Cuti Ayah, Dapatkah Memperbaiki Kualitas Generasi?

Islam punya solusi tuntas untuk menjadikan generasi berkualitas. Tanggung jawab generasi bukan hanya peran ayah dan ibu, tetapi juga dibutuhkan supporting system dari masyarakat dan negara. Peran ayah sebagai pemimpin dalam keluarga yang berkewajiban untuk menafkahi dan bertanggung jawab penuh pada anak-anaknya.
Oleh Sulistijeni
(Pegiat Literasi)
JURNALVIBES.COM – Pemerintah berencana memberikan hak cuti kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) laki-laki/suami yang saat istrinya melahirkan. Sebelumnya, cuti untuk suami atau ayah pada saat istrinya melahirkan tidak diatur secara khusus dan hanya mengatur cuti melahirkan bagi ASN perempuan.
Seperti yang dirilis idntimes (14/3/2024), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas, mengatakan, pemerintah akan memberikan hak cuti kepada suami yang istrinya melahirkan atau keguguran. Cuti untuk mendampingi istri yang melahirkan itu, menjadi hak ASN pria yang diatur dan djamin oleh negara. Diharapkan dengan adanya pemberian hak cuti tersebut, kualitas proses kelahiran anak bisa berjalan dengan baik. Apalagi fase tersebut penting untuk menyiapkan sumber daya manusia terbaik penerus bangsa.
Sebagaimana yang dilansir cnbcindonesia (14/3/2024), hak cuti bagi karyawan pria yang istrinya melahirkan, atau biasa disebut “cuti ayah”, sudah jamak diberlakukan di sejumlah negara dan perusahaan multinasional, seperti di Spanyol, Korea Selatan, Jepang, dan Islandia. Dan waktu cuti yang diberikan bervariasi, berkisar 15 hari, 30 hari, 40 hari, hingga 60 hari. Hal ini dikarenakan pemerintah berpandangan bahwa pentingnya peran ayah dalam pendampingan ketika sang istri melahirkan, termasuk saat fase-fase awal pasca persalinan.
Dengan pemerintah mengeluarkan kebijakan seperti ini seharusnya dapat dirasakan oleh pekerja di semua sektor, baik swasta maupun negeri. Namun juga perlu dipastikan perihal gaji atau upah, sebab akan percuma jika mereka mendapatkan cuti tanpa digaji.
Usulan tersebut akan masuk ke dalam salah satu poin RPP tentang Manajemen ASN sebagai aturan pelaksana dari UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN dan RPP tersebut ditargetkan akan tuntas maksimal April 2024.
Peran ayah memang sangat dibutuhkan dalam pengasuhan anak, guna untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Tetapi sejatinya kualitas generasi tidak hanya dipengaruhi oleh peran seorang ayah. Ada banyak faktor yang mengiringi perjalan hidup seorang anak. Di antaranya adalah butuh supporting sistem yang kuat yang berkualitas sepanjang hidup anak, termasuk ayah yang berkualitas untuk pembentukan generasi yang berkualitas. Sayang, hari ini sosok ayah menjadi korban sistem yang diterapkan, sehingga belum berkualitas dan ada banyak hal mendasar yang berpengaruh terhadap kualitas generasi.
Dalam sistem kapitalis hari ini, dengan semakin sibuknya ayah menjadikan waktu yang berkualitas untuk keluarga tidak ada. Apalagi memanajemen waktu untuk belajar ilmu agar menjadi ayah yang berkualitas, tidak ada. Banyak suami atau ayah yang meluangkan waktunya untuk keluarga di sela-sela kesibukan bekerja, karena hampir sepenuhnya waktunya untuk bekerja. Karena tuntutan hidup untuk memenuhi kebutuhan keluarga akibat mahalnya harga-harga kebutuhan pokok dan biaya hidup keluarga. Menjadikan para ayah rela bekerja meninggalkan keluarga seharian penuh demi untuk mencari nafkah.
Meskipun peran ayah sangat besar bagi tumbuh kembang anak, namun dalam sistem kapitalis hari ini tidak akan bisa maksimal. Misalnya dalam hal pola asuh dan memberikan dukungan bagi anak atas ide dan gagasan sangatlah kurang. Dengan kesibukannya, sosok seorang ayah didalam hal tumbuh kembang anak, kehadiran ayah hanya sebatas nasehat dan bimbingan. Tidak memberikan contoh sebagai sosok ayah sejati. Yang hanya memberikan nasehat tetapi seharusnya juga memberikan contoh berupa tindakan atau prilaku ayah yang berkualitas. Semua itu akibat para ayah menjadi korban sistem kapitalis hari ini, yang pandai mencari uang tetapi tipis akan iman.
Oleh karen itu cuti ayah bukanlah sebuah solusi mendasar yang bisa menyentuh sampai pada akar masalah. Cuti ayah memang dibutuhkan, tetapi tidak akan bisa memperbaiki kualitas generasi yang benar-benar berkualitas. Ini sangat nampak nyata bagaimana cara negara menyelesaikan persoalan yang ada di tengah umat. Solusi yang hanya tambal sulam dalam menyelesaikan permasalahan, dan wajar jika persoalan tidak pernah terselesaikan secara tuntas.
Islam punya solusi tuntas untuk menjadikan generasi berkualitas. Tanggung jawab generasi bukan hanya peran ayah dan ibu, tetapi juga dibutuhkan supporting system dari masyarakat dan negara. Peran ayah sebagai pemimpin dalam keluarga yang berkewajiban untuk menafkahi dan bertanggung jawab penuh pada anak-anaknya.
Selain memenuhi kebutuhan anak juga dipastikan dapat pengasuhan dari ibunya dengan benar. Meskipun pengasuhan anak adalah kewajiban ibu bukan berarti ayah boleh abai. Karena sosok ayah tetap dibutuhkan dalam pembentukan kepribadian anak, kasih sayang, perhatian dan keteladanan. Sesibuk apapun kondisi seorang ayah hendaknya tetap dekat dengan anak, menyayangi dan mengasihi anak serta memperhatikan anak-anaknya.
Negara juga punya peran besar dalam pengasuhan anak, yaitu memastikan pengasuhan berjalan sesuai syariat Islam. Negara akan memastikan para ayah sudah punya lapangan pekerjaan, karena tugas ayah adalah memberikan nafkah bagi keluarganya. Juga memastikan peran ibu dalam hal hadhanah atau pengasuhan dengan sebaik-baiknya.
Negara mendorong semua keluarga untuk taat syariat dan menjalankan kewajibannya sesuai hukum syara. Apabila ada ayah atau ibu yang melalaikan kewajibannya maka negara akan mengingatkan dan apabila tidak bisa berubah negara akan memberikan sanksi.
Semua itu bisa diwujudkan hanya dengan diterapkannya Islam secara kafah dalam kehidupan, karena penerapan Islam kafah meniscayakan terbentuknya generasi yang berkualitas, beriman bertakwa dan trampil serta berjiwa pemimpin. Yang bisa menjadikan sosok ayah mampu menjalankan tugas dan kewajibannya sesuai syariat. Orang tua bisa melahirkan anak-anak dan generasi yang berkualitas dengan bimbingan ayah dan ibunya sesuai tuntunan syariat. Wallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz
Photo Source by canva.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






