Opini

Mengapa Kejahatan Meningkat di Bulan Ramadhan??

Dalam Islam SDA yang tak terbatas jumlahnya termasuk dalam kepemilikan umum yang harus dikelola oleh negara. Maka negara akan menggaji karyawan sesuai dengan kepakarannya. Tentu negara akan menyediakan peralatana dan teknologi untuk bisa memanfaatkan SDA tersebut sebesar besarnya untuk kepentingan rakyat.


Oleh Adibah Ummu Affan

JURNALVIBES.COM – Bulan Ramadan penuh dengan bonus pahala dan limpahan ampunan di dalamnya oleh Allah Swt. untuk umat Islam. Namun mengapa kejahatan justru meningkat?

Motivasi seseorang untuk melakukan kejahatan tentu beragam. Dari tuntutan perut sampai tuntutan gaya hidup. Namun yang kita saksikan saat ini,ketika ekonomi sulit dan usaha masyarakat tersendat dan cenderung gagal. Maka untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keluarga, bagi yang lemah iman akhirnya pintu kejahatan menjadi satu-satunya solusi

Pertanyaannya mengapa ekonomi semakin sulit? Harus kita sadari bahwa negeri kita tercinta ini menggunakan sistem ekonomi kapitalisme, dimana negara hanya sebagai regulator dalam semua kegiatan ekonomi. Dalam sistem ekonomi kapitalisme peran pemilik modal/kapital sangat besar. Hampir semua sektor dikuasai mereka. Termasuk pada sektor vital seperti pangan dan energi.

Hal yang nampak adalah dikuasainya Sumber Daya Alam (SDA) oleh swasta asing maupun dalam negeri. Negara hanya mengambil pajak dan royalti saja. Sedangkan hasil alam baik itu berupa batu bara,. minyak,gas dan lain lain semua untuk pihak pengusaha.

Demikian juga di sektor pangan seperti beras, minyak goreng harganya juga melonjak. Menurut pengamat kenaikan harganya salah satunya karena masuknya komoditas tersebut dalam pasar saham, sehingga harganya harus naik agar menguntungkan bagi pelaku pasar.

Rakyat kecil yang minim modal terus terhimpit. Tercipta lah kemiskinan struktural imbas penerapan sistem ekonomi kapitalisme. Ketika harga pangan melonjak, penghasilan rakyat miskin tak sanggup mencukupinya, akhirnya terbukalah pilihan berbuat kejahatan pun di bulan Ramadan.

Ada satu benteng lagi yaitu iman. Namun keimanan ini terus tergerus dalam sistem rusak ini. Sampai ada slogan yang masyhur ” mencari yang haram saja susah apalagi yang halal”. Berbuat jahat seolah benar karena tunturan perut yang menuntut pemenuhan.

Negara harusnya berperan besar untuk menjamin kebutuhan rakyatnya. Namun dalam sistem kapitalis peran itu hilang, rakyat dituntut berusaha sendiri dengan cara apapun. Halal ataupun haram.

Keyakinan bahwa apapun perbuatan yang dilakukan oleh hamba akan dihisab kelak di akhirat seolah hilang dan merasa yakin bisa bertaubat diusia tua.

Berbeda dengan negara yang menerapkan syariat Islam kafah. Fungsi ra’in/penjaga sangat full dirasakan umat. Negara menjamin semua warganya orang perorang. Ada mekanisme nafkah yang ditetapkan agar setiap laki-laki yang mampu bekerja akan diberikan lapangan kerja sehingga mampu memberi makan untuk keluarganya

Demikian juga dengan kebutuhan publik seperti pendidikan, kesehatan dan keamanan semua juga ditanggung oleh negara. Tentu negara punya kas yan besar, darimana? Dari pengelolaan SDA langsung oleh negara.

Dalam Islam SDA yang tak terbatas jumlahnya termasuk dalam kepemilikan umum yang harus dikelola oleh negara. Maka negara akan menggaji karyawan sesuai dengan kepakarannya. Tentu negara akan menyediakan peralatana dan teknologi untuk bisa memanfaatkan SDA tersebut sebesar besarnya untuk kepentingan rakyat.

Dengan jaminan kebutuhan sedemikian rupa, maka keinginan untuk melakukan kejahatan akan berkurang bahkan hilang.

Selain sistem ekonomi, sistem pendidikan juga berperan besar dalam penguatan keimanan umat. Dari sejak kecil akidah Islam terus ditancapkan. Sehingga ketika dewasa mereka menjadi manusia yang taat dan terus merasa diawasi AÄşlah Swt.

Ditambah lagi dalam negara Islam hukum bagi pelaku kejahatan sangatlah berat dan tegas. Hukum tersebut bersifat menebus dan mencegah. Hasilnya kejahatan akan sangat minim bahkan tidak ada. Kondisi yang sangat kita rindukan. Semoga Ramadan kali ini terakhir tanpa penerapan syariat Islam kafah agar kesejahteraan dan keamanan segera terwujud secara sempurna. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by canva.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button