Opini

Pengungsi Rohingya Terabaikan Dunia Internasional

Masalah Muslim Rohingya hanya bisa diselesaikan ketika Islam memimpin dalam naungan khilafah yang merupakan perisai (junnah) untuk kaum Muslim. Keamanan negara menjadi tangguh ketika disiapkan tentara Islam dan dibangunnya industri militer.


Oleh Nabila Sinatrya

JURNALVIBES.COM – Miris melihat kaum Muslim Rohingya yang terkatung-katung di lautan. Mereka memilih untuk keluar dari negerinya (Myanmar) karena mendapat kezaliman dari penguasa setempat.

Pengungsi Rohingya menerima perawatan medis darurat setelah sebuah kapal yang membawa hampir 200 orang mendarat di Aceh, Indonesia pada Senin (26/12/2022). Pendaratan ini adalah pendaratan keempat di Aceh dalam beberapa bulan terakhir. (republika.co.id, 27/12/22)

Para pengungsi telah mengarungi lautan sekitar satu bulan lebih dan selama 10 hari tidak makan karena persediaan makanan tidak ada lagi. Dari data pemeriksaan petugas kesehatan ada 34 orang yang sakit, bahkan berdasarkan pemaparan salah satu pengungsi Rohingya Somusha Khatu, ada 26 orang yang meninggal di kapal. Ia juga menceritakan kehidupan mereka di negara asal (Myanmar) mendapatkan kezaliman yang luar biasa, rumah-rumah mereka dibakar, diusir, dianiaya, dan mendapat perlakuan kejam lainnya. Tentu ini bukan kejadian pertama kali.

Ratusan kaum Muslim nekat berlayar tanpa arah dengan harapan mendapatkan kehidupan yang lebih layak di wilayah lainnya. Namun setibanya di pantai, tidak menjamin hidup mereka akan aman, nyatanya mereka juga terlunta-lunta, ada yang mengusirnya karena merasa merepotkan dan mengganggu, ada juga yang memberi tampungan sementara.

Sedangkan perwakilan UNHCR di Indonesia mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah Indonesia terkait lokasi khusus untuk pengungsi Rohingya, apalagi para pengungsi juga memiliki hak asasi manusia. Padahal Indonesia belum meratifikasi Convention Relating to the Status of Refugees (Konvensi 1951) dan Protocol Relating to the Status of Refugees (Protokol 1967).

Penindasan terhadap Muslim Rohingya mulai gencar sejak kudeta militer Myanmar 1962 dan anehnya dunia masih diam melihat kekejaman Myanmar sekalipun Menlu Retno Marsudi memandang ASEAN dapat memainkan peran penting untuk mengembalikan perdamaian dan stabilitas di Myanmar.

Sejauh ini solusi yang diberikan tidak menyelesaikan pokok permasalahan, hal ini dipengaruhi dari penerapan sistem kapitalisme yang berasas pada sekularisme. Di mana agama berusaha disingkirkan dari kehidupan, terlebih kehidupan mayoritas di Myanmar adalah etnis Budha. Oleh karena itu, persoalan pengungsi Rohingya ini tidak bisa selesai hanya dengan seruan dan ajakan. Masalah ini tidak sekadar soal kemanusiaan tapi berkaitan dengan keamanan kaum Muslim karena hari ini umat Islam tidak memiliki perisai yang melindunginya. Juga tidak ada sanksi yang terhadap mereka yang dengan mudahnya mengambil nyawa tak bersalah dari kaum Muslim.

Masalah ini hanya bisa diselesaikan ketika Islam memimpin dalam naungan khilafah yang merupakan perisai (junnah) untuk kaum Muslim. Keamanan negara menjadi tangguh ketika disiapkan tentara Islam dan dibangunnya industri militer. Khilafah akan memberikan peringatan kepada siapapun yang menganiaya umat Islam, jika ditolak maka jihad akan dilakukan.

Seperti yang dilakukan khalifah Al-Mu’tashim billah ketika menyelamatkan satu orang Muslimah dari pelecehan yang dilakukan orang Romawi di Ammuriah, Turki. Beliau langsung mengirimkan ultimatum agar Muslimah tadi dilepaskan. Beliau juga mengirimkan pasukan dengan jumlah besar. Panjangnya barisan tentara ini tidak putus dari gerbang istana jhalifah di Baghdad hingga Ammuriah. Sehingga akhirnya Ammuriah mampu ditaklukkan. Demikianlah perlindungan Khilafah kepada satu nyawa kaum Muslim, bayangkan jika yang dianiaya adalah banyak orang muslim seperti yang terjadi hari ini. Maka khilafah akan langsung menolong mereka.

Dalam Khilafah, tidak ada diskriminasi atas agama, ras, suku, maupun bangsa. Nonmuslim tidak dipaksa masuk Islam. Mereka dibiarkan untuk beribadah di dalam tempat ibadah dan rumah mereka, sehingga seluruh umat hidup dalam kondisi aman, damai, dan sejahtera. Seperti itulah perlindungan yang akan diberikan kepada umat islam, tidakkah kita merindukkan kembali? Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by bing.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button