
Islam bukan hanya sebuah agama, tapi juga sebuah sistem aturan kehidupan. Sistem Islam yang bersumber dari Sang Pencipta, Allah Swt. tidak akan mungkin menzalimi makhluk-Nya. Sistem ini telah membuktikan selama 13 abad menjadi mercusuar dunia.
Oleh Meitya Rahma
JURNALVIBES.COM – Apa yang kita bayangkan tentang negeri kita tercinta ini? Zamrud khatulistiwa? Bayangan zamrud seperti permata hijau yang memukau.
Namun ternyata julukan yang indah ini tak seindah bayangan. Pada kenyataan Indonesia masuk dalam 100 negara paling miskin di dunia. Hal ini diukur dari Gross National Income (GNI) atau pendapatan nasional bruto per kapita. Mengutip World Population Review, Indonesia masuk dalam urutan ke-73 negara termiskin di dunia. Pendapatan nasional bruto RI tercatat US$3.870 per kapita pada 2020. Sedangkan dari gfmag.com, Indonesia menjadi negara paling miskin nomor 91 di dunia pada 2022 (CNN Indonesia,26/9/2022).
Dibandingkan dengan negara Asia Tenggara yang lain Indonesia masih tergolong lumayan. Vietnam menduduki urutan ke 82. Filipina urutan ke 72,Kamboja 46 Myanmar ke-45, dan Timor Leste ke-29.
Sebelumnya, Bank Dunia (World Bank) mengubah batas garis kemiskinan. Hal ini membuat 13 juta warga Indonesia yang sebelumnya masuk golongan menengah bawah menjadi jatuh miskin. Dengan asumsi kurs Rp15.216 per dolar AS, maka garis kemiskinan ekstrem Bank Dunia adalah Rp32.812 per kapita per hari atau Rp984.360 per kapita per bulan.
Batas garis kemiskinan Bank Dunia tersebut tentu berbeda dengan yang menjadi acuan Badan Pusat Statistik (BPS). Sementara itu, BPS mengartikan garis kemiskinan sebagai cerminan nilai rupiah pengeluaran minimum yang diperlukan seseorang untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya selama sebulan, baik kebutuhan makanan maupun nonmakanan.
Garis kemiskinan terdiri dari garis kemiskinan makanan (GKM) dan garis kemiskinan nonmakanan (GKNM). Garis kemiskinan yang digunakan BPS pada Maret 2022 tercatat Rp505.469,00 per kapita per bulan dengan komposisi GKM sebesar Rp374.455,00 (74,08 persen) dan GKNM sebesar Rp131.014,00 (25,92 persen). (CNN Indonesia, 26/9/2022)
Ketentuan batas kemiskinan menurut standar Bank Dunia maupun BPS ini masih kurang. Karena hidup di Indonesia dengan penghasilan satu juta pun masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup.Terlebih BPS sangat tidak logis karena standar garis kemiskinan yang digunakan Rp 505.469 per kapita per bulan. Tentunya penetapan standar tersebut tidak akan merubah apapun. Tetap saja Indonesia termasuk dalam negara termiskin.
Ini sangat miris, masuk kategori negeri miskin padahal sebenarnya memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Ironisnya, walaupun negeri kita banyak yang berada di garis kemiskinan. Ketimpangan antara si miskin dan si kaya masih ada. Belum lama ini, Range Rover baru resmi meluncur di Indonesia. Kendaraan ini dibanderol mulai Rp 5,9 miliar dengan status off the road. Meski baru diluncurkan, namun stok yang tersedia di Tanah Air sudah nyaris habis (detik.com).
Kendaraan ini termasuk limited, hanya tersedia 50 unit di dalam negeri hingga akhir tahun. Separuh lebih dari stok yang tersedia kini sudah sold alias terjual ke konsumen. Negeri termiskin saja penduduknya ternyata juga banyak yang terkategori kaya. Jadi dapat disimpulkan bahwa ketimpangan sosial di negeri ini nampak nyata. Melihat gaya hidup para milyarder, artis pastinya tak lepas dari barang-barang branded yang nilainya sampai milyaran. (Detik.com, 26/10/22)
Sistim kapitalis telah menjadikan rakyat hidup dalam ketimpangan sosial dan ekonomi. Yang kaya semakin kaya, miskin akan semakin miskin. Kemakmuran hanya pada orang-orang tertentu. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia hanya tertulis saja. Realisasinya jauh panggang dari api. Ketidakadilan dari berbagai lini kehidupan dirasakan sebagian besar rakyat. Ketidakadilan terjadi di berbagai sektor baik ekonomi, sosial, dan ini dirasakan sebagian besar masyarakat.
