Opini

Maraknya Bullying Bukti Buruknya Sistem Pendidikan Kapitalisme

Sistem Islam yang diterapkan sempurna dalam bingkai negara akan mencetak generasi-generasi pintar dan beradab calon pemimpin masa depan peradaban gemilang.


Oleh Titin Kartini

Viral sebuah video yang menyesakkan dada, membuat kita marah bercampur sedih. Melihat kelakuan para pelajar yang kian hari semakin memprihatinkan.

Ramai beredar di media sosial, seorang nenek di Tapanuli menjadi salah satu korban penganiayaan oleh sekelompok pelajar. Dengan alasan iseng mereka menendang seorang perempuan tua renta tanpa rasa bersalah sedikit pun, mereka justru tertawa dan merekamnya. (Kumparan.com,
20/10/2022)

Pelajar yang notabenenya calon generasi penerus bangsa, namun seakan tak ada harapan. Karena mereka tumbuh menjadi sosok anak tanpa adab terhadap orang yang lebih tua. Tentu miris jika ini terus terjadi sistem pendidikan yang seharusnya menjadi wadah untuk mencetak generasi unggul ternyata justru menghasilkan generasi minus adab dan norma-norma sopan santun.

Sistem pendidikan kapitalisme telah mengikis tujuan pendidikan yang sesungguhnya. Sehingga menghasilkan generasi-generasi brutal tanpa berpikir panjang akan akibatnya. Mereka seolah tak ada rasa takut akan adanya dosa atas apa yang diperbuatnya. Inilah hasil dari diterapkannya sistem pendidikan kapitalisme dengan asas liberal dan sekuler.

Tayangan di berbagai media pun turut berperan memberikan contoh yang kurang baik. Sehingga mereka bebas berbuat apa saja, menirukan contoh dari tayangan yang mereka tonton. Anak-anak tumbuh semakin jauh dari nilai agama. Sehingga tidak ada rasa takut bahwa semuanya akan dimintai pertanggungjawaban.

Kita tidak mungkin membiarkan ini semua terus terjadi. Harus ada upaya untuk menyelamatkan generasi ini dari jurang kehancuran. Mengembalikan mereka pada fitrahnya sebagai seorang pelajar yang akan meneruskan peradaban manusia.

Namun suatu kemustahilan jika berharap pada sistem yang saat ini diterapkan. Mencari sistem alternatif yang terbukti mampu melahirkan generasi emas peradaban.

Islam sebagai agama sekaligus sistem kehidupan memiliki seperangkat aturan yang sempurna. Sistem Islam telah terbukti selama 13 abad menjadi mercusuar dunia. Mendidik generasi mudanya menjadi generasi yang unggul dan tangguh. Baik dari segi keilmuan maupun keluhuran budinya.

Pendidikan dalam Islam bersandar pada akidah yang bersumber pada Al-Qur’an dan sunah serta apa-apa yang ditunjukkan oleh keduanya berupa ijma sahabat dan qiyas. Hal ini akan mengoptimalkan potensi yang dimiliki manusia.

Islam memiliki mekanisme jelas dalam proses pembelajaran, sehingga tujuan pendidikan bisa diraih dengan maksimal. Tujuan pokok pendidikan dalam Islam meliputi dua hal. Pertama, membangun kepribadian Islami, yaitu pola pikir (aqliyah) dan pola sikap (nafsiyah) bagi pelajar. Karena akidah menjadi asas kehidupan setiap Muslim sehingga wajib dijadikan asas dalam berfikir dan berkecendrungan.

Salah satu ayat yang mengajak untuk berfikir adalah firman Allah Swt. dalam QS Ali Imran ayat 191 yang artinya: “Dan mereka berfikir tentang penciptaan langit dan bumi.”

Juga hadis Rasulullah saw. “berfikir sesaat lebih baik daripada beribadah setahun.”

Strategi pendidikan harus dirancang untuk bisa mewujudkan identitas kislaman yang kuat secara pola pikir dan pola sikap. Dengan metode penanaman tsaqafah Islam berupa akidah, pemikiran, dan perilaku islami ke dalam jiwa para pelajar.

Kedua, mempersiapkan generasi Muslim agar di antara mereka ada menjadi ulama yang ahli di setiap aspek kehidupan, baik ilmu-ilmu keislaman (ijtihad, fikih, maupun peradilan), maupun berbagai bidang sains (teknik, kimia, fisika, atau kedokteran).

Dengan tujuan dan pembekalan disertai hadirnya negara dan pemimpin, memberikan perhatian yang lebih untuk calon generasi bangsa. Negara juga menutup situs-situs berbahaya yang dapat mempengaruhi pemikiran generasi bangsa.

Alhasil hanya dengan sistem Islam yang besemua dapat terwujud dan sehingga calon generasi penerus dapat terselamatkan.

Mari kita sama-sama menyelamatkan generasi bangsa, calon pemimpin peradaban Islam dengan sistem yang sempurna. Sistem Islam yang diterapkan sempurna dalam bingkai negara akan mencetak generasi-generasi pintar dan beradab calon pemimpin masa depan peradaban gemilang. Calon pemimpin yang takut jika tindak tanduknya tidak sesuai hukum Allah dan Rasul-Nya akan mendapatkan siksa yang pedih. Halal haram menjadi standar dalam setiap langkah perbuatan para generasi yang berakhlak mulia.

Menjadi umat terbaik seperti harapan manusia mulia yang menjadi suri teladan kita, Rasulullah saw. mempunyai jiwa menyayangi yang muda menghormati yang tua. Generasi yang berlomba-lomba dalam kebaikan, dan senantiasa menjauhi keharaman.

Standar pendidikan dalam Islam adalah gold standard (standar emas) yang dirumuskan berdasarkan ketentuan Zat Al-‘Aalimun (Yang Maha Mengetahui), Allah Ta’ala sang pemilik asal ilmu dan kebenaran. Dalam arti penetapan indikator kunci dan penilaian kinerja seutuhnya dikembalikan kepada ada ketentuan syara. Standar mutu pendidikan Islam diformulasikan sebagai tolok ukur sahih bagi aspek prinsip sistem pendidikan yang didedikasikan bagi kemuliaan manusia dan kesejahteraannya.

Sungguh Islam begitu sempurna dalam setiap peraturannya, masihkah kita ragu akan hal ini? Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by google.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button