
Penguasa di dalam Islam diangkat oleh rakyat, yang hakikatnya adalah penerima amanah untuk mengurusi rakyat dengan menerapkan aturan-aturan Allah. Di dalam Islam, pemimpin adalah pengurus dan penjaga rakyat, baik dalam urusan dunia maupun juga urusan akhirat.
Oleh Sulistijeni
(Pegiat Literasi)
JURNALVIBES.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepada seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan dinas. Perintah tersebut tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 tahun 2022 terkait percepatan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai di instansi pemerintah pusat maupun daerah. (liputan6.com, 18/9/2022)
Menindaklanjuti hal tersebut, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan Edaran Gubernur nomor 671/85/124.3/2022 tentang himbauan penggunaan KBLBB dan kompor induksi. Hal ini semakin memperkuat langkah gubernur jawa timur untuk mendukung program pemerintah dalam peningkatan efisiensi energi, ketahanan energi, konservasi energi sektor transportasi dan rumah tangga.
Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan bahwa PT PLN (Persero) saat ini tengah mengalami persoalan kelebihan pasokan (over supply) listrik. Bahkan, hingga akhir tahun ini diperkirakan kelebihan pasokan listrik mencapai 6 Giga Watt (GW).
Menyikapi hal ini, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya untuk mengatasi masalah kelebihan pasokan listrik di Indonesia. Beberapa di antaranya dengan menggenjot penggunaan kompor listrik hingga kendaraan listrik. Menurut Arifin, saat ini pemerintah tengah melakukan uji coba peralihan kompor LPG 3 kilo gram (kg) ke kompor listrik. Di samping itu, pemerintah juga terus mendorong agar penggunaan motor listrik segera berjalan di Indonesia. (cnbcindonesia.com, 22/09/22)
Program konversi kompor listrik dan mobil dinas listrik telah diluncurkan oleh pemerintah. Kebijakan ini sungguh menyakiti hati rakyat. Bagaimana tidak, saat kondisi ekonomi semakin sulit setelah gelombang pandemic Covid-19 berakhir, pemerintah dengan tanpa empati malah berniat mengonversi kompor gas menjadi kompor listrik. Artinya beban listrik rumah tangga akan meningkat dan daya 450 Watt tidak akan ada lagi, karena kompor listrik minimal memakan daya 600 Watt. Sementara harga listrik juga terbilang sangat mahal dan membebani.
Meskipun pada akhirnya dibatalkan untuk berlaku tahun ini, tetapi sangat besar kemungkinan akan diberlakukan di tahun depan. Sesungguhnya itu bukan pembatalan, karena hanya menunda saja.
Beginilah kehidupan dalam sistem kapitalis, rakyat tidak dipedulikan dan tidak menjadi prioritas dalam kebijakan. Pemerintah membuat dan memberlakukan kebijakan hanya demi para pemilik modal dengan membukakan pasar bagi mereka dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Program kompor listrik dan mobil dinas listrik ini jelas sangat menguntungkan bagi pemilik modal dan bagi yang punya perusahaan. Kebutuhan listrik seharusnya dihitung dengan cermat sehingga tidak ada kelebihan pasokan yang akhirnya memaksa rakyat meningkatkan konsumsi listrik yang mahal ini. Ujungnya rakyat yang menderita.
Demikianlah, dalam sistem kapitalis, pemerintah hanya berperan sebagai regulator dan sekaligus businessman yang mencari keuntungan dari rakyatnya. Padahal mestinya hubungan pemerintah dengan rakyat adalah seperti hubungan bapak dengan anaknya, yakni mencukupi kebutuhannya dan memelihara urusannya. Sungguh, dalam sistem kapitalis tidak didapati yang demikian.
Berbeda dengan Islam yang memandang kepemimpinan/pemerintahan adalah wasilah bagi pengaturan urusan umat sesuai dengan perintah Allah yang menciptakan manusia, kehidupan dan alam semesta.
Penguasa di dalam Islam diangkat oleh rakyat, yang hakikatnya adalah penerima amanah untuk mengurusi rakyat dengan menerapkan aturan-aturan Allah. Di dalam Islam, pemimpin adalah pengurus dan penjaga rakyat, baik dalam urusan dunia maupun juga urusan akhirat.
Kepemimpinan yang berbasis amanah ruhiyah ini sudah pernah terwujud selama belasan abad dan berhasil membawa rakyatnya hidup dalam keadilan dan kesejahteraan.
Hadirnya Islam dalam kehidupan, berupa penerapan aturan-aturan Allah secara menyeluruh akan membawa keberkahan. Hal ini telah Allah berfirman di dalam Q.S. Al A’raf ayat 96 yang artinya, “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, ….”
Hanya dengan penerapan Islam kafah, yang menjadi wujud iman dan takwa, kehidupan rakyat akan menjadi sejahtera dan penuh berkah. Wallahu a’lam bishawwab []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz
Photo Source by Google
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






