Opini

Keselamatan Karhutla Butuh Keseriusan Negara

Islam mewajibkan negara menjadi pelindung bagi rakyat akan berbagai bahaya yang mengancam, di antaranya dengan mengeluarkani kebijakan yang komprehensif dan solutif serta efektif bagi kepentingan rakyat, bukan keuntungan individu ataupun kelompok semata.


Oleh Desi Wulan Sari

JURNALVIBES.COM – Lagi-lagi kebakaran terus berulang, di saat masuknya musim kemarau yang berkepanjangan membuat berbagai hal yang sensitif dengan panas dan kering harus lebih diperhatikan. Berbagai wilayah hutan dan lahan yang terbakar hingga menimbulkan bahaya seperti kenaikan kasus ISPA dan bahaya asap yang sampai ke negara tetangga. Begitu pun sumber daya alam yang dimiliki negeri ini, begitu besarnya kekayaan alam berupa hutan tropis yang mengelilingi negeri katulistiwa yang Indah ini harus dijaga dan dilindungi dengan baik.

Namun, dengan adanya kasus kebakaran hutan yang banyak muncul, membuat masyarakat menyayangkan pada setiap mitigasi kebakaran hutan yang ada selama ini belum menunjukkan solusi pasti, bahkan kerapkali persoalan kebakaran lahan dan hutan ini justru terus berulang dari tahun ke tahun. Padahal, sumber daya alam yang di miliki negeri ini begitu besarnya.

Seperti yang diberitakan oleh media tempo (20/8/2023), terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hampir di seluruh provinsi Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat dengan intensitas titik api yang sedang dan tinggi. bahkan ketua WALHI, Ully Artha Siagian mengatakan terusnya berulang kebakaran ini akibat kurangnya negara serius dalam menangani slumber daya alam.

Banyak masyarakat menilai kebakaran hutan dan lahan ini terindikasi pada pembukaan lahan-lahan baru, baik untuk perkebunan maupun pemukiman yang dilakukan para penguasa dan pengusaha oligarki negeri. Alasan tersebut mencuat ke permukaan di masyarakat lantaran banyaknya proyek-proyek pembangunan yang kian menguasai negeri. Kekhawatiran yang dirasakan bukan saja pada akibat dari kebakaran dan kerusakan alam itu sendiri, tetapi hutan Kalimantan dan hutan-hutan lainnya yang dijadikan sebgai jantungnya dunia, oksigennya dunia kini ikut terancam menjadi tercemar, bahkan semakin punah. Tentu sunggguh miris jika memang seperti itu kondisinya.

Bahkan, Rasulullah saw. menganjurkan bagi seorang Muslim untuk berdoa jika melihat kebakaran, di mana beliau menggambarkan bahwa alam semestinya dijaga dan dimanfaatkan dengan tidak menyalahi syariat.

Dari Amru bin Syuaib dari bapaknya dari kakeknya r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda,
عن عمرو بن شعيب عن أبيه عن جده رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “إذا رأيتم الحريق فكبروا، فإن التكبير يطفئه”. رواه ابن السني.
Artinya: “Jika kalian melihat kebakaran, maka bertakbirlah, karena sesungguhnya takbir dapat memadamkannya.” (HR. Ibnu Sunni).

Jika suatu bencana terjadi, selain dari qada akan ketetapan Allah, di sisi lain bencana itu terjadi merupakan akibat kelalaian dari manuia yang serakah demi keuntungan yang ingin diraupnya secara individu atau kelompok saja. Karena umat Islam yakin bahwa kekuatan yang paling kuat adalah milik Allah, bukan milik makhluk mana pun. Sehingga aturan atau kebijakan yang diterapkan, jika itu masih buatan manusia, maka kehancuran atau kerusakanlah yang akan terjadi saat ini hingga di masa yang akan datang.

Melihat kondisi negeri yang kini tengah dikuasai oleh sistem Barat yaitu sistem kapitalisme, membuat penerapan akan bentuk pengelolaan, termasuk sumber daya alam hutannya akan terus diolah sesuai keinginan mereka tanpa melihat dampak atau akibat yang akan terjadi dari pengolahan ala kapitalismenya tersebut.

Kepentingan ekonomi pengusaha global semakin membuat hutan rusak, bahkan masalah lapangan kerja pun semakin terpuruk, masyarakat tetap mengeluhkan sulitnya mencari lapangan kerja di negeri yang kaya sumber daya alamnya ini.

Lantas, siapakah yang semestinya bertanggung jawab dalam mengatasi permasalaan kebakaran hutan dan lahan ini? Sistem apakah yang mampu membawa mitigasi tepat dari persoalan ini?

Sistem Islam Sebagai Solusi

Jika sistem kapitalisme sampai hari ini belum mampu membawa solusi tepat dalam mengatasi masalah umat, maka saatnya umat memilih sistem yang aan membawa solusi tuntas dalam setiap persoalan. Bercermin pada kesuksesan daulah Islam pada masa kegemilangan lalu, tentu mereka memiliki pedoman dan sistem yang diterapkan dengan baik dan tepat. Benar, sistem Islam lah yang mampu memberikan solusi bagi setiap persoalan umat, termasuk persoalan sumber daya alam dan pengelolaannya untuk kemaslahatan umat, termasuk kebakaran hutan dan mitigasinya yang mampu memberikan solusi hingga menghilangkan kesalahan atas pengabaian dan ketidakpedulian negara atas tanggung jawabnya dalam mengurus sumber daya alamnya, negara tegas untuk tidak memberikan hak pengelolaan kepada pihak swasta dan asing.

Dalam Islam, sumber daya alam akan dikelola sesuai dengan hukum syariat. Pengelolaannya akan sepenuhnya ada di tangan negara, di mana pemimpinnya akan mengurus pengelolaan tersebut untuk kemaslahatan umat. Hasil pengelolaan akan dikembalikan lagi untuk pemenuhan kebutuhan rakyat. Tidak akan ada privatisasi kepemilikan sumber daya alam secara umum, karena kepemilikan itu hanya milik rakyat dan negara hanya memiliki hak untuk mengelolanya saja.

Bahkan menjaga sumber daya alam dari kerusakan akibat kelalaian, keserakahan manusia adalah tugas negara dalam melindungi aset negara demi kemaslahatan umat. Mitigasi jika terjadi kebakaran pun akan dilakukan sesuai dengan syariat. Karena Islam mewajibkan negara menjadi pelindung bagi rakyat akan berbagai bahaya yang mengancam, di antaranya dengan mengeluarkani kebijakan yang komprehensif dan solutif serta efektif bagi kepentingan rakyat, bukan keuntungan individu ataupun kelompok semata.

Sejatinya, hanya sistem Islam yang mampu membuat kebijakan bagi kemaslahatan umat, karena setiap kebijakan, akan selalu berpedoman pada syariat. Seorang pemimpin amanah akan senantiasa memperhatikan keselamatan umatnya yang berkaitan dengan kepentingan umum.

Maka saatnya umat kembali kepada syariat, meninggalkan sistem yang tidak akan pernah membawa solusi tepat dalam setiap persoalan umat, jika hukum yang digunakan adalah hukum buatan manusia. Karena Islam hadir langsung dari Sang Khaliq untuk seluruh makhluk-Nya, itulah Islam sebagai rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh alam. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by canva.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button