Opini
Trending

Bullying Merobohkan Ukhuwah Generasi Muda

Tidak layak disebut Muslim sejati Kalau masih sering menjadikan saudara Muslim kita yang lain celaka akibat keburukan lisan dan tangan.


Oleh Suci Indah
(Ibu Pembelajar)

JURNALVIBES.COM – Bully seakan menjadi sebuah budaya dalam berprilaku generasi muda dewasa ini, hal ini menjadi semakin populer seiring dengan berkembangnya teknologi. Kini bully tidak hanya di lakukan oleh para remaja , tapi juga kian marak di lakukan oleh anak di bawah umur.

Bullying menurut para ahli Caloroso (2007) sebagaimana dikutip (Aini, 2018) mengungkapkan bahwa ‘tindakan intimidasi yang dilakukan secara berulang-ulang oleh pihak yang lebih kuat terhadap pihak lebih lemah, dilakukan dengan sengaja dan bertujuan untuk melukai korbanya secara fisik maupun emosional’.

Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis, yaitu secara emosional, fisik, verbal, dan cyber. Budaya penindasan dapat berkembang di mana saja selagi terjadi interaksi antar manusia, dari mulai di sekolah, tempat kerja, rumah tangga, dan lingkungan.

Dikutip dari kumparanNEWS (20/11/2022), aksi bullying atau perundungan kembali terjadi di lingkungan pendidikan. Seorang siswa di SMP Baiturrahman, Kota Bandung, menjadi korban. Aksi perundungan tersebut terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial.

Tampak seorang siswa memasangkan helm pada korban. Kemudian pelaku menendang kepala korban hingga terjatuh. Korban yang terjatuh juga dibiarkan dan malah ditertawakan rekan-rekannya. Dari narasi yang beredar, korban sempat dilarikan ke rumah sakit.

Pihak sekolah memberikan sanksi sebagai efek jera kepada pelaku. Sanksi yang diberikan oleh pihak sekolah tidak hanya berupa teguran, pelaku juga akan diberi sanksi tidak boleh mengikuti belajar offline bersama murid lainnya.

Yang menjadi pertanyaan di sini apakah dengan memberikan sanksi berupa belajar secara daring di rumah dapat memberikan efek jera bagi pelaku? Lalu, bagaimana bullying dalam pandangan Islam?

Pemberian sanksi berupa skorsing dari pihak sekolah tidak memberi efek jera pada pelaku bullying itu sendiri. Tanpa ada pendekatan dari keluarga dan masyarakat, dan tentunya negara yang paling memiliki peran penting dalam memberikan efek jera kepada seluruh pelaku bullying.

Orang tua dan masyarakat memiliki peranan penting dalam membentuk akhlakul karimah pada generasi muda. Negara pun seharusnya dapat memberi contoh dan membatasi segala hal yang dapat menimbulkan efek yang tidak baik bagi perkembangan psikologis kejiwaan anak. Seperti, menghentikan tontonan/film yang mengandung kekerasan, serta menutup chanel YouTube dengan konten-konton yang mengarah pada bully.

Dalam Islam sendiri sangat melarang keras dan sangat tidak menganjurkan perilaku merendahkan orang lain. Hal ini sebagai mana penjelasan dalam sebuah firman Allah Subahanahu Wa Ta’ala: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (TQ.S. Al-Hujurat: 11)

Islam sebagai agama yang sempurna telah mengatur persoalan ini. Oleh sebab itu, kita sebagai sesama Muslim dan sesama manusia haruslah menjaga dan menebar kasih sayang pada semua, bukan justru berbuat zalim sesama manusia. Sesama Muslim juga dianjurkan untuk saling menyerukan kebaikan.

Selain itu, bullying juga disebabkan kurang terbangunnya rasa persaudaraan di antara sesama. Begitulah Islam memandang bullying sebagai perbuatan yang sangat tercela.

Tidak layak disebut Muslim sejati Kalau kita masih sering menjadikan saudara Muslim kita yang lain celaka akibat keburukan lisan dan tangan kita. Tidak bisa disebut Muslim yang baik jika ia tidak mau menyelamatkan Muslim yang lain dengan kebaikan lisan dan tangannya yang menimpa mereka. Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by unsplash.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button