Propaganda L967 di Ruang Publik, Bagaimana Pandangan Islam?

Penerapan syariat Islam secara kafah akan memberantas juga mencegah perilaku menyimpang seperti L967.
Oleh Yaurinda
JURNALVIBES.COM – Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo, S.Psi., M.Psi., Ph.D., atau lebih dikenal sebagai Deddy Corbuzier, adalah seorang YouTuber, presenter, mentalis, dan aktor Indonesia. Ia adalah penerima Merlin Award untuk Mentalis Terbaik Dunia dua kali berturut-turut. Dia juga menjadi mualaf di tahun 2019 dan aktif di sosial media hingga memiliki follower jutaan.
Baru-baru ini dia ramai diperbincangkan netizen di media sosial. Pasalnya, belum lama ini Deddy mengundang pasangan g4y Ragil Mahardika dan Frederik Vollert dalam podcast Youtubenya. Dalam video yang berdurasi sekitar satu jam tersebut, Deddy Corbuzier banyak membahas seputar kehidupan dan hasrat seksual seorang g4y.
“Selama ini as far as I know, I am a straight. Jadi, gua masih suka sama cewek. Pertanyaannya adalah, bisa nggak lu jadiin gue g4y?” kata Deddy Corbuzier dalam podcastnya. (Sindonews.com, 8/5/2022)
Podcast itu menjadi trending, namun menuai kontroversi dari netizen. Hingga menyebabkan dia kehilangan sedikitnya 100.000 subscribers Youtube dan delapan juta followers di Instagram. Deddy Corbuzier akhirnya menghapus video viralnya itu. Langkah ini dilakukan setelah tagar #UnsubscribePodcastCorbuzier menjadi trending topic di Twitter.
Cerita Ragil dan pasangannya yang dibagikan lewat podcast Deddy dinilai mempromosikan L967 Indonesia. Karena itu, banyak pihak yang akhirnya menyerukan untuk unsubscribe podcast Deddy Corbuzier. (CNBCIndonesia, 10/5/22).
Di Indonesia sendiri jika di lihat dari aspek kuantitas jumlah pengikut L967 di Indonesia saat ini sudah berada pada taraf yang sangat menghawatirkan. Data tahun 2012 menunjukkan jumlah kaum g4y saja di Indonesia lebih dari satu juta orang (Republika, 23/1/2016), belum dihitung yang l3sbi4n, biseksual dan transgender. Jumlah ini mungkin akan terus bertambah.
Selain persoalan jumlah yang makin massif, L967 saat ini bukan lagi sekedar persoalan individu-individu, tetapi semakin terorganisasi, terstruktur, dibela, dan diperjuangkan eksistensinya secara sistematis. Data Republika juga menyebut sampai akhir 2013 terdapat 119 organisasi LGBT di 28 provinsi di Indonesia (Republika, 23/1/2016).
Hari ini kaum L967 mulai terbuka dan tidak malu lagi bergandengan tangan di ruang publik bahkan ada yang memberi panggung. Sesungguhnya adanya ruang eksis kaum menyimpang atau sering disebut kaum pelangi ini disebabkan akibat liberalisme yang dijamin dalam sistem kapitalisme. Sistem kapitalisme ini diterapkan hampir di seluruh dunia. Bahkan lembaga-lembaga internasional menyerukan dunia untuk menerima keberadaan L967.
Padahal eksisnya L967 hanya akan mengancam kehidupan masyarakat, sebab tidak akan ada kelahiran dari pernikahannya yang akan menyebabkan kurangnya jumlah penerus kehidupan manusia. Perilaku menyimpang L967 jelas gagal menjaga dan melindungi keberlangsungan manusia.
Perilaku mereka juga memicu munculnya penyakit menular seperti HIV/Aids dan penyakit membahayakan lainnya. Keberadaan L967 tidak akan lepas dari kehidupan manusia selama sistem kapitalisme masih diterapkan. Sistem ini berdiri berdasarkan sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan.
Sistem ini membiarkan manusia membuat dan menetapkan aturannya sendiri menurut hawa nafsu mereka. Karena itu solusi dari L967 adalah meninggalkan sistem kapitalisme dan kembali kepada Islam. Dalam pandangan Islam ide dan perilaku ini termasuk perbuatan yang menyimpang, haram dan dosa. Tidak noleh negara memberi ruang publik terhadap kaum Nabi Luth ini.
Benar, dalam Islam tujuan penciptaan manusia laki-laki perempuan untuk keberlangsungan manusia. Sebagaimana dalam Al-Quran surat An-Nisā : 1
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Artinya: “Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam) dan Dia menciptakan darinya pasangannya (Hawa). Dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.143) Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”
Meski begitu Islam mengatur dalam berhubungan seksual harus dengan lawan jenis dalam ikatan pernikahan yang sah secara syar’i. Penerapan syariat Islam secara kafah dalam naungan khilafah akan memberantas juga mencegah perilaku menyimpang seperti L967 secara tersistem.
Hal ini dilakukan dengan berbagai cara di antaranya:
- Negara khilafah akan menanamkan iman dan takwa untuk menjauhi penanaman nilai moral dan budaya yang bertentangan dengan Islam. Terutama dalam sistem pendidikannya baik formal atau nonformal. Ini akan membentuk kendali internal pada masing-masing individu.
- Khilafah akan menghentikan penyebaran segala bentuk porno grafi dan porno aksi. Baik yang lawan jenis atau sama jenis. Segala bentuk budaya dan pemikiran asing tidak akan diberi ruang publik bahkan di sosial media.
- Ekonomi Islam akan menjamin kesejahteraan masyarakatnya. Jadi tidak akan ada alasan untuk melakukan tindakan menyimpang dengan dalih miskin, lapar, dan kebutuhan.
- Jika masih ada yang melakukan akan ada sanksi yang menimbulkan efek jera dan diperlihatkan kepada masyarakat. Dengan tujuan tidak akan ada yang berani melakukan hal serupa. Dalam Islam perilaku gay ini hukumannya adalah hukum mati.
Di sini kita dapat melihat bahwa peran negara sangat besar dalam pemberantasan L967. Selain itu Islam juga mengajarkan kepada seluruh masyarakat untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar dalam bingkai dakwah. Juga membentengi keluarga dengan akidah Islam. Dengan bantuan dari semua kalangan mulai dari tataran keluarga hingga negara yang menjaga maka Islam akan hadir sebagai rahmat untuk seluruh alam. Wallahu a’lam bishawwab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz
Photo Source by Google
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






