Opini

Kriminalitas Meningkat, Islam Solusi Tepat

Ketaatan pada aturan Allah menjadi syarat sekaligus bukti keimanan. Ketaatan inilah yang dijamin akan mewujudkan kehidupan yang penuh berkah.


Oleh Khusnawaroh
(Pemerhati Umat)

JURNALVIBES.COM Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Baubau Herman Mulawarman mengatakan saat ini Lapas Baubau telah menampung 554 orang napi, yang seyogianya diperuntukan hanya 196 orang dengan 32 ruangan.

Ratusan napi itu berasal dari sejumlah daerah. Mulai dari Baubau, Buton, Bombana, Buteng dan Busel. Herman mengatakan 554 orang jumlah napi di Lapas merupakan jumlah yang tidak sesuai lagi dengan peruntukannya, dan besar akan bertambah, karena berdasarkan laparan yang masuk, ada sekitar 48 orang saat ini masih diproses di kepolisian.

Sementara itu, kepala lapas baubau mengatakan, bahwa dirinya mendengar curhatan dari napi kalau saat di dalam, ruangan sangat sempit. (fajar co.id, 12/ 9/ 2022 ).

Seyogianya memang kejahatan tidak akan pernah punah, dia akan selalu ada kecuali jika dunia beserta isinya telah tiada atau berakhir. Namun, dalam hal ini tingkat kejahatan hanya dapat diminimalisir. Sehingga sangat tidak wajar jika kita menelaah berita yang ada, di Bau- bau jumlah napi yang terus bertambah hingga kapasitas ruangan yang hanya diperuntukkan untuk 196 orang ternyata jumlah napi yang ada berjumlah 554 orang. Tentu ini sangat mengkhawatirkan. Sebab Over kapasitas penjara ini membuktikan bahwa semakin merajalela orang melakukan kejahatan sehingga angka kriminalitas semakin tinggi. Tingkat keamanan semakin rendah.

Tentunya ini bukan hanya terjadi di kota Bau- bau saja, di kota- kota besar pun dapat mengalami hal yang sama dan bisa jadi lebih memprihatinkan. kehidupan penjara dan hukuman tidak membuat jera, sehingga kenyataan buruk ini selalu berulang terus menerus. Harga kebutuhan hidup semakin tinggi, lapangan pekerjaan sulit, faktor ekonomi inilah yang menjadi faktor utama yang menjerat.

Orang rela melakukan tindakan yang buruk demi memenuhi kebutuhan hidup. Menyedihkan, Ketakwaan seharusnya menjadi benteng utama untuk menjaga diri agar selalu berada dalam jalan kebenaran. Untuk menciptakan dan menjaga ketakwaan menjadi kewajiban diri kita sebagai hamba Allah, serta masyarakat memiliki andil sebagai pengontrol. Pun negara memiliki peran besar dalam memberikan hukuman yang memberikan efek jera bagi pelaku yang telah dipenjara. Sayangnya peran itu seakan hilang dalam negeri ini.

Para pemangku kekuasaan seakan lepas tangan untuk memberikan kesejahteraan, serta keamanan bagi rakyatnya. Berlimpah ruah sumber daya alam yang Tuhan telah berikan namun tak dapat dikelola dengan benar sesuai dengan syariatnya. Yang terjadi jaminan kesehatan, pendidikan, ekonomi pun tak sanggup diberikan untuk mensejahterakan rakyat.

Kemakmuran hanya dapat dirasakan oleh sekelompok orang saja, terlebih rezim saat ini dengan senang hati telah menaikkan harga BBM. Kesengsaraan rakyat semakin bertambah kejahatan semakin menggurita.

Inilah hasil dari sistem kapitalis sekuler sistem yang sangat mengerikan. Sistem ini hanya akan membawa manusia ke dalam jalan kesesatan. Aroma kebenaran akan berusaha di kubur dan api kebatilan berusaha untuk senantiasa dinyalakan. Sistem inilah yang sebenarnya harus ditakuti bukan sistem Islam yang membawa cahaya kebenaran.

Sistem Islam dalam bingkai khilafah adalah suatu sistem yang berasal dari Allah Swt. Sedangkan Sistem kapitalis sekuler demokrasi adalah sistem buatan manusia. Jelas sistem Islamlah yang lebih unggul dan mulia telah terbukti berhasil dalam kejayaannya memimpin dunia selama 1300 tahun lamanya.

Pada saat Islam berjaya dengan diterapkannya aturan secara menyeluruh yang terjadi hampir tidak ada tindak kejahatan yang dilakukan oleh umat manusia. Sebab ketakwaan Individu selalu terjaga selain amal ma’ruf nahi munkar selalu dijalankan antar individu, dan masyarakat. Negara juga sangat berperan bagaimana agar akidah, ketakwaan rakyat terjaga dengan baik.

Dengan demikian dikatakan bahwa Islam adalah agama yang kompleks dan sempurna yang memiliki sistem yang berbeda. Termasuk menciptakan sistem pendidikan yang berbasis Islam yang dapat melahirkan generasi yang memiliki syakhsiyah Islam.

Sistem ekonomi juga menjadi penunjang yakni terpenuhinya kebutuhan hidup rakyat, sehingga perilaku maksiat akan berkurang karena alasan ekonomi tidak ada. Lapangan pekerjaan juga terbuka luas bagi laki- laki dalam menunaikan kewajiban nafkahnya.

Sistem yang mulia ini akan meminimalisir terjadinya angka kriminalitas ditambah pula negara menjalankan sistem sanksi dan hukum yang tegas yang bertindak sebagai penebus dan penjera.

Ketaatan pada aturan Allah menjadi syarat sekaligus bukti keimanan. Ketaatan inilah yang dijamin akan mewujudkan kehidupan yang penuh berkah. Sistem Islam menerapkan syariat Islam secara kafah akan menjadikan Islam sebagai agama yang rahmatan lilalamin.

Allah swt berfirman: “Dan tidaklah kami mengutus engkau muhammad melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam” (TQS. al-anbiya : 107).

Allah Swt. akan memberikan rahmatnya kepada seluruh mahluk yang ada di muka bumi ini, terkhusus bagi mereka kaum muslim dengan hidayah yang Allah Swt. berikan maka mereka akan raih keselamatan abadi dunia dan akhirat. Selain kaum Muslim, orang-orang munafik, mereka akan terahmati dengan jaminan terjaganya kehormatan, harta, nyawa mereka selama di dunia.

Inilah keunikan sistem Islam dalam menangani kasus kriminalitas. Sehingga menerapkannya adalah suatu kewajiban. Hidup adalah pilihan dan setiap jiwa akan diminta pertanggungjawaban kelak dihadapan Allah Swt. Pastikan bahwa diri kita senantiasa menginginkan bahwa hanya sistem Islamlah yang pantas untuk mengatur kehidupan manusia mendukung dan memperjuangkannya adalah pilihan yang mulia. Wallahu a’lam bisshawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by unsplash.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button