Kita bisa lihat contohnya, di saat rakyat Indonesia masuk dalam negara termiskin masih ada saja orang kaya yang belanja mobil mewah. Ketidakadilan juga nampak dalam penetapan kebijakan. Aturan atau kebijakan yang dibuat selalu menguntungkan para kapital, pemilik modal. Rakyat kecil selalu termarginalkan.
Masih inginkah dengan kondisi seperti ini? Ketidakadilan dari berbagai lini kehidupan. Tentunya sangat wajar jika masyarakat tidak ingin berlama-lama dengan kondisi ini. Untuk itu perlu adanya sebuah perubahan sistem yang menggantikan sistim kapitalisme.
Berbicara sistem yang paripurna, Islam lah jawabannya. Karena Islam bukan hanya sebuah agama, tapi juga sebuah sistem aturan kehidupan. Sistem Islam yang bersumber dari Sang Pencipta, Allah Swt. tidak akan mungkin menzalimi makhluk-Nya. Sistem ini telah membuktikan selama 13 abad menjadi mercusuar dunia. Bisa dilihat dari sejarah bagaimana pengaturan kesejahteraan dari berbagai bidang. Bidang pendidikan, misalnya saja, Islam sangat memperhatikan pendidikan bagi generasi.
Khilafah Islam sangat memperhatikan semua aspek agar rakyatnya cerdas.
Anak-anak dari semua kelas menempuh pendidikan dasar yang terjangkau oleh semua orang. Selain 80 sekolah umum Cordoba yang didirikan Khalifah Di Kairo, Al-Mansur Qalawun mendirikan sekolah anak yatim. Beliau menganggarkan setiap hari ransum makanan yang cukup serta satu stel baju untuk musim dingin dan satu stel baju untuk musim panas.
Bahkan untuk orang-orang badui yang berpindah-pindah, dikirim guru yang juga siap berpindah-pindah mengikuti tempat tinggal muridnya
Perekonomian yang membawa kemakmuran dan keluasan pengaruh pada masa itu. Kegiatan ekonomi telah menjadi sarana pencapaian kesejahteraan dan kemakmuran dengan sistem ekonomi Islam. Pada masa Rasulullah Saw maupun Abu Bakar ra. pengumpulan dan pendistribusian zakat serta pungutan- pungutan lainnya dilakukan secara serentak, yang artinya pendistribusian dana tersebut dilakukan setelah pengumpulan. Sehingga para petugas baitul maal setelah selesai melaksanakan tugasnya tidak lagi membawa sisa dana untuk disimpan.
Namun setelah pemerintahan digantikan oleh Umar bin Khattab, pendistribusian tidak lagi dilakukan secara serentak. Harta baitul maal dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan yang ada, bahkan diantaranya disediakan dana cadangan untuk keperluan darurat.
Ini semua adalah bukti bahwa manajemen yang baik dari seorang khalifah (pemimpin) tentang perencanaan pengelolaan dana yang ada pada baitul maal, mengingat ekspansi pada masa khalifah Umar semakin meluas dan semakin banyak harta yang mengalir ke baitul maal sebagai kas negara juga penuh. Sudah menjadi suatu keharusan seorang pemimpin mempunyai manajemen yang baik dalam kepemimpinan dengan segala kebijakannya. Penguasa juga bertanggung jawab untuk mensejahterakan rakyatnya secara adil.
Pengelolaan keuangan negara secara baik tentu akan membawa pada kesejahteraan rakyat. Saat ini umat butuh pemimpin/penguasa yang dapat menyejahterakan seluruh rakyat. Semoga segera terwujud kepemimpinan yang dapat mengurusi rakyat secara adil dengan berpedoman pada syariat Islam. Wallahu a’lam bishawwab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz
Photo Source by unsplash.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






