Opini

Al-Qur’an Mulia Hanya dengan Islam

Islam mengajarkan kita agar memiliki adab terhadap Al-Qur’an, yaitu dengan memperlakukan dengan sebaik-baiknya termasuk diam dan mendengarkan ketika ayat Al-Qur’an dilantunkan.


Oleh Dewi Sartika
(Pemerhati Umat)

JURNALVIBES.COM – Baru-baru ini viral di media sosial sebuah cuplikan video qariah disawer saat melantunkan al-Quran. Sontak vidio tersebut mendapat kecaman karena dianggap melecehkan Al-Qur’an. Qariah yang diketahui bernama Nadia Hawasyi mengaku langsung menegur panitia usai disawer saat membacakan ayat suci Al-Qur’an di sebuah acara di Pandeglang, Banten. Nadia tidak terima diperlakukan seperti itu.

Pernyataan itu Nadia sampaikan melalui akun instagramnya @nadia_hawasyi6050 dalam kolom komentar unggahan video ustaz Hilmi yang memperlihatkan dirinya disawer saat ngaji.

Dikutip dari CNNIndonesia (5/1/2022), Nadia mengatakan menegur panitia setelah turun dari panggung. Dia hanya menahan kekesalannya sampai dirinya menyelesaikan pengajian. Nadia pun hanya bisa mencabuti uang-uang yang disempilkan di kepalanya. Nadia merasa tidak dihargai. Namun, saat orang-orang menyawer dengan uang, dia tidak bisa melakukan apapun karena sedang membacakan ayat suci.

Ketua majelis ulama Indonesia (MUI) pusat Cholil Nafis merasa geram setelah melihat tayangan vidio tersebut. Cholil menyatakan sawer uang kepada qari’ atau qariah merupakan cara yang salah dan tidak menghargai majelis itu disampaikan melalui tweeternya kamis ( 5/1/2023).

Kasus disawernya seorang qriah yang sedang membaca Al-Qur’an adalah bentuk pelecehan/ desakralisasi terhadap kitab suci umat Islam. seharusnya ketika ada yang membaca Al-Qur’an kita mendengarkan dan meresapi isi kandungan dari ayat yang dibaca tersebut, serta mengharapkan rida dan pahala dari Allah. Bukan menjadi bahan candaan.

Dengan terjadinya peristiwa penyaweran ini, jelas menggambarkan hilangnya adab terhadap kitab suci yang seharusnya dijunjung tinggi. Serta hilangnya adab kaum Muslim saat ini. Sistem kapitalis sekuler meniscayakan manusia berbuat sesuai keinginannya, meski itu melanggar norma dan adab yang disyariatkan oleh agama. Sebab, dalam sistem kapitalis sekuler manusia dijauhkan dari pemahaman agama Islam yang sebenarnya. Agama hanya dijadikan sebagai ritual semata, tidak dijadikan sebagai pijakan standar perbuatan dalam kehidupan. Alhasil, umat semakain jauh dari nilai nilai islam, sehingga tidak lagi menjadikan halal dam haram sebagai standar perbuatan manusia.

Namun, sebaliknya manusia menjadikan HAM yang merupakaan bagian dari aturan yang dibuat oleh manusia sebagai landasan yang menjunjung tinggi kebebasan berprilaku.

Kerusakan masyarakat saat ini sudah mencapai titik klimaks paling mengkhawatirkan. Oleh karena itu masihkah kita berharap pada sistem yang lahir dari rahim yang rusak ini ?

Umat membutuhkan adanya pelindung yang dapat menjaga moral dan adab mereka. Yaitu seorang pemimpin yang menerapkan sistem Islam secara keseluruhan dalam setiap sendi kehidupan. Sistem yang meniscayakan manusia memiliki ketakwaan individu, menjaga kesucian Al-Qur’an dan kemuliaanya dari orang orang yang berusaha untuk menghina dan melecehkannya.

Islam mengajarkan kita agar memiliki adab terhadap Al-Qur’an, yaitu dengan memperlakukan dengan sebaik-baiknya termasuk diam dan mendengarkan ketika ayat Al-Qur’an dilantunkan.

Sebagaimana firman Allah yang artinya:
“Dan apa bila dibacakan Al-quran, maka dengarkanlah baik baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapatkan rahmat” (TQS. al- A’raf : 204).

Dari ayat di atas sangat jelas bahwa Allah memerintahkan kepada manusia agar diam dan meresapi ketika ada yang melantunkan Al-Qur’an, serta kemudian mengamalkannya. Barang siapa yang mendengarkan bacaan Al-Qur’an dengan baik maka Allah akan mencatatnya sebagai amal kebaikan.

Dengan demikian hanya dengan penerapan Islam secara kafah dalam setiap sendi kehidupan Al-Qur’an akan terjaga kesucian dan kemuliaannya. Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Unsplash.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button