
Sesungguhnya kepemimpinan merupakan sebuah amanah, di mana kelak di hari kiamat akan mengakibatkan kerugian dan penyesalan. Kecuali mereka yang melaksanakannya dengan cara baik, serta dapat menjalankan amanahnya sebagai pemimpin.” (Riwayat Muslim).
Oleh Nasywa Adzkiya
(Aktivis Muslimah Kalsel)
JURNALVIBES.COM – Bak tak berkesudahan, Indonesia kerap dilanda bencana. Tidak hanya bencana alam melainkan juga berbagai permasalahan acap kali menimpa negeri ini. Rakyat tak henti-hentinya ditimpa kesulitan. Mulai dari masalah ekonomi hingga kesehatan. Seperti baru-baru ini Jawa Barat diterjang berbagai bencana dalam waktu berdekatan. Bencana alam yang terjadi tersebut beragam, mulai dari gempa bumi, puting beliung hingga erupsi sejumlah gunung berapi.
Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat jumlah korban meninggal akibat bencana gempa bumi Cianjur 5,6 Magnitudo menjadi sebanyak 600 orang karena sebagian besar tidak terdata, sedangkan korban meninggal tercatat 335 ditambah delapan orang yang belum ditemukan. (antaranews.com, 12/12/2022)
Selain itu, gunung Semeru kembali erupsi. Kali ini erupsi terjadi sekitar pukul 02.46 WIB, Minggu (3/12/2022) dengan tinggi kolom abu 1.500 meter di puncak gunung sekitar 5176 meter di atas permukaan laut. Fakta di atas hanyalah segelintir kasus bencana yang terjadi di negeri ini. Berbagai macam problem ekonomi dan sosial membuat rakyat semakin terhimpit.
Pemerintah Minim Empati
Rakyat adalah amanah yang seharusnya menjadi tanggung jawab Pemerintah, karena mereka adalah pelayan bagi rakyat, bukan sebaliknya. Namun yang terjadi di negeri ini ironisnya pemerintah seolah minim empati kepada rakyatnya.
Seperti yang pernah terjadi pada saat kenaikan harga BBM, DPR RI dikepung masa yang menolak kenaikan BBM, ruang paripurna DPR RI justru merayakan kejutan ulang tahun Puan Maharani yang ke 49. Di luar gedung DPR publik marah karena nasibnya yang semakin sulit sementara di dalam gedung DPR orang-orang sedang bersukaria merayakan ulang tahun Puan Maharani. Seolah tak mampu berbuat apa-apa, keadaan krisis ekonomi global dan konflik Rusia vs Ukraina yang selalu dijadikan alasan pembenaran menaikan harga-harga seolah-olah tidak ada cara lain. Yang dilakukan hanyalah mengorbankan rakyat. Hingga rakyat tak punya pilihan lain selain menerima keadaan buruk tersebut.
Pesta Mewah Penguasa Saat Rakyat Menderita
Publik Indonesia sedang tertuju pada kemewahan pesta pernikahan putra bungsu orang nomor satu di negeri ini. Melihat banyaknya pejabat dan artis yang hadir dalam pesta pernikahan tersebut tentu dapat ditaksir biaya yang dikeluarkan tentu sangat banyak. Sementara itu banyak pihak yang menilai bahwa seharusnya presiden tak perlu melakukan pesta mewah di saat rakyat sedang dalam keadaan susah. Apalagi di berbagai daerah baru saja dilanda bencana alam.
Mengutip pernyataan dari Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam menilai Jokowi seharusnya tidak perlu merayakan pernikahan Kaesang terlalu mewah dan vulgar. pesta mewah tersebut terkesan menghambur-hamburkan uang di tengah sulitnya ekonomi masyarakat.(pojoksatu.id, 11/12/2022)
Meneladani Pemimpin dalam Islam
Islam adalah agama yang paripurna. Bahkan Islam telah memberikan contoh dan teladan yang baik dalam berbagai aspek kehidupan termasuk tentang kepemimpinan. Di dalam Islam rakyat adalah amanah yang menjadi tanggung jawab penguasa.
Penguasa di dalam Islam begitu memprioritaskan rakyat dibandingkan dengan dirinya sendiri. Karena amanah menjadi pemimpin adalah kewajiban yang akan dipertanggung ljawabkan di hadapan Allah.
Hal ini sangat jauh berbeda dengan kepemimpinan dalam sistem kapitalis sekuler hari ini. Alih-alih mengayomi rakyat, justru pemerintah hari ini berfoya-foya di tengah kesusahan rakyat. Hal ini menunjukan bahwa empati pemerintah terhadap rakyat sangat minim. Hal ini bisa jadi dikarenakan jarak antara penguasa dan rakyat sangat jauh. Penguasa tak mengetahui betul bagaimana kondisi rakyatnya.
Khalifah Umar bin Khatab pernah berkata “Aku sangat khawatir akan ditanya Allah Swt. seandainya ada keledai terpeleset di jalanan Irak, kenapa aku tidak sediakan jalan yang rata” begitulah gambaran kepemimpinan dalam Islam, hewan saja diperhatikan oleh khalifah Umar apalagi manusia.
Pemimpin seperti Khalifah Umar bin Khatab tidak akan kita temui dalam sistem hari ini, karena sekularisme yang menjadi landasannya. Oleh karena itu hanya Islam lah yang mampu mewujudkan pemimpin amanah dan mengayomi rakyatnya.
Sesungguhnya kepemimpinan merupakan sebuah amanah, di mana kelak di hari kiamat akan mengakibatkan kerugian dan penyesalan. Kecuali mereka yang melaksanakannya dengan cara baik, serta dapat menjalankan amanahnya sebagai pemimpin.” (Riwayat Muslim). Wallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz
Photo Source by unsplash.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






