Opini

Upaya Pencegahan Stunting Perlu Penyelesaian Fundamental

Dengan penerapan Islam maka negara akan mengelola SDA sehingga memiliki sumber pemasukan yang besar dan mampu menjamin kebutuhan pokok. Negara akan menjamin dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, terutama makanan yang dikonsumsi halal dan bergizi.


Oleh Hidayati
(Pegiat Literasi)

JURNALVIBES.COM – Stunting menjadi salah satu masalah kesehatan yang masih menggejala di Indonesia. Apalagi angka stunting di Indonesia masih tergolong tinggi. Oleh karena itu berbagai upaya pencegahan pun terus digalakan untuk mengatasinya. Akhirnya muncul program baru pemerintah yaitu himbauan untuk gemar makan ikan.

Melansir Tirto.id (9/3/2023), Menko Bidang Pembangunan Manusia Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa gemar makan ikan dapat mengatasi kasus stunting, karena ikan memiliki kandungan protein yang tinggi.

Setelah ditelusuri lebih mendalam ternyata stunting di Indonesia menempati urutan keempat tertinggi di dunia. Meski UNICEF melaporkan ada penurunan stunting di dunia, faktanya penyelesaian ini tidaklah merata. Ada sebagian wilayah yang masih terdampak tinggi kasusnya. Ini menunjukan bahwa stunting merupakan problem serius yang perlu penyelesaian menyeluruh. Mampukah program pemerintah dengan ajakan gemar makan ikan mengatasi masalah stunting di Indonesia?

Menurut Kementerian Kesehatan, stunting adalah kondisi gagalnya tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi dalam durasi lama. Upaya yang dilakukan pemerintah hanya sebatas seruan gemar konsumsi ikan tidak akan mengatasi masalah stunting di negeri ini. Karena belum menyentuh akar permasalahan yaitu kemiskinan.

Faktanya tidak semua masyarakat itu mampu membeli ikan, jangankan untuk membeli ikan, untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari pun masih ada yang sulit untuk mewujudkannya. Inilah yang menjadikan masyarakat akan tetap memprihatinkan.

Lantas, bagaimana bisa masyarakat memenuhi gizi seimbang bila faktor utamanya adalah kemiskinan? Selama problem kemiskinan tidak teratasi, maka stunting dapat dipastikan terus akan menjadi bayangan buruk bagi penduduk negeri ini.

Padahal Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam yang semestinya bisa dikelola. Namun mirisnya dinikmati oleh kelompok tertentu. Semua ini akibat penerapan sistem kapitalis yang berorientasi pada materi semata. Ideologi yang berasaskan materialisme sangat memberi ruang kebebasan bagi pemilik modal yang hanya ingin kaya sendiri, sedangkan rakyat biasa hanya bisa menjerit dan terpuruk. Negara pun hanya sebatas regulator pemegang kebijakan namun kenyataannya justru regulasi itu banyak menguntungkan para kapitalis.

Meski berbagai upaya teknis telah dilakukan tetap saja tidak bisa menyelesaikan akar masalah utamanya yang belum tuntas. Sebab penerapan sistem kapitalis yang menjadi pijakan.

Kapitalisme membuat para kapitalis makin kaya, orang biasa makin tersungkur sengsara. Jurang kaya dan miskin pun makin menganga.
Akhirnya, si kaya makin melimpah, yang miskin makin melarat. Kalau sudah miskin, rakyat tentu tidak mampu memenuhi kebutuhannya secara utuh, apalagi untuk beli ikan setiap harinya.

Inilah era kapitalis, siapa yang bisa membayar, merekalah yang bisa mendapatkannya. Walhasil, tanpa jaminan kesejahteraan mengentaskan kemiskinan, tanpa layanan kesehatan yang murah, serta tanpa kebijakan negara yang adil, dapat dipastikan stunting akan sulit terselesaikan.

Islam sebagai agama yang sempurna, terbukti mampu menyelesaikan permasalahan ini secara fundamental (dari dasar). Aturan dalam Islam tidak hanya dipegang oleh individu tapi juga negara yang wajib menjadikan Islam sebagai sandaran dalam membuat aturan.

Oleh karena itu, jika ingin stunting teratasi dengan tuntas semua solusi akan terwujud dalam negara yang peduli kepada rakyat secara keseluruhan yaitu Islam. Penerapan Islam yang total akan membuat rakyat sejahtera. Di mana negara akan memenuhi tanggung jawabnya dan tidak akan membiarkan para korporasi menguasai kekayaan alam begitu saja.

Dengan penerapan Islam maka negara akan mengelola SDA sehingga memiliki sumber pemasukan yang besar dan mampu menjamin kebutuhan pokok. Negara akan menjamin dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, terutama makanan yang dikonsumsi halal dan bergizi, umat sejahtera, memberi fasilitas dengan membuka lapangan pekerjaan hingga seseorang bisa memenuhi kebutuhan keluarganya secara baik hingga anak terpenuhi kecukupan gizinya, dan terhindar dari stunting.

Semua ini hanya diperoleh dalam sistem pemerintahan yang mengambil Islam sebagai pijakan. Mustahil diterapkan pada negara yang menjadikan kapitalisme sebagai panutan. Oleh karena itu, hanya sistem pemerintahan Islam yang dapat menjawab masalah stunting. Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator:


Photo Source by istockphoto.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button