Opini

Pemuda dan Harapan

Hanya Islam yang mampu membangun karakter generasi yang unggul dan memiliki kepribadian Islam, hanya dengan Islam pemuda memiliki harapan.


Oleh Dian Safitri

JURNALVIBES.COM – Kehidupan hura-hura selalu menghiasi pemberitaan di negeri ini. Generasi muda dibuat terlena dengan berbagai kesenangan duniawi. Sebagai contoh yang baru-baru ini terjadi, irama konser berdendang bergoyang yang diselenggarakan di Istora Senayan Jakarta Pusat. Masyarakat tampak antusias terbukti dari banyaknya penonton hingga menyebabkan overkapasitas.

Acara akhirnya dihentikan. Terkait masalah itu panitia penyelenggara ikut diperiksa oleh pihak kepolisian. Stadion dengan kapasitas 10 ribu orang, ternyata diisi lebih dari 21 ribu orang. Kondisi lapangan sudah tidak kondusif, dan mirisnya surat izin yang tertera hanya tiga ribu orang bahkan waktu pelaksanaannya melebihi waktu yang diizinkan. (tvonenews.com, 30/10/2022)

Kekuasaan dan kewenangan menjadi penting perannya dalam meriayah umat. Tindakan para aparat tidak bisa dinafikkan bahkan patut diapresiasi dalam kasus ini tapi di lain sisi perlu dikritisi. Aparat kurang sigap karena pemerintah baru mempermasalahkan dan menghentikan ketika sudah nampak adanya kekacauan. Mengapa aparat tidak melakukan mitigasi acara terlebih dahulu? Supaya penjualan tiket over kapasitas bisa diketahui lebih awal, apalagi dengan adanya ijin sudah pasti kemaksiatan merajalela.

Pemberian izin sebenarnya menunjukkan pemerintah benar-benar tidak memiliki perhatian terhadap generasi yang merupakan penonggak peradaban. Di sisi lain mereka sangat aktif menolak acara yang justru menyelamatkan generasi seperti acara hijrah fest yang mencerdaskan pemuda.

Realita yang sangat memilukan dalam sistem sekuler kapitalistik. Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan sehingga kebebasan sangat dijunjung tinggi. Begitu juga nilai kepuasan materi dipandang sebagai sumber kebahagiaan yang tak ternilai sehingga demi ambisi materi para koorporat membidik para generasi sebagai pasar. Mereka dibina sesuai dengan nilai kebebasan. Para kapitalis genjot-genjotan melakukan investasi pada industri hiburan dalam rangka menyiapkan wadah bagi generasi mengimplementasikan nilai-nilai sekuler liberal.

Islam Menjaga Generasi

Generasi muda adalah penentu nasib suatu negara, bahkan tak ayal generasi itu cenderung rusak jika berada di jaman yang rusak seperti hari ini. Dulu sistem Islam mampu melahirkan generasi-generasi yang hebat dan ketaqwaan yang kuat, dididik di zaman yang tidak melalaikan mereka dari ketakwaan terhadap Rabb-Nya.

Penguasa dalam Islam memiliki perhatian besar terhadap pembentukan generasi juga menyediakan lingkungan yang kondusif dalam rangka membentuk generasi yang berkualitas yang taat dan patuh pada titah Sang Pencipta.

Rasulullah saw. bersabda,” Dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda: “Sesungguhnya imam atau khalifah itu perisai, dimana orang-orang akan berperang di belakangnya dan berlindung dari musuh dengan kekuasaanya.”(HR. Mutafaqquh ‘alaih)

Sesungguhnya negara dalam Islam adalah benteng yang akan melindungi generasi dari segala macam kerusakan apapun. Bahkan luar biasanya mekanisme perlindungannya pun dilakukan secara sistematis melalui daulah khilafah. Di mana khilafah akan menerapkan seperangkat peraturan hukum Islam untuk mewujudkan pembentukan generasi terbaik dan pembentukan peradaban gemilang.

Hal itu dilakukan dengan berbagai cara diantaranya, negara akan memastikan ibu dan anak akan mendapatkan nafkah tanpa perlu bekerja dengan mewajibkan suami atau wali untuk memberikan nafkah pada mereka. Tetapi jika tidak ada wali atau suami negara yang turun tangan memberikan atau menanggung nafkah. Sehingga tidak mengganggu konsentrasi para ibu menjaga, merawat dan mendidk anak-anak.

Sedangkan dalam masalah pendidikan, negara berkewajiban membina warga negara melalui pendidikan dan berbagai ajang kajian agama. Sehingga ketakwaan individu menjadi pilar bagi pelaksaan hukum-hukum Islam.

Kurikulum pendidikan disusun dalam rangka membentuk kepribadian Islam yang utuh. Generasi muda menjadi generasi unggul baik dari sisi akidah, tsaqafah juga penguasaan iptek.

Dalam masalah media, bebas menyampaikan informasi tapi perlu dicatat mereka terikat dengan kewajiban untuk memberikan pendidikan bagi umat. Menjaga akidah umat dan kemuliaan akhlak serta menyebarkan kebaikan di tengah-tengah masyarakat.

Sebaliknya mereka tidak diberi celah untuk menyebarkan informasi yang merusak umat dan jika dilakukan akan dikenakan sanksi tegas. Adapun dalam masalah sosial, masyarakat yang bertakwa akan selalu mengontrol agar individu tidak melakukan pelanggaran. Menjaga pergaulan sosial sesuai syariat. Amar makruf nahi mungkar dhidupkan sehingga orang akan merasa sungkan untuk melalukan perbuatan maksiat.

Dalam masalah sanksi, negara menjatuhkan hukuman tegas terhadap para penganiaya anak dan juga pihak yang menjerumuskan anak pada kemaksiatan berdasarkan hukum sanksi Islam. Negara akan melarang segala bentuk event kemaksiatan seperti konser karena akan ada campur baur dan juga mempertontonkan aurat, pesta minuman keras dan sejenisnya. Negara akan memberikan sanksi tegas kepada pihak penyelenggara.

Jadi hanya Islam yang mampu membangun karakter generasi yang unggul dan memiliki kepribadian Islam, hanya dengan Islam pemuda memiliki harapan. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by unsplash.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button