Opini

Mewujudkan Kebangkitan Islam Tugas Siapa?

Saat ini kita perlu arah yang jelas dalam perjuangan dakwah politik Islam menuju peradaban Islam yang hakiki. Arah tersebut telah dituntunkan oleh Rasulullah saw. Dengan membentuk kader tangguh, salah satunya kader tersebut dapat kita wujudkan dalam lingkungan pondok pesantren.


Oleh Adibah Ummu Affan

JURNALVIBES.COM – Pondok Pesantren hanyalah salah satu komponen yang berperan dalam mewujudkankan kembali peradaban Islam. Yang terpenting adalah perjuangan dakwah politik Islam yang terarah untuk hadirnya peradaban Islam yang hakiki. Semua bagian umat memiliki peran penting dalam perjuangan ini.

Dalam Pembukaan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) di Wajo Sulawesi Selatan Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan bahwa kebangkitan kembali peradaban emas Islam harus dimulai dari lingkungan pesantren. Jadi menurut Menag, pondok pesantren harus menjadi pelopor kebangkitan,sebab Islam di Nusantara sejak awal dibawa melalui “soft diplomacy” oleh ulama besar seperti Wali Songo, yang berdakwah dengan damai tanpa memusuhi pemerintah lokal (kemenag).

Di Pondok Pesantren memang yang lebih ditekankan pembelajaran kitab kuning (Turats), walaupun ada sebagian pondok pesantren yang telah memadukan dengan pembelajaran umum. Harapan kita tentu dari pondok pesantren ini lahir ulama dan pemimpin peradaban Islam. Namun apakah hal tersebut dapat terwujud? di tengah berbagai masalah yang dihadapi oleh pondok pesantren?

Masih kita ingat kasus ambruknya mushala Pondok Pesantren Al Khoziny yang memakan korban meninggal dan luka-luka akibat insfrastruktur yang tidak layak. Demikian juga maraknya kasus kekerasan seksual maupun fisik yang terjadi di lingkungan pondok pesantren. Belum lagi adanya program santripreneur yang membuat arah pondok pesantren teralihkan pada pengembangan ekonomi.

Kalau kita bicara kebangkitan peradaban emas Islam diawali dari pondok pesantren, tampaknya terlalu berlebihan. Mengapa? Karena pondok pesantren hanyalah satu komponen yang berperan dalam mewujudkan kembali peradaban Islam. Melihat permasalahan yang dihadapi pondok pesantren , nampak jelas bahwa ada upaya mengokohkan sekularisme di pesantren. Fokus santri terdistraksi karena harus memposisikan diri sebagai interpreneur dan menjadi motor ekonomi. Belum lagi santri juga diarahkan sebagai duta Islam moderat yang akhirnya terbawa pada hal yang bertentangan dengan Islam. Ini yang kita lihat dan rasakan di dunia pesantren dalam kehidupan sekular kapitalisme saat ini.

Karena itu hal pertama yang harus kita pahami bahwa setiap mukmin memiliki kewajiban untuk mewujudkan kembali peradaban Islam, tidak hanya tugas pondok pesantren semata. Dari kewajiban ini mukmin sejati akan terdorong untuk memahami apa yang menjadi asas dalam membangun peradab Islam. Tak lain asasnya aalah skidah Islam. Kekuatan iman akan melahirkan para pejuang tangguh di medan dakwah . Keteladanan kepada baginda Rasulullah saw. menjadi panduan dalam menapaki jalan kebangkitan.

Dalam sirah nabawiyah kita dapati para sahabat rasul yang dibentuk keimanannya menjadi kokoh menghadapi berbagai tantangan dakwah hingga berhasil membangun peradaban yang gemilang bertahan selama 13 abad. Kebahagiaan Muslim sejati adalah meraih rida Allah Swt. semata, bukan dunia. Maka dengan mudah para sahabat membangun peradaban emas Islam. Kuncinya adalah ketaatan pada perintah Allah dan Rasul-Nya.

Saat ini kita perlu arah yang jelas dalam perjuangan dakwah politik Islam menuju peradaban Islam yang hakiki. Arah tersebut telah dituntunkan oleh Rasulullah saw. dengan membentuk kader tangguh,salah satunya kader tersebut dapat kita wujudkan dalam lingkungan pondok pesantren. Tentu lingkungan pondok pesantren yang memang terarah dan terbina untuk membawa umat pada kebangkitan. Karena saat ini upaya mendistraksi pondok pesantren agar tidak fokus pada kebangkitan Islam terus dilakukan oleh musuh Islam.

Kemudian Rasulullah melakukan interaksi dengan masyarakat, yang saat ini dapat kita refleksikan dengan dakwah Islam kafah yang harus terus kita gaungkan ke tengah masyarakat. Hingga terbentuk opini umum di masyarakat bahwa Islam lah satu-satunya sistem yang dapat menggantikan sistem kapitalisme yang terus merusak umat dengan berbagai tipu dayanya.

Maka kita semua harus berperan dalam upaya kebangkitan peradaban Islam. Dimulai dengan kesadaran penuh berpegang pada akidah Islam, berjuang dalam dakwah politik Islam, apapun latar belakang pendidikan kita. Tentu santri yang memilki tsaqafah Islam yang mumpuni seharusnya terdepan dalam perjuangan ini.

Perjuangan untuk mengembalikan institusi yang dengannya akan terbangun peradaban Islam yang gemilang. Institusi yang menerapkan aturan Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by canva.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button