Opini

Indonesia Merugi, setelah Penguasa Mengamini Deforestasi

Dalam Islam, hutan adalah milik umum. Maka berarti negara sendiri, wajib mengelola agar terjaga kelestariannya dan tetap dapat membawa manfaat untuk umat. Karena itulah diperlukan sistem Islam untuk mengatur kehidupan.


Oleh Zia Sholihah

JURNALVIBES.COM – Indonesia sudah terkenal sebagai hujan hutan tropisnya. Karena kondisi secara geografis di garis khatulistiwa, Indonesia rumah yang tepat bagi tumbuhnya berbagai jenis tumbuhan dan pohon-pohon yang besar. Pohon itulah yang kemudian menjadi penghasil oksigen yang besar bagi makhluk hidup.

Hutan sendiri juga menjadi fondasi penjaga ekosistem yang menopang elemen kehidupan di bumi. Karena hutan memiliki peran penting sebagai penyedia air bersih. Keberadaannya menurunkan pencemaran udara. Mengendalikan suhu dan kelembaban. Juga mencegah bencana alam.

Namun belakangan, hutan Indonesia kini menghadapi ancaman yang serius. Dari kbr.id, tim peneliti dari Duke University pada 2019 mengungkap, tingkat deforestasi Indonesia masih tinggi. Hal itu terang saja mengundang kekhawatiran global. (Ats.ic.id, 21/11/2020)

Salah satu bentuk deforestasi atau penghilangan hutan adalah menebang pohon demi pembukaan lahan baru untuk keperluan industri. Hal yang sudah dilakukan para kapital secara brutal. Sayangnya, penguasa mengamini itu dengan memberi izin.

Lebih mengerikan, setiap harinya, sekitar 50 hektar hutan Indonesia mengalami kerusakan sejak tahun 2007. Karena itu Indonesia dinobatkan sebagai negara yang mengalami kerusakan hutan tercepat.

Isu mengenai pembukaan lahan besar-besaran untuk kebun sawit di hutan Kalimantan yang tengah hangat dibicarakan, menambah bukti bahwa masalah ini bukan sekedar omong kosong saja. Rumor yang beredar, ada indikasi bahwa deforestasi hutan dengan cara pembakaran tersebut sengaja dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di tanah Kalimantan secara diam-diam.

Ini adalah masalah besar. Pembukaan lahan secara besar-besaran ini memunculkan banyak dampak negatif bagi planet kita. Mulai dari hilangnya keanekaragaman hayati, kerusakan ekosistem. Peningkatan emisi efek rumah kaca. Sampai hilangnya daerah resapan air.

Belum lagi pengaruh negatif pada kondisi sosial di sekitar yang juga ditimbulkan. Pembakaran hutan Kalimantan di tangan perusahaan asing sendiri membuat kelestarian hutan yang dijaga turun-temurun oleh masyarakat Kalimantan rusak. Terlebih lagi, efek pembakaran yang dapat langsung dirasakan masyarakat seperti asap menahun.

Fungsi hutan terus terjadi dan mengakibatkan bencana dan kesulitan hidup rakyatnya. Sistem kapitalis sendiri meniscayakan adanya kesenjangan antara kelestarian lingkungan dan pembangunan. Mengingat bahwa keuntungan sebagai sesuatu yang sangat dominan akan menjadi tujuan mereka.

Islam adalah agama rahmatan lil alamin telah menegaskan agar kita senantiasa menjaga lingkungan untuk kemaslahatan dan rahmat di bumi. Perintah tegas dalam ayat-ayat suci Al-Qur’an. Menjaga ciptaan Allah, juga termasuk dalam kategori ibadah yang dicintai dan akan mendapat pahala di sisi Allah Swt.

Ayat dalam Al-Qur’an tentang lingkungan yang merupakan perintah, agar umat manusia menjaga. Islam memiliki berbagai aturan untuk menjaga kepemilikan umum termasuk hutan ini. Dan tidak berbuat kerusakan yang akan memberi dampak negatif bagi keseimbangan kehidupan di bumi.

Di antaranya Al-A’raf ayat 56 :
“Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.”

Dalam Islam, hutan adalah milik umum. Maka berarti negara sendiri, wajib mengelola agar terjaga kelestariannya dan tetap dapat membawa manfaat untuk umat. Karena itulah diperlukan sistem Islam untuk mengatur kehidupan. Bukan sistem kufur yang sebaliknya memfasilitasi. Penguasa di dalam Islam mengelola hutan sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Mereka menyadari akan adanya pertanggung-jawaban atas amanahnya ini.

Oleh karena itu kita perlu diatur dengan sistem Islam supaya deforestasi bisa diatasi secara tuntas. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by canva.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button