Opini

KDRT Capai 54 Kasus di Banyuwangi Buah Produk Kapitalisme?

Negara yang menerapkan sistem Islam akan meriayah rakyatnya dengan suasana keimanan membuat masyarakatnya jauh dari kemaksiatan. Karena tugas negara bertanggung jawab untuk menjaga akidah umatnya. Sehingga keluarga menjadikan Islam sebagai sandaran dalam menyelesaikan segala permasalahan rumah tangga.


Oleh. Ernita S

JURNALVIBES.COM – Keluarga harmonis yang penuh kasih sayang merupakan sebuah impian bagi setiap orang. Namun, dalam pelaksanaannya bukanlah perkara yang mudah untuk dijalani. Bahkan akhir-akhir ini kasus kekerasan dalam rumah tangga kembali menjadi sorotan masyarakat. Mirisnya, kekerasan dalam rumah tangga mencapai 276 kasus dalam tujuh tahun terakhir yang membuktikan ini bukan angka yang rendah.

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluaarga Berencana (Dinsos PPKB) Banyuwangi mencatat kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) mencapai 276 kasus dalam tujuh tahun terakhir, sejak 2017 hingga November 2023. KDRT meliputi kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, dan penelantaran. Kasus paling mendominasi yakni kekerasan fisik yang menimpa Perempuan dan anak. Selama tujuh tahun, jumlahnya pencapai 152 kasus. Kasus tertinggi kedua adalah kekerasan psikis sebanyak 85 kasus, penelantaran 37 kasus, dan kekerasan seksual Perempuan dan anak 13 kasus. (Liputan6, 3/12/2023)

Kasus KDRT tidak hanya terjadi pada kekerasan fisik saja namun psikis, seksual, dan penelantaran yang menandakan bahwa perkara yang serius. Sungguh sangat mengkhawatirkan apabila kasus ini terus menerus terjadi lagi. Permasalahan KDRT akan menjadi dampak lemahnya ketahanan pangan dalam keluarga apabila mengalami peningkatan seperti saat ini.

Kepala Dinsos PPKB Banyuwangi, Henik Setyorini menyatakan, selama tujuh tahun terakhir, kasus KDRT tertinggi terjadi di tahun 2023 ini. Dimana Mulai Januari hingga Akhir November tercatat mencapai 54 kasus, sedangkan tertinggi kedua terjadi pada tahun 2020 yang mencapai 51 kasus. Menurut Henik mayoritas terjadinya KDRT ini, akibat permasalahan ekonomi dalam keluarga. Kondisi tersebut menyulut emosi, sehingga terjadi KDRT. (Rri, 3/12/2023)

Penyebab KDRT lagi-lagi terkait permasalahan ekonomi yang belum terpenuhi untuk mensejahterakan keluarga yang berujung pada penganiyaan. Sehingga kasus kekerasan dalam rumah tangga marak terjadi dilingkungan masyarakat. Maka inilah gambaran buram kehidupan kapitalistik yang dijadikan sistem hidup sekarang.

Dalam sistem kapitalis menginginkan kemakmuran dan sejahtera hanya milik individu saja dan mengabaikan pihak lain. Dalam sistem ini yang berkuasa hanyalah berpihak pada orang memiliki modal saja. Maka tidak dipungkiri bahwa perekonomian yang sulit bisa menimbulkan KDRT yang berdampak pada ketentraman keluarga.

Di sisi lain, sistem kapitalis membuat mental semakin tertekan yang disebabkan oleh materi yang dijadikan sebagai tujuan kebahagiaan. Sehingga kebahagiaan dalam rumah tangga sudah tidak lagi berlandaskan syariat Islam. Akhirnya seseorang mempunyai akidah yang melemah yang menjadi penyebab ketidakharmonisan dalam kehidupan keluarga.

Berbeda dengan sistem Islam yang berperan menerapkan syariat Islam secara kafah dalam segala aspek kehidupan termasuk pada atuaran keluarga. Penerapannya ini akan mewujudkan keluarga yang sejahtera dan damai. Selain itu itu, dapat menciptakan lingkungan keluarga yang menunjang demi mewujudkan keluarga yang taat terhadap syariat Islam.

Dalam penerapan sistem ekonomi Islam akan memudahkan masyarakatnya untuk mendapatkan pekerjaan sehingga bisa menafkahi keluarganya. Sehingga perekonomian yang mendukung tidak tidak akan terjadi kekurangan ekonomi dalam kehidupan keluarga yang bisa menyebabkan kasus KDRT. Dari sinilah negara akan menjamin semua kebutuhan hidup rakyatnya secara penuh.

Adapun negara di sistem Islam akan meriayah rakyatnya dengan suasana keimanan membuat masyarakatnya jauh dari kemaksiatan. Karena tugas negara bertanggung jawab untuk menjaga akidah umatnya. Sehingga keluarga menjadikan Islam sebagai sandaran dalam menyelesaikan segala permasalahan rumah tangga.

Beginilah bagaimana cara Islam memberikan solusi dalam kekerasan rumah tangga. Di mana solusinya berasal dari Sang Khalik yang mengerti semua hal terbaik untuk hamba-Nya. Oleh karena itu, sudah selayaknya sekarang berpindah ke sistem yang lebih baik melalui penerapan Islam secara kafah. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by canva.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button