Sistem Sekuler Melahirkan Remaja Liberal

Penerapan sekularisme menjadikan aturan kehidupan bersumber dari akal manusia. Standar salah dan benar bukan lagi menurut aturan Sang Pencipta melainkan sesuai kepentingan manusia. Pencipta hanya ditempatkan mengatur urusan peribadatan (ibadah mahdhah).
Oleh Sitti Amina, S.Pd.
(Aktivis Dakwah Jambi)
JURNALVIBES.COM – Semua manusia memiliki potensi yang sama. Allah menciptakan kepada setiap manusia naluri dan kebutuhan jasmani. Setiap manusia memiliki tiga naluri diantaranya adalah naluri mempertahankan dan melestarikan keturunan, naluri beragama, dan naluri mempertahankan diri.
Allah Swt. telah menciptakan khasiat (sifat dan ciri khas) tertentu pada setiap naluri dan kebutuhan jasmani yang ada pada diri manusia. Misalnya pada naluri mempertahankan dan melestarikan keturunan telah diciptakan khasiat dorongan seksual. Khasiat ini dijadikan Allah Swt. bersifat baku sesuai dengan sunnatul wujud (peraturan alam yang ditetapkan Allah).
Khasiat ini memiliki potensi yang dapat digunakan manusia dalam bentuk amal kebaikan apabila sesuai dengan perintah Allah. Bisa juga digunakan untuk berbuat kejahatan apabila melanggar perintah Allah dan larangan-Nya. Misalnya pergaulan bebas remaja saat ini yang tidak memperdulikan ajaran agamanya.
Pergaulan bebas di Kota Jambi semakin mencemaskan saja. Sebanyak 89 anak di bawah umur diduga terlibat prostitusi berhasil diamankan tim gabungan Operasi Pekat Siginjai. Para anak dibawah umur tersebut, diamankan dari sejumlah kamar hotel, hingga kos-kosan di kawasan Kota Jambi dan daerah. hasil pemeriksaan sementara, para anak di bawah ini terlibat prostitusi online, berbasis aplikasi Mi Chat. Pantauan di lokasi selama operasi Pekat, para pelaku yang terlibat prostitusi ini, beberapa menetap di sebuah hotel, untuk menunggu pelanggannya. Mereka menyewa kamar hotel hingga berbulan, dan melayani tamu-tamunya di hotel tersebut.
Dikutip Jamberita.com (17/11/2022), saat ini, anak-anak di bawah umur tersebut telah dilakukan pembinaan, dengan dibuat surat pernyataan di hadapan pihak keluarga, dan dikenakan sanksi wajib lapor. Penindakan tersebut, merupakan hasil operasi Polda Jambi dan Polres jajaran selama operasi Pekat.
Persoalan pergaulan bebas remaja di negeri ini memang belum usai, bahkan semakin hari semakin parah dan tak terkendali. Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, menambahkan pendidikan seks usia dini di institusi pendidikan ternyata tidak mampu menyelesaikan masalah. Sebab upaya-upaya ini sesungguhnya belum menyentuh akar persoalan pergaulan bebas remaja. Maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja sebenarnya karena ini masih mempertahankan penerapan sistem sekularisme dan liberalisme.
Penerapan sekularisme menjadikan aturan kehidupan bersumber dari akal manusia. Standar salah dan benar bukan lagi menurut aturan Sang Pencipta melainkan sesuai kepentingan manusia. Pencipta hanya ditempatkan mengatur urusan peribadatan (ibadah mahdhah).
Dengan penerapan sekularisme inilah muncul kebebasan. Salah satunya kebebasan berperilaku yang menafikkan peranan pencipta mengatur pergaulan manusia. Tak heran jika negeri ini cenderung membiarkan remaja melakukan aktivitas pacaran, berikhtilat, berdua-duaan dengan lawan jenis membiarkan tontonan “dewasa” dinikmati siapapun termasuk remaja.
Remaja saat ini telah terpapar gaya hidup liberal yang berasal dari Barat. Hal ini juga dampak dari penerapan kurikulum pendidikan yang sarat dengan sekularisme dan liberalisme. Kurikulum sekolah kita tidak menyentuh kesadaran serta keimanan sama sekali. Penyadaran pentingnya belajar sebagai modal kehidupan, membentuk etika dan akhlak mulia mendapatkan porsi yang sangat kecil.
Pelajaran agama yang mengajarkan hal tersebut hanya diberi porsi dua jam dalam sepekan. Karenanya, persoalan pergaulan bebas ini akan selesai dengan mengganti sistem sekularisme dengan sistem Islam yang memuliakan manusia. Wallahu a’lam bishawwab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz
Photo Source by unsplash.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






