Opini

Derita Rakyat, Lonjakan Kemiskinan di Tengah Naiknya Harga

Kesempurnaan Islam akan terlihat saat diterapkan. Akan mengantarkan pada kebaikan umat manusia. Hadirnya seorang pemimpin yang memiliki keimanan yang kokoh akan memastikan semua aturan bersumber dari syariat.


Oleh Farah Sari, A. Md.
(Aktivis Dakwah Islam)

JURNALVIBES.COM – Masyarakat kembali menjerit dan harus menelan pil pahit. Mereka mendapat kado harga bahan pangan dan BBM yang melonjak naik.

Kondisi ekonomi yang belum stabil pasca pandemi akan semakin parah saat harga pangan dan BBM makin mahal. Kepada siapa masyarakat akan menggantungkan harapan keberlangsungan hidup mereka? Seharusnya pada penguasa negeri. Tapi faktanya, mungkinkah harapan itu bisa terwujud?

Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin mengamati dampak kenaikan harga pangan dan energi seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, hal tersebut menjadi pukulan bagi daya beli mayoritas masyarakat dan berpotensi menaikkan angka kemiskinan.

Menurutnya, seharusnya pemerintah mampu mengendalikan minyak goreng subsidi mulai dari harga hingga ketersediaanya, termasuk distribusinya. Dia meyakini kenaikan harga komoditas strategis seperti pangan dan energi ini telah berdampak luas pada rakyat Indonesia terutama terhadap masyarakat kelas menengah ke bawah. Ada sekitar 115 juta kelas menengah dan masih ada ratusan juta rakyat menengah kebawah yang terguncang dengan persoalan kenaikan harga ini. Pemerintah harus cek, dan temukan solusi agar persoalan ini tidak terus berlanjut.(dpr.go.id, 4/4/2022).

Permasalahan kemiskinan ini menarik untuk dilihat dari sudut pandang bagaimana peran pemimpin dalam menjamin terpenuhi kebutuhan rakyat. Seharusnya peran seorang pemimpin dapat terlihat dalam aspek tersedianya lapangan pekerjaan cukup bagi laki-laki (suami). Dengan bekerja dia bisa memberikan nafkah pada keluarga dengan baik. Dia akan mampu memenuhi kebutuhan pokok/dasar (sandang, pangan dan papan).

Peran pemimpin juga harus ada dalam menjamin tersedianya barang dan jasa yang dibutuhkan rakyat. Distribusi merata. Disamping itu, beban kehidupan rakyat menjadi ringan saat pemimpin (negara) menjamin tersedianya sarana pendidikan, kesehatan dan lainnya. Secara berkualitas dan gratis.

Dalam penerapan sistem demokrasi terlihat bahwa penguasa belum menjadi pihak yang bertanggung jawab penuh atas rakyat. Dalam hal terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. Baik kebutuhan dasar individu berupa (sandang, pangan, papan). Maupun kebutuhan dasar masyarakat berupa (pendidikan, kesehatan, keamanan dan lain-lain).
Rakyat harus mengupayakan sendiri agar semua kebutuhan tersebut bisa dipenuhi. Meski terpenuhi sekadarnya atau bahkan tidak terpenuhi dengan baik karena kondisi kemiskinan.

Kebutuhan strategis berupa pangan dan energi adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Karena terganggunya kebutuhan tersebut tentu akan memberikan dampak pada kehidupan dari aspek lain. Misalnya, berefek pada kesehatan, keberlangsungan hidup dan kualitas hidup rakyat.

Pemenuhan pangan yang bermasalah berpotensi menghantarkan pada kurang gizi, aspek kesehatan dan kecerdasan. Desakan pemenuhan kebutuhan pangan juga berpotensi menaikan angka kriminalitas. Orang yang kelaparan bisa saja terpaksa mencuri atau bahkan membunuh orang lain demi terpenuhi kebutuhan perutnya. Jika seperti ini, mustahil negeri ini akan lahir menjadi negeri dengan peradaban besar nan gemilang. Terhormat dan disegani oleh dunia.

Cenderung abainya penguasa terhadap rakyat diperkuat oleh setiap kebijakan yang dilahirkan dan diterapkan. Kebijakan tersebut jauh dari harapan untuk mensejahterakan rakyat. Dalam kasus kelangkaan minyak goreng yang terjadi, penguasa punya akses yang besar mengupayakan setiap rakyat mengakses minyak goreng.

Pertanyaannya, apakah penguasa mau atau tidak membuat kebijakan yang memudahkan hal tersebut? Hal ini tentu kembali pada paradigma yang menjadi dasar memimpin negeri ini. Diambilnya asas kebebasan dan pemisahan agama dari kehidupan dalam demokrasi telah melepaskan peran penguasa sebagai pengurus rakyat.

Kondisi ini seperti sebuah lingkaran setan yang sulit diputus. Kecuali dengan mengkaji secara cemerlang akar masalah yang menyebabkan kerusakan hingga kemiskinan, dan menetapkan solusi tuntas yang memecahkan persoalan. Semua itu hanya bisa terwujud jika syariat Islam diambil dan diterapkan oleh penguasa secara totalitas.

Pengambilan ini adalah sebuah kewajiban karena konsekuensi dari iman seorang Muslim. Dia harus berhukum dengan hukum dari Allah Swt. Sekaligus solusi yang selama ini dibutuhkan manusia untuk keluar dari kemiskinan. Inilah yang membedakan sistem demokrasi dan sistem Islam.

Islam sebagai sebuah sistem kehidupan telah menetapkan seorang penguasa sebagai periayah atas rakyat. Yang akan mengurus, menjaga, melindungi dan menjamin terpenuhinya seluruh kebutuhan dasar rakyat.

Diriwayatkan Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Abdullah bin Dinar dari Abdullah bin umar r.a berkata : Saya telah mendengar rasulullah saw. bersabda: ” Setiap orang adalah pemimpin dan akan di minta pertanggung jawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara akan diminta pertanggung jawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan di tanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang istri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggung jawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) dari hal-hal yang dipimpinnya.” ( HR. Muslim)

Demikian kesempurnaan Islam saat diterapkan. Akan mengantarkan pada kebaikan umat manusia. Hadirnya seorang pemimpin yang memiliki keimanan yang kokoh akan memastikan semua aturan bersumber dari syariat. Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button