Opini

Pergaulan Bebas Merusak Masa Depan, Butuh Solusi Sistemik

Islam bukan hanya memberikan solusi atas semua persoalan yang dihadapi. Namun, Islam juga memberikan tuntunan di setiap aktivitas manusia.


Oleh Fiani, S.Pd.
(Pendidik Generasi)

JURNALVIBES.COM – Miris melihat pergaulan remaja saat ini. Pacaran adalah salah satu cara untuk mencari calon ideal. Rela berkorban untuk seseorang yang dicintai. Nasihat orang tua, keluarga, dan teman tidak dihiraukan. Seolah-olah semua akan terasa indah bersama dengan orang yang dicintai. Hati dan pikirannya hanya tertuju pada orang dicintai yang belum tentu dia jodohnya.

Namun, tidak semua orang tua paham terhadap dampak negatif pacaran sebelum nikah. Sehingga mengizinkan anak-anaknya pacaran; jalan berdua, dipenuhi semua kebutuhannya seperti membelikan tas, sepatu, pakaian, dll. Namun, semua tidak akan terjadi jika pemerintah menutup semua pintu-pintu jalan menuju maksiat dan menetapkan hukum yang berat bagi pelaku seksual. Dari sekian kasus pergaulan bebas salah satunya adalah kasus Novia Widyasari yang bunuh diri karena sang kekasihnya memaksa melakukan aborsi.

Dikutip laman detik.com (24/11), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA), Bintang Puspayoga bicara mengenai kasus Novia Widyasari (23) yang menenggak racun karena sang kekasihnya, Bripda Randy Bagus, memaksa melakukan aborsi. Lalu, Bintang menyebutkan kasus yang menimpa Novia termaksud dalam kategori kekerasan dalam berpacaran atau dating violence.

Pergaulan bebas kian meningkat di kalangan anak-anak sampai dewasa. Dari kelompok miskin-kaya, berpendidikan dan tidak berpendidikan. Beberapa motif kasus seperti merokok, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, tawuran, dan menghabiskan waktu ditempat gemerlap malam. Sehingga, pria dan wanita berinteraksi tanpa batas dari tahap pertemuan, perkenalkan, pertemanan, curhat-curhatan, hingga merasa nyaman.

Dari situ muncul perasaan ingin memiliki dengan cara kenal lebih dekat dulu kata lain pacaran. Hanya dengan mengungkapkan kata “I love you”, semua menjadi dekat. Sehingga seks bebas muncul. Kasus aborsi karena hamil di luar nikah tidak ingin ketahuan dari keluarga. Kasus bunuh diri karena tertekan dan tidak bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi, dll. Namun sistem hari ini hanya memberikan solusi terhadap pelaku zina laki-laki dan pelaku zina perempuan dengan sanksi penjara. Didenda bahkan dinikahkan yang penting suka sama suka, tetapi tidak memberikan efek jera kepada pelaku. Inilah buruknya sistem kapitalis liberal.

Pergaulan bebas adalah masalah serius yang harus diselesaikan. Agar tidak banyak korban lagi. Bukan hanya dari orang tua atau lingkungan yang bertanggung jawab atas kasus ini. Melainkan pemerintah yang pertama bertanggung jawab atas kasus ini. Dengan menghapus semua konten-konten di media sosial yang memicu hasrat seksual bangkit seperti film-film yang menayangkan pergaulan bebas, YouTube yang berisi tontonan yang memicu bangkitnya naluri seks, dan medsos lainnya. Memberikan hukuman yang membuat pelaku menyesali perbuatannya. Namun, sistem hari ini justru memfasilitasi jalan menuju maksiat seperti tempat klub malam yang masih diberi izin, dll. Tentu, ada bisnis di dalamnya.

Sistem kapitalis liberal telah gagal mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Tidak bisa menyelesaikan persoalan-persoalan manusia yang dihadapi. Termasuk dalam kasus pergaulan bebas yang semakin merajalela. Semua ini karena sistem kapitalis liberal adalah sistem yang memberikan kebebasan berpendapat dan kebebasan pribadi yaitu kebebasan berbuat apa saja selagi tidak merugikan orang lain. Namun, sanksi yang diberikan kepada pelaku tidak akan cukup hanya dengan penjara, didenda dan apalagi dinikahkan yang penting suka sama suka. Berbeda dengan Islam.

Dalam kacamata Islam, interaksi antara pria dan wanita sangat diatur dalam Islam agar tidak terjadi sesuatu yang bisa merusak masa depan generasi milenial, yaitu dengan cara,
Pertama, laki-laki dan perempuan menundukkan pandangannya.
Kedua, Wanita menutup auratnya ketika berada di tempat umum. Seperti sekolah, pasar, mall, dll dengan berpakaian syar’i (pakai jilbab, khimar dan kaos kaki). Wanita dilarang bertabaruj (berlebih-lebihan) yakni menampakan perhiasannya, laki-laki dan perempuan dilarang berkhalwat (berdua-duaan) tanpa ditemani mahramnya.
Ketiga, wanita dilarang bepergian jauh tanpa ditemani mahramnya maupun keluar rumah tanpa seizin suami.
Keempat, Laki-laki dan perempuan terpisah dalam kehidupan umum maupun khusus. dan,
Kelima, Laki-laki dan perempuan dilarang berinteraksi secara khusus.

Islam bukan hanya memberikan solusi atas semua persoalan yang dihadapi. Namun, Islam juga memberikan tuntunan di setiap aktivitas manusia.

Adapun, sanksi pelaku penzina laki-laki dan penzina perempuan dalam Islam akan dikenai sanksi. Rasulullah Saw. bersabda yang artinya, “Perawan dengan perjaka (jika berzina) maka dicambuk 100 kali dan diasingkan setahun. Duda dengan janda (jika berzina) maka dicambuk 100 kali dan dirajam.” (HR. Muslim no. 1690).

Begitulah cara Islam memberikan hukuman bagi pelaku zina agar tidak terulang lagi dan tidak ada pelaku selanjutnya. Sebab, Islam memberikan efek jera kepada pelaku.

Oleh karenanya, semua tidak akan terwujud jika syariat Islam tidak diterapkan secara kafah, maka tugas kita adalah berjuang untuk mendakwahkan Islam. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button