Opini

Pelaksanaan Syariat Islam Mampu Mendorong Pergerakan Ekonomi

Dengan dilaksanakannya syariat Islam akan terwujud sistem ekonomi Islam yang akan menciptakan kehidupan berkah dan mensejahterakan. Karena dalam berekonomi dorongannya adalah ketakwaan pada Allah Swt. bukan sekadar mendapatkan keuntungan semata. Pemimpin akan mengelola harta kekayaan negara dengan penuh kehati-hatian. Islam juga mencegah adanya konsentrasi harta kekayaan hanya pada segelintir orang saja agar tidak terjadi kesenjangan sosial di tengah masyarakat, serta ada larangan untuk memakan harta orang lain secara zalim.


Oleh Sulistijeni
(Pegiat Literasi)

JURNALVIBES.COM – Pada libur lebaran 2024 perputaran ekonomi di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif diprediksi mencapai Rp276 triliun. Jumlah ini meningkat 15% dibandingkan dengan libur lebaran tahun lalu. Hal ini sejalan dengan mobilitas masyarakat selama musim libur lebaran. (Katadata, 18/4/2024)

Aktivitas mudik lebaran memiliki dampak yang signifikan terhadap peningkatan pergerakan ekonomi masyarakat. Demikian yang disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menjadi pembicara kunci dalam FGD dengan tema “Mudik Ceria Penuh Makna: Tantangan dan Peluang Pelaksanaan Angkutan Lebaran Tahun 2024–1445 H” yang diselenggarakan Harian Kompas di Jakarta, Jumat 5 April 2024.

Dilansir dari kemenparekraf ( 1/4/2024), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memaparkan ada dua indikator utama yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga lima persen pada momen libur lebaran tepatnya pada kuartal I dan II tahun 2024. Dua indikator utama tersebut adalah peningkatan konsumsi dan peningkatan pergerakan masyarakat.

Mengenai pergerakan manusia yang didasarkan dari hasil survei 2024 yang dilakukan Kemenhub, adalah perjalanan mudik sebanyak 52 persen untuk berlebaran di kampung halaman, disusul 35,2 persen melakukan tradisi mengunjungi sanak saudara di kampung, serta 10,6 persen memanfaatkan waktu libur lebaran untuk berkunjung ke tempat wisata.

Bila menilik hasil survei pada 2023, potensi pergerakan masyarakat pada momentum lebaran mencapai 123,8 juta orang, sementara tahun ini mengalami kenaikan signifikan. Mengenai peningkatan konsumsi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menakar proyeksi perputaran ekonomi di sektor parekraf mencapai Rp276,1 triliun. (antaranews, 14/4/2024)

Tingginya perputaran ekonomi saat Ramadan maupun lebaran membawa kebaikan pada dunia pada saat ekonomi dunia lesu. Perputaran uang juga terjadi sangat signifikan pada saat ramadhan dan lebaran, sehingga mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Akibat adanya pembagian THR dan tradisi mudik untuk bersilaturahmi juga ada tradisi saling berbagi untuk memberikan makanan dan uang ke sanak saudara.

Di bulan Ramadan dan lebaran konsumsi masyarakat juga meningkat, karena pada bulan tersebut merupakan hari yang istimewa dan dirayakan. Dengan meningkatnya konsumsi dan banyaknya pengeluaran dari masyarakat mengakibatkan permintaan barang dan jasa meningkat. Adanya tradisi, dimana setiap Ramadan dan menjelang lebaran masyarakat akan berbelanja untuk kebutuhan, misalnya seperti makanan, minuman, pakaian dan juga transportasi. Apalagi ditunjang dengan adanya THR dan cuti libur bersama yang panjang, akan menambah pengeluaran dan belanja di saat mudik lebaran.

Hal inilah yang mendorong UMKM dan pariwisata untuk bisa hidup kembali guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini merupakan sebuah keberkahan di bulan Ramadan dan lebaran bagi UMKM. Selain itu di bulan Ramadan maupun lebaran, syariat Islam memerintahkan untuk berbagi dan membahagiakan saudaranya yang tidak mampu. Baik bersedekah uang ataupun makanan, dimana ini jelas akan membawa kebaikan pada perekonomian.

Allah Swt. berfirman didalam Al-Quran surat Al Hadid ayat 7 yang artinya, “Berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya serta infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari apa yang Dia (titipkan kepadamu dan) telah menjadikanmu berwenang dalam (penggunaan)-nya. Lalu, orang-orang yang beriman di antaramu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang sangat besar.”

Oleh karena itu umat pada saat Ramadan dan lebaran akan saling berbagi dan memberi agar beroleh pahala dari Allah Swt. Hal ini menyebabkan pada bulan ini akan banyak permintaan barang dan jasa, sehingga akan bisa menumbuhkan perekonomian.

Padahal ini masih sebagian syariat Islam diterapkan di saat Ramadan dan lebaran, yang sudah membawa keberkahan dengan meningkatnya roda perekonomian. Yang tadinya perekonomian lesu, dengan naiknya dan banyaknya permintaan barang dan jasa di bulan Ramadan dan lebaran, perekonomian mengalami peningkatan. Apalagi kalau semua syariat dan hukum Islam diterapkan, maka dijamin perekonomian akan lebih cepat lagi perputarannya dan akan mampu membawa kebaikan dan keberkahan bagi umat di dunia.

Umat pada saat di bulan Ramadan akan berlomba-lomba untuk mencari pahala dengan sedekah dan berbagi, karena pada bulan Ramadan pahala akan dilipat gandakan. Pada saat lebaran umat Muslim akan mengeluarkan zakat untuk dibagikan ke fakir miskin agar bisa merasakan kebahagiaan. Ini bisa mengerakkan perputaran uang dan ekonomi, ditambah lagi adanya pembagian THR, hadiah bagi anak-anak yang sudah menjadi tradisi di setiap lebaran. Karena itu merupakan sebuah bentuk ketaatan pada syariat Islam, dalam hal berbagi untuk memberikan kebaikan agar beroleh keberkahan.

Seperti yang Allah Taala firmankan di Al-Quran surat Al Lail ayat 5 sampai 7 yang artinya, “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.”

Dengan dilaksanakannya syariat Islam akan terwujud sistem ekonomi Islam yang akan menciptakan kehidupan berkah dan mensejahterakan. Karena dalam berekonomi dorongannya adalah ketakwaan pada Allah Swt. bukan mendapatkan keuntungan. Pemimpin akan mengelola harta kekayaan negara dengan penuh kehati-hatian. Islam juga mencegah adanya konsentrasi harta kekayaan hanya pada segelintir orang saja agar tidak terjadi kesenjangan sosial ditengah masyarakat, serta ada larangan untuk memakan harta orang lain secara zalim.

Demikian syariat Islam telah mengatur perekonomian sesuai dengan aturan Allah Swt. yang harus dijalankan agar perekonomian tetap berjalan. Dan semua itu hanya bisa terwujud dengan diterapkan Islam secara kafah dalam seluruh aspek kehidupan. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by istockphoto.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button