Benarkah Solusi Emansipasi Harga Mati?

Perempuan diciptakan dengan kelemahlembutannya, merupakan kelebihan yang Allah Swt. ciptakan. Dengan kelemahlembutannya serta perannya di ranah domestik mampu melahirkan generasi emas pembangun peradaban.
Oleh: Perwita Sari, S.Si. (Aktivis Dakwah)
JURNALVIBES.COM – Setiap tanggal 21 April di Indonesia memperingati hari Kartini. Kartini merupakan tokoh pahlawan nasional yang berjasa atas perjuangannya terhadap kaum perempuan. Dalam rangka memperingati hari Kartini lembaga pendidikan ataupun lembaga-lembaga yang bergerak di bidang keperempuanan mengadakan acara yang menarik. Seperti acara dari tahun-tahun sebelumnya, mengadakan aneka lomba ataupun pawai menggunakan kebaya dalam memeriahkan acara tersebut. Tujuannya agar perjuangan Kartini bisa dirasakan oleh semua kalangan.
Perjuangan Ibu Kartini selalu menjadi topik menarik untuk dibahas. Pembahasannya selalu digiring oleh kaum feminis untuk mengusung emansipasi wanita. Namun apakah kaum perempuan sudah tahu apa yang dimaksud dengan emansipasi wanita?. Menurut Kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI), emansipasi adalah pembebasan dari perbudakan; persamaan hak dalam berbagai kehidupan masyarakat (persamaan hak kaum wanita dengan kaum pria). Sedangkan menurut Cambridge Dictionary, emansipasi adalah proses memberikan kebebasan hak sosial atau politik.
Mengutip European Institute for Gender Equality (EIGE), emansipasi wanita masuk ke dalam proses, strategi dan upaya yang digunakan perempuan untuk membebaskan diri dari otoritas laki-laki dan struktur kekuasaan tradisional. Dengan kata lain sudah saatnya wanita lepas dari tuntutan fitrahnya, atau sudah saatnya wanita lepas dari ikatan agama. Parahnya gerakan emansipasi wanita sudah mempengaruhi cara pandang kaum intelektual dan mencoba ditularkan kepada masyarakat melalui penerapan undang-undang. Walhasil sedikit-demi sedikit kaum perempuan mulai menuntut kebebasan yang kebablasan.
Lahirnya polemik emansipasi muncul dari penerapan ideologi sekuler barat yang tidak memuliakan kaum perempuan. Sekuler barat yang memiliki peradaban rusak jelas menghinakan kaum perempuan. Perempuan hanya sebagai pemuas nafsu durjana bagi kaum laki-laki. Penderitaan kaum perempuan yang dialami terus menerus menuntut kaum perempuan untuk lepas dari jeratan kenestapaan. Akhirnya emansipasi menjadi harga mati yang menjadi solusi permasalahan perempuan.
Akibat pandangan rendah sekuler barat terhadap kaum perempuan, mengakibatkan lahirlah gerakan pembebasan kaum perempuan. Gerakan ini merupakan gerakan memperjuangkan emansipasi yang sering disebut dengan gerakan feminis. Gerakan ini secara umum bertujuan menghilangkan perlakuan diskriminatif dan tidak adil terhadap perempuan. Pada abad ke-18 gerakan feminisme menuntut diberikannya hak pilih kepada perempuan. Sedangkan pada tahun 1970-an gerakan feminisme menuntut kesamaan dan keadilan gender di ranah sosial hingga keluarga.
Tidak hanya itu ranah aturan agama yang seharusnya mutlak dijalankan dalam rangka kecintaan dan ketaatan kepada Allah Swt., harus dicederai karena menuntut emansipasi. Aturan Islam digugat kenapa laki-laki diberikan hak berpoligami sedangkan perempuan tidak. Letak perizinan terkait urusan rumah tangga berada di tangan suami. Gerakan feminisme menganggap agama adalah pengekangan terhadap perempuan.
Gerakan feminisme hanya lahir dari amarah sesaat karena buah dari penerapan sistem kapitalisme. Gerakan feminisme memaksa untuk memasukan paham ini ke seluruh agama dan bangsa. Perlunya kaum perempuan berhati-hati akan frame berpikir gerakan feminisme dalam rangka mengusung emansipasi wanita.
Islam mengajarkan aturan paripurna yang bersumber dari kitab Al-Quran, bahwa Allah Swt. menciptakan makhluk baik laki-laki dan perempuan sekaligus menempatkan hak dan kewajiban sesuai dengan porsi masing-masing. Artinya ketika Allah Swt. menciptakan laki-laki dengan segala kelebihan yang terdapat pada dirinya. Islam menempatkan posisi laki-laki lebih dominan karena hukum syara’ yang mengatur. Termasuk kewajiban menanggung nafkah bagi keluarganya serta kewajiban berjihad.
Sebaliknya perempuan diciptakan dengan kelemahlembutannya, merupakan kelebihan yang Allah Swt. ciptakan. Dengan kelemahlembutannya serta perannya di ranah domestik mampu melahirkan generasi emas pembangun peradaban. Kedudukan kaum perempuan menjadi mulia karena dilindungi dan dijaga. Semua itu tidak lepas dari peran negara yaitu institusi penerapan Islam, yaitu khilafah. Wallahu’a’lam bisshowab.[]
Photo Source by Google
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






