Opini

Kemerdekaan Hakiki: Benarkah Sudah Kita Raih?

Kebangkitan dan kemerdekaan yang hakiki sejatinya akan diraih manakala bangsa ini mau kembali pada Islam, memakai aturan Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Karena dengan menerapkan sistem inilah sudah pasti Allah akan menurunkan keberkahan, kemuliaan dan kesejahteraan yang hakiki.


Oleh Farizatul Ilmi
(Aktivis Dakwah)

JURNALVIBES.COM – Setiap tahunnya kita merayakan hari kemerdekaan yang diikuti oleh semua khalayak. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, laki-laki maupun perempuan dan juga dari berbagai instansi pemerintah, RS, sekolah, dan masih banyak lagi pihak yang turut memeriahkan hari kemerdekaan itu.

Lihat saja tepat di tanggal 17 Agustus semua berbondong-bondong merayakannya, mulai dari mengikuti upacara, perlombaan-perlombaan, dan sebagainya. Namun apakah dengan semua ini makna dari kemerdekaan itu mereka pahami? Sudahkah kita mendapatkan jawabannya ataukah kita hanya ikut-ikutan dalam memaknai kemerdekaan itu.

Sejatinya kemerdekaan adalah terbebas dari penghambaan kepada manusia dan hanya kepada Allah lah harusnya penghambaan itu kita berikan. Artinya bahwa setiap kita baik itu individu, masyarakat bahkan negara tidak lagi menghamba kepada manusia melainkan kepada Allah Swt. satu-satunya yang wajib kita sembah.

Tidak lagi memakai aturan yang dibuat oleh manusia melainkan aturan dari Dzat yang menciptakan manusia yaitu aturan Allah, yang mana kita kenal dengan istilah syariat Allah. Tidak lagi mengambil aturan dengan setengah-setengah sebagian diambil dan sebagian yang lain tidak.

Kita harus melaksanakan aturan atau syariat Allah dengan kafah atau menyeluruh tidak memilah-milah mana yang sesuai dengan kemauan kita dan mana yang tidak. Misal, kita mengambil aturan salat, puasa tapi kita tidak mengambil aturan terkait muamalah, kita paham riba itu haram, tapi masih saja mengambilnya dengan dalih kalau kita tidak mengambilnya kita tidak akan bisa punya modal, rumah dan sebagainya.

Padahal aturan tersebut Allah berikan karena Allah lebih tahu apa yang akan berdampak pada kita sebagai makhluk yang kita itu diciptakan oleh-Nya, jika kita masih saja ngeyel dalam mengambil aturan-Nya, sudah dipastikan keberkahan akan sulit kita raih. Jadi, seharusnya kita mengambil syariat Allah dengan menyeluruh tidak boleh setengah-setengah atau bahkan tidak mengambil sama sekali.

Di sisi lain, tentu kita tahu, Indonesia belum layak dikatakan merdeka. Karena meskipun merdeka dari penjajahan fisik sudah kita raih dari jauh-jauh hari, tepat 77 tahun silam, bertepatan pada tanggal 17 Agustus 1945 yang ditandai dengan dibacakannya teks proklamasi kemerdekaan oleh Ir. Soekarno-Hatta. Namun, apakah hakikat merdeka itu masih kita raih hingga detik ini? Tentu tidak.

Merdeka yang di maksud di sini adalah merdeka dari bayang-bayang negara-negara Barat, dimana kebijakan-kebijakan yang dipakai saat ini adalah kebijakan di luar dari Islam, yang masih sangat didominasi oleh kepentingan-kepentingan mereka. Tentu ini sangatlah berbeda dari makna kemerdekaan itu sendiri.

Hari kemerdekaan harus diikuti dengan ketundukan kita terhadap apa-apa yang diperintahkan Allah Swt. kepada manusia. Kemerdekaan yang hakiki tidak lagi dihantui bayang-bayang negara luar. Harusnya kebijakan-kebijakan yang dipakai sudah tentu harus mengikuti apa yang diatur oleh Islam yaitu kebijakan (aturan) yang diturunkan oleh Allah Swt.

Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim seharusnya memakai aturan-aturan Islam yang bersumber dari Al- Qur’an dan hadis, tapi nyatanya bangsa ini masih memakai aturan buatan manusia, bagaimana bisa dapat menyelesaikan berbagai permasalahan umat aturan yang dipakai adalah aturan manusia yang disitu sangatlah terbatas, penuh hawa nafsu yang mendominasi.

Alhasil setiap permasalahan yang diperoleh tak kunjung selesai, bahkan terus saja muncul masalah yang baru. Jika Indonesia masih memakai aturan selain aturan Islam maka sudah pasti Indonesia belum layak dikatakan merdeka, karena akan terus dijajah dari berbagai sisi baik ekonomi, budaya, politik, serta bidang lainnya.

Oleh karena itu, kebangkitan dan kemerdekaan yang hakiki sejatinya akan diraih manakala bangsa ini mau kembali pada Islam, memakai aturan Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Karena dengan menerapkan sistem inilah sudah pasti Allah akan menurunkan keberkahan, kemuliaan dan kesejahteraan yang hakiki. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button