Harapan Negara Maju Bisa Terlaksana Jika Islam diterapkan Secara Sempurna

Sejarah menunjukkan, ketika umat hidup dalam bingkai sistem Islam selama belasan abad, kesejahteraan, keberkahan dan persatuan yang hakiki terwujud hingga mampu tampil sebagai umat terbaik yang memimpin peradaban sekaligus menebar rahmat ke seluruh alam.
Oleh Anor Ila Inayati, S.P.
(Aktivis Dakwah)
JURNALVIBES.COM – Meskipun sudah memasuki pergantian tahun, namun ternyata masih banyak PR yang belum selesai. Boleh dikatakan sejak negeri ini merdeka hingga sekarang pergantian tahun 2022 problematika yang terjadi tak kunjung tuntas. krisis demi krisis kian merajalela hingga menggerogoti para pemuda. Harapan 2023 menyongsong indonesia maju kian tipis. Bagaimana tidak? Karut-marut problematika yang terjadi di tahun 2022 seolah menjadi bayang-bayang yang mengiringi pergantian tahun.
Awal tahun 2022 lalu negeri ini menyambut puncak pandemi Omicron yang membuat seluruh dunia kewalahan dalam menanganinya. Belum lagi merebaknya angka kriminalitas yang terjadi di kalangan pemuda. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa angka kejahatan yang terjadi di Indonesia mengalami kenaikan sekitar 7,3% dibanding tahun 2021 yaitu sebanyak 276.507 kasus (republika. co.id, 7/1/23).
Merebaknya masalah narkotika sepanjang 2022 telah menghantui generasi negeri ini, terdapat 39.709 perkara tindak pidana narkotika yang ditangani Mabes Polri dan berhasil mengumpulkan barang bukti senilai Rp.11 triliun. Sedangkan Kepala mengatakan BNN mengatakan telah menyita 1,09 ton sabu-sabu, 1,06 ton ganja, 262.789 butir ekstasi dan 16,5 kg ekstasi berbentuk serbuk sepanjang tahun 2022. Adapun jumlah tersangka dalam kasus tersebut sebanyak 1.209 orang.(republika, 7/1/23).
Sementara itu di bidang politik pemerintahan, maraknya kasus korupsi menjadi hal yang biasa, terlebih para penegak hukum. Kejakgung mengatakan penanganan perkara tindak pidana korupsi sepanjang 2022 memecah rekor angka kerugian negara dan kerugian perekonomian negara mencapai rp.142 triliun. Sedangkan kerugian negara akibat investasi illegal mencapai 31,4 triliun, hal ini mengalami peningkatan 16,7% dari tahun 2021. Di sisi lain negara malah sibuk cdengan menggadang-gadang Capres dan Cawapres di agenda pemilu 2024 yang katanya sebagai harapan rakyat.
Di bidang ekonomi, tahun 2023 Indonesia dikabarkan akan mengalami resisi ekonomi, hingga membuat pemerintah optimis dan melakukan berbagai persiapan untuk menghadapinya. Negeri ini menjadi salah satu negara yang mempunyai utang terbesar. Sejak tahun 2022 tercatat utang Indonesia tembus Rp. 7.554,25 triliun, hingga terjadi implasi yang berkelanjutan dan sangat meresahkan masyarakat. Sungguh ironis.
Buah Kapitalisme
Peliknya problematika negeri ini membawa dampak kepada setiap elemen masyarakat terlebih generasi mudanya. Harapan menjadi negara yang maju bagaikan sebuah mimpi di siang bolong. Berkaca dari tahun lalu, setiap permasalahan yang terjadi tak kunjung usai, malah semakin merajalela.
Kita bisa melihat dari karut-marutnya dunia pendidikan hingga berdampak pada generasi muda. Alih-alih menjadi harapan bagi sebuah bangsa malah sebagai pencetus kriminalitas negeri ini. Krisis generasi menjadi sebuah kelaziman dalam sistem hari ini.
Maraknya generasi yang apatis, apolitis, loyo, melambai, malas berjuang bahkan bermental illnes justru diberikan panggung dibandingkan generasi yang beriman, tangguh dan berprestasi. Parahnya lagi, paham kebebasan kian merebak, liberalisasi seksual kian meracuni kalangan terpelajar dan intelektual. Ide sesat L967Q menjejal paksa di kalangan masyarakat atas dalih hak asasi manusia.
Ditambah derasnya arus islamofobia dan deradikalisasi di tengan-tengah masyarakat, menjadikan mereka terobang-ambing hingga kehilangan jati diri yang hakiki. Di tengah segala ancaman hingga krisis multidimensi yang telah terjadi di tengah masyarakat, para penguasa justru sibuk memperkokoh kursi jabatannya. Apalagi awal tahun baru 2023 ini semua sibuk dengan agenda untuk menyongsong pemilu 2024 mendatang. Parpol dan penguasa lainnya mulai bermanis muka untuk mengambil hati masyarakat.
Sungguh ironis, negeri yang kaya akan sumber daya alam dan mayoritas Muslim namun hidup di tengah jeritan dan kerusakan generasi. Inilah secuil wajah suram demokrasi buah dari iming-iming solusi dari setiap permasalahan kehidupan, namun faktanya malah menumpuk permasalahan. Hal ini tidak lain akibat dari penerapan aturan buatan manusia yang menyingkirkan aturan pencipta. Lalu masih pantaskah kita berharap dengan sistem ini?
Islam Solusi Hakiki
Semua problematika negeri ini saling keterkaitan, sebab mengakar pada satu masalah yakni penerapan sistem kufur kapitalisme sekuler. Sistem ini telah menggantikan peran Sang Pencipta yakni Allah Swt. sebagai pengatur kehidupan. Sehingga umat semakin dijauhkan dari keberkahan dan kebenaran, bahkan hidup dalam bingkai kerusakan nan penuh bencana.
Hal ini sejalan dengan firman Allah Swt.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذْنَٰهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
Artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya (QS Al-A’raf : 96).
Oleh karena itu, jika umat ingin merasakan hidup bahagia, sejahtera dan penuh berkah, maka tidak lain hanyalah dengan kembali kepada sistem Islam dengan menerapkan seluruh hukum-hukumnya yang berasal dari Zat Yang Maha Pengatur yakni Allah Swt. dan mencampakkan sistem kufur kapitalisme sekuler yang dibuat oleh manusia.
Sejarah menunjukkan, ketika umat hidup dalam bingkai sistem Islam selama belasan abad, kesejahteraan, keberkahan dan persatuan yang hakiki terwujud hingga mampu tampil sebagai umat terbaik yang memimpin peradaban sekaligus menebar rahmat ke seluruh alam.
Perubahan seperti ini tidak akan mampu terwujud tanpa adanya kesadaran umat. Bukan dengan paksaan atupun dilakukan perorangan. Namun perlu adanya sebuah gerakan yang terus memperjuangkan terwujudnya penerapan Islam secara kafah dalam seluruh aspek kehidupan. Wallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by istockphoto.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






