Opini

Ketegasan Islam Memberantas Penista Agama

Islam sangat tegas terhadap para pelaku penista agama. Hal ini dibuktikan sebagaimana dahulu para sahabat Rasulullah Saw. tidak tinggal diam ketika mereka mendengar ada yang menghina Rasulullah Saw.


Oleh Iva Tanauli

JURNALVIBES.COM – Dittipidsiber (Direktorat Tindak Pidana Siber) Bareskrim Polri menangkap Muhammad Kece di Bali atas dugaan penistaan agama, karena dilaporkan sejumlah pihak disebabkan oleh konten-konten video kontroversial yang diunggah di Youtube bersinggungan dengan SARA (detiknews, 27/8/ 2021).

Lagi- lagi penghinaan dan pelecehan terhadap ajaran Islam kembali terjadi. Walaupun saat ini pelaku penghinaan sudah ditangkap, namun hal ini kembali terjadi untuk kesekian kalinya. Sungguh ironis karena hal ini terjadi di negeri yang berpenduduk mayoritas Muslim. Walaupun kejadian penghinaan ini banyak menimbulkan reaksi keras dari berbagai ormas sehingga melaporkan oknum M. Kece kepada pihak yang berwajib. Namun atas nama kebebasan berpendapat statement apapun bisa di sampaikan, tidak memandang apakah itu menghina ataupun melecehkan suatu agama.

Sangat disayangkan penghinaan terhadap ajaran Islam selalu terjadi, mulai dari penghinaan terhadap Rasulullah Saw. hingga kepada Syariat Islam. Undang-undang yang mengatur tentang pelarangan penodaan agama pun tidak membawa efek jera kepada pelaku, karena masih ada saja oknum yang tidak bertanggung jawab menyebarkan dan membuat video yang berisi tentang penodaan agama. Hal ini sejatinya menunjukkan bahwa negara tidak mampu melindungi kehormatan agama, sehingga penistaan demi penistaan masih saja bermunculan. Jika sudah seperti ini umat Islam lah yang selalu dirugikan. Umat selalu diminta untuk bersabar, tidak terprovokasi, bahkan memaafkan pelaku.

Maka melihat dari kasus-kasus sebelumnya, sangat tergambar bahwa tidak ada penyelesaian yang jelas. Bahkan terkesan tidak adanya ketegasan dan tindakan yang cepat untuk menangani para pelaku penista agama yang bisa membuat pelaku tidak mengulangi hal yang sama.

Memang tidak dipungkiri bahwa sistem hidup saat ini yaitu sistem kapitalis sekuler yang diterapkan telah menggiring kita kepada ide liberal atau kebebasan untuk melakukan apapun. Buah kehidupan sekuler juga telah menjadikan agama bukanlah sesuatu yang harus diutamakan dan dijaga. Bahkan agama dipinggirkan dalam urusan kehidupan, agama hanya dipakai saat melakukan ibadah mahdhah (ritual) saja.

Islam Tegas Terhadap Pelaku Penista Agama

Islam sangat tegas terhadap para pelaku penista agama. Hal ini dibuktikan sebagaimana dahulu para sahabat Rasulullah Saw. tidak tinggal diam ketika mereka mendengar ada yang menghina Rasulullah Saw. bahkan tak segan-segan para sahabat langsung membunuh para penista tersebut.

Seperti yang pernah dilakukan oleh pemimpin Islam saat dulu, yaitu Khalifah Abdul Hamid II yang langsung bersikap tegas tatkala mendengar bahwa Inggris berencana akan mementaskan drama karya Voltaire yang melecehkan Rasulullah Saw. Tanpa berpikir lama Khalifah Abdul Hamid II langsung bertindak cepat menghentikan rencana pementasan drama tersebut, Saat itu beliau berkata kepada pihak Inggris, “Kalau Inggris akan tetap mementaskan drama tersebut, maka saya akan mengeluarkan perintah kepada umat Islam dengan mengatakan bahwa Inggris sedang menyerang dan menghina Rasul kita!, Saya akan mengobarkan jihad akbar!”.

Mendengar ucapan Sang Khalifah, seketika itu juga Inggris ketakutan dan membatalkan pementasan drama. Inilah harusnya sikap seorang pemimpin yang tegas dan berwibawa yang tidak akan memberi peluang sedikitpun untuk membiarkan penghinaan terhadap Islam dan Rasulullah Saw.

Ketegasan pemimpin seperti yang ditunjukkan oleh Abdul Hamid II adalah sebuah sikap yang lahir dari sebuah keimanan terhadap Allah Swt. dan kecintaan terhadap Rasulullah Saw. taat pada ajaran agama serta bentuk penjagaan terhadap ajaran agama Islam. Idealnya setiap muslim harus menjaga kesucian dan kemurnian agama Islam.

Penghukuman terhadap penista agama yang sampai saat ini tidak pernah menimbulkan efek jera dan pertobatan hanya akan bisa diselesaikan dengan menerapkan Syariat Islam. Hanya dengan sistem Islam para pelaku akan berpikir ribuan kali untuk mengulangi perbuatannya. Hanya dengan aturan Syariat Islam kafah lah sejatinya umat Islam tidak akan dihina. Syariat Islam kafah juga akan menjaga kemurnian dan kesucian ajaran Islam. Maka dari itu tidak ada jalan lain selain menjadikan Syariat Islam sebagai aturan hidup yang diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan secara total.

Allah Swt berfirman yang artinya, “Katakanlah: “jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (TQS. Ali-Imran [3]: 31).

Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button