Opini

Investasi SDM dengan Program Makan Siang Gratis?

Islam tidak hanya memperhatikan kesehatan dan perkembangan sumber daya manusia secara fisik, namun juga secara mental, intelektual dan juga spiritual. Islam akan melahirkan generasi yang cerdas yang tidak akan mudah bermaksiat pada Allah. Pemikiran dan kepribadian Islam inilah kunci dari lahirnya generasi berkualitas.


Oleh Siti Uswatun Khasanah

JURNALVIBES.COM – Sumber Daya Manusia memang penting dalam membangun sebuah peradaban. Negara wajib memperhatikan perkembangan dan kemajuan SDM. Hal ini juga disoroti oleh pemerintah Indonesia. Terbukti dengan adanya rencana program makan siang gratis yang akan diadakan oleh presiden dan wakil presiden terpilih, yakni Prabowo-Gibran.

Dikutip dari detikjateng (2/4/2024), pengakuan dari wakil presiden terpilih 2024, mereka telah mengirimkan tim Prabowo-Gibran ke India untuk mempelajari tentang program makan siang gratis yang sudah berjalan di India.

Sementara itu ketua umum Partai Golkar sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan, sumber daya manusia (SDM) yang unggul sangat penting untuk membawa Indonesia lepas dari middle income trap. Lalu dirinya menyinggung tentang program makan siang gratis sebagai bentuk investasi SDM. Airlangga berharap dengan adanya program ini, tidak akan ada lagi masyarakat yang kekurangan gizi.(kompas, 7/4/2024)

Seharusnya kita dapat melihat bahwa kualitas SDM tidak hanya dipengaruhi oleh konsumsi makanan saja. Memang benar bahwa konsumsi menjadi salah satu faktor, namun juga banyak faktor lain yang mempengaruhi hal ini seperti sistem pendidikan, sistem ekonomi, sistem sosial dan sistem lainnya.

Program makan siang gratis tidak menjamin kemudahan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat. Padahal pendidikan inilah yang sejatinya mampu meningkatkan kualitas SDM, namun pada sistem kapitalisme hari ini pendidikan ibarat sebuah bisnis. Di mana masyarakat perlu mengeluarkan banyak uang untuk bisa menempuh pendidikan.

Pendidikan hanya bisa diakses kalangan tertentu saja. Posisi middle income trap yang diduduki Indonesia bukan semata karena rendahnya kualitas SDM. Banyak faktor yang berperan di dalamnya utamanya faktor ekonomi. Middle income trap sendiri merupakan keadaan suatu negara berhasil mencapai tingkat pendapatan menengah, tapi tidak dapat berhasil keluar dari tingkatan itu untuk mencapai negara maju. Maka faktor utamanya adalah faktor ekonomi. Tidak ada hubungannya dengan program makan siang gratis.

Sumber daya manusia tidak hanya dilihat dari kesehatan secara fisik saja, namun juga kesehatan mental, kecerdasan intelektual dan kesadaran hubungan dirinya Allah. Sayangnya, sistem sekuler hari ini telah mendidik generasi yang tidak memahami jati dirinya. Anak terbentuk menjadi generasi liberal yang berpikiran bebas, jauh dari asas agama sehingga mudah sekali untuk bermaksiat kepada Allah.

Standar kesuksesan juga hanya dilandaskan pada materi dan popularitas semata, generasi tidak memahami hakikat kehidupan untuk beribadah kepada Allah. Mental generasi cenderung lemah, tak mampu menghadapi persoalan hidup dengan tuntas. Peningkatan SDM tidak cukup dengan makan siang gratis. Kebutuhan pokok masyarakat yakni sandang, pangan dan papan memanglah tanggung jawab negara. Tidak terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat adalah bukti nyata kegagalan negara dalam memimpin umat ini.

Banyak kepala keluarga yang tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarganya karena sistem yang rusak yakni sistem sekuler kapitalis yang diterapkan di negeri ini. Maka masalah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mewujudkan program makan siang gratis, tanpa mencabut akar permasalahannya yaitu sistem sekuler kapitalis.

Sistem rusak sekuler kapitalis harus segera diganti dengan sistem yang mampu menyejahterakan manusia yakni sistem Islam kafah. Dalam sistem Islam negara wajib menjamin kesejahteraan warganya di berbagai bidang seperti pendidikan, pangan, ekonomi, dan lain sebagainya. Jaminan diberikan kepada seluruh warga negara daulah termasuk anak-anak, sehingga akan terwujud generasi yang berkualitas dan berakhlak mulia. Seperti halnya generasi Muslim di masa Islam berjaya dahulu. Banyak generasi yang lahir sebagai pemimpin di usia muda, sebagai ilmuwan, ulama dan sebagai pencetak sejarah lainnya.

Dalam negara Islam tentunya akan diterapkan sistem Islam di seluruh bidang termasuk ekonomi yang mampu memberikan kesejahteraan sehingga tidak akan terjadi kesenjangan di tengah-tengah masyarakat.

Islam tidak hanya memperhatikan kesehatan dan perkembangan sumber daya manusia secara fisik, namun juga secara mental, intelektual dan juga spiritual. Islam akan melahirkan generasi yang cerdas yang tidak akan mudah bermaksiat pada Allah. Pemikiran dan kepribadian Islam inilah kunci dari lahirnya generasi berkualitas. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by canva.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button