liberalis sengaja memunculkan narasi islamofobia di negeri kaum muslimin, generasi Islam menjauh dari syariat Islam yang seharusnya menjadi pandangan hidup. Inilah penyakit orang kafir, mereka tidak akan rela sampai kaum muslimin mengikuti millah (ajaran) mereka. Sebagaimana yang dijelaskan dalam QS : Al Baqarah Ayat : 120 yang artinya: “Dan orang orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah. “

Hal itu terjadi karena sistem sekuler kapitalisme yang melahirkan beberapa paham kebebasan, seperti kebebasan berekspresi atau berpendapat, kebebasan beragama, kebebasan hak milik dan lain lain. Mereka bebas mengusik umat Muslim dan berpendapat tentang apapun terhadap orang muslim dengan bersembunyi dibalik kebebasan adalah Hak Azazi Manusia (HAM).

Sungguh miris keadaan umat Muslim yang selalu menjadi sasaran pembenci Islam. Apabila ada orang luar dari Islam melakukan sesuatu hal yg tujuannya adalah menghina umat Islam, mereka akan mengatakan ini HAM jadi mereka bebas melakukan dan berbicara apa saja, tetapi mereka membatasi kaum Muslim dalam berbicara dan menyakini sesuatu tentang agamanya. HAM yg dimaksudkan adalah untuk kebebasan mereka sendiri dan akan menekan kaum muslimin dalam pergerakan.

Tetapi akan berbanding terbalik ketika Islam berjaya, Islam tidak pernah memaksakan kehendak terhadap kaum lain, karena Islam sangat tegas dalam toleransi. Dalam Islam perbedaan agama dan keyakinan adalah hal biasa, walaupun Islam akan terus menyampaikan kebenaran tentang agamanya, karena itu merupakan suatu kewajiban. Terdapat dalam Qur’an surat :Al- Baqarah ayat : 256
Artinya: “Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barangsiapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh dia telah ber pegang (Teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. “

Islamofobia semakin marak dikarenakan tidak tegasnya pemimpin Muslim dalam bertindak sehingga hilangnya perisai atas beragam serangan terhadap kaum Muslim. Islamofobia merupakan tantangan bagi semua umat Islam dan oleh sebab itu umat harus bersatu untuk kembali menegakkan peradapan Islam dalam bingkai khilafah yang akan menjadi pelindung bagi umat diseluruh dunia.

Islam adalah satu satunya agama yang Benar dan Mulia disisi Allah Swt. dan Islam agama yang dapat menyelesaikan semua masalah yang terjadi di muka bumi ini.

“Barang siapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (Shahih Muslim nomor 1893). Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button