Opini

Kemiskinan Tak Kunjung Usai

Islam merupakan sumber solusi bagi individu dan bangsa untuk mengarungi bahtera kehidupan. Sudah saatnya pula kita memperjuangkan tegaknya syariat Islam kafah yang menerapkan Al-Qur’an dan sunah dalam aspek kehidupan untuk memperoleh keberkahan hidup yang hakiki.


Oleh Hidayati

JURNALVIBES.COM – Kemiskinan selalu menjadi masalah besar bagi negeri ini, terutama di wilayah paling timur Indonesia, yakni bumi Cendrawasih Papua. Padahal Papua merupakan negeri yang melimpah ruah akan kekayaan alam, namun ironisnya termasuk salah satu daerah termiskin di Indonesia.

Baru-baru ini, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Theofransus Litaay mengatakan, Presiden Jokowi telah membawa banyak perubahan dan kesuksesan di Papua dalam sepuluh tahun terakhir. Hal ini dapat dilihat secara objektif dari tiga alasan. Pertama dari indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan, dan yang terakhir terlihat dari peningkatan angka harapan hidup. Theofransus mengungkapkan, angka kemiskinan di Papua turun dari 28,17 persen pada Maret 2010 menjadi 26,56 persen pada 2022. Sementara itu, angka kemiskinan Papua Barat turun dari 25,82 persen menjadi 21,33 persen di 2022. (cnnindonesia.com, 11/06/2023)

Sekilas jika kita melihat angka kemiskinan di Papua memang terlihat menurun dan patut untuk diakui. Namun perlu kita ketahui juga bahwa penurunan ini terjadi dalam kurun waktu 10 tahun. Dapat dikatakan bahwa perkembangan ini relatif lambat. Padahal, seperti yang kita ketahui bersama, masyarakat Papua sering mengalami kelaparan ekstrem bahkan kematian selama 10 tahun terakhir. Tidak hanya sampai di situ, kemiskinan yang menimpa masyarakat Papua membuat mereka tidak dapat mengakses layanan kesehatan dan pendidikan yang layak.

Keadaan mereka semakin parah karena adanya ancaman keamanan dari OPM (Organisasi Papua Merdeka). Perubahan tidak cukup jika hanya berdasarkan angka. Kondisi aktual di lapangan juga harus diperhitungkan. Meski angka kemiskinan dilaporkan menurun. Namun pada kenyataannya masyarakat Papua masih hidup dalam kondisi keterbelakangan, kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan, ketimpangan, kesehatan yang buruk dan pendidikan yang tidak memadai. Dibandingkan dengan sumber daya alam Papua yang melimpah, tentu hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa harus sebegitu lama penanganannya?

Kita berharap jika pengelolaan sumber daya alam ditata dengan sebaik-baiknya, tidak menutup kemungkinan kemiskinan di Papua juga akan berakhir.

Papua adalah bumi yang punya tambang banyak tetapi realitanya tidak membuat warganya sejahtera, apalagi kaya. Pasalnya, beberapa tambang yang ada dioperasikan oleh perusahaan asing. Tentu hasil tambang kemudian diekspor ke luar negeri, sedangkan negara kita hanya memperoleh sedikit penerimaan pajak. Semua ini tidak terlepas dari politik negara yang berpangku tangan dengan sistem ekonomi kapitalis. Namun sayangnya, atas nama investasi, sistem kapitalis mengelabui kondisi riil dengan sederetan angka belaka.

Padahal, kemakmuran penduduk Papua tidaklah sulit untuk di wujudkan jika sistem ekonomi dan politik yang mengaturnya bersumber dari sistem yang sahih. Sesungguhnya tidak ada sistem yang sahih di dunia ini kecuali sistem Islam. Semua aturan Islam berasal dari Allah Swt. Tentu saja, jika aturan datang dari pencipta manusia, hanya keadilan dan kemakmuran akan mudah diwujudkan.

Dalam Islam, sumber daya alam adalah milik umum (rakyat) sudah seharusnya dikelola oleh negara sendiri, bukan diberikan kepada pihak swasta, apalagi swasta asing, agar rakyat dapat menikmati langsung hasil tambang tersebut yang sejatinya milik rakyat sendiri. Jika negara tidak dapat menanganinya sendiri, karena tidak memiliki tenaga ahli misalnya, maka negara berusaha membayar tenaga ahli untuk mengelola tambang tersebut, agar rakyat tetap dapat menikmati hasilnya. Negara akan mengambil alih pengelolaan sumber daya alam Papua yang saat ini dikelola asing.

Pengelolaan sumber daya alam seperti itu hanya ada dalam sistem ekonomi Islam. Sistem ekonomi Islam hanya dapat diimplementasikan dalam sistem Islam yang komprehensif, tidak setengah-setengah. Maka yang terjadi adalah keadilan, kemakmuran dan perlindungan tidak hanya untuk umat Islam di Papua, tetapi juga untuk non-Muslim. Dengan sistem dan kepemimpinan Islam, kebutuhan dasar umat terpenuhi berupa sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan.

Jelas, Islam merupakan sumber solusi bagi individu dan bangsa untuk mengarungi bahtera kehidupan. Sudah saatnya pula kita memperjuangkan tegaknya syariat Islam kafah yang menerapkan Al-Qur’an dan sunah dalam aspek kehidupan untuk memperoleh keberkahan hidup yang hakiki. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by unsplash.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button