Opini
Trending

Impor Beras, Rapuhnya Ketahanan Pangan

Dibutuhkan perhatian yang serius dari pemerintah untuk melakukan perubahan-perubahan dan inovasi terkait pertanian ini, sehingga tidak selalu melakukan impor berulang.


Oleh Eva Susandra, S.H.
(Anggota Komunitas Muslimah Menulis Depok)

JURNALVIBES.COM – Wacana impor beras belum lama ini menjadi pemberitaan, meskipun seperti kaset yang diputar ulang karena setiap tahun fenomena impor kerap menjadi solusi di saat harga beras naik. Seperti saat ini di penghujung akhir 2022 harga beras merangkak naik tentu saja akan sangat memberatkan masyarakat, khususnya masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Alih-alih kurangnya ketersediaan cadangan beras pemerintah (CDP), maka solusi yang dilakukan pemerintah adalah impor. Padahal, pemerintah melalui Bulog memiliki komitmen stok beras sebanyak 500 ribu ton di luar negeri. (CNBC Indonesia, 23/11/2022).

Di sisi lain petani enggan menjual beras produksinya ke Perum Bulog karena harga di pasar jauh lebih tinggi dibandingkan harga beli yang ditetapkan Bulog. Akibatnya, Bulog kesulitan untuk menambah cadangan beras pemerintah atau CBP yang semakin menipis (Katadata.co.id, 21/11/2022).

Ironis memang negeri yang sangat kaya dengan potensi alam menjadi negara yang kekurangan pasokan beras yang notabene kebutuhan pokok masyarakat. Dibutuhkan perhatian yang serius dari pemerintah untuk melakukan perubahan-perubahan dan inovasi terkait pertanian ini. Teknologi yang semakin maju seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah hingga bisa meningkatkan sektor pertanian di tanah air, sehingga bisa bersaing dengan negara lain.

Pendistribusian juga menjadi hal penting bagaimana negara menyediakan kebutuhan pangan ini hingga sampai ke tengah masyarkat. Dengan adanya kontrol harga, dan menyelesaikan permasalahan mengapa harga naik, mengapa stok beras berkurang dan hal lainnya yang menghambat ketersediaan beras. Kalau dilihat, impor beras yang dilakukan pemerintah menandakan rapuhnya ketahanan pangan negara.

Islam sebagai agama yang sempurna memiliki pemikiran dan aturan yang bersumber dari Al Khalik yaitu Allah Swt. Dalam Islam ada serangkaian aturan terkait pengelolaan dan pemenuhan kebutuhan rakyat. Dalam hal pengelolaan pangan pemerintah akan sangat memperhatikan kebutuhan rakyatnya, mendorong sektor pertanian dengan peningkatan kualitas mulai dari pupuk, alat-alat pertanian dan hal mendukung lainnya sehingga kedaulatan pangan terwujud. Bisa dipastikan negara tidak akan bergantung dari negara lain dan mengandalkan impor pertanian (beras)

Pasalnya, dalam Islam penguasa wajib mengurusi semua urusan kemaslahatan rakyatnya, karena ia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, sebagaimana Rasulullah saw. bersabda “Pemimpin adalah pihak yang berkewajiban memelihara urusan rakyat dan dia bertanggungjawab atas rakyat yang dia urus (HR Muslim).

Oleh karena itu, sudah saatnya kita kembali pada syariat Islam yang pasti mendatangkan maslahat, dan ketahanan pangan akan kuat. Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by unsplash.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button