Menghadapi Mudik Lebaran, Layanan Transportasi Aman Masih Sebatas Impian

Hanya dengan Islam akan bisa terjamin akses setiap orang terhadap transportasi publik gratis atau murah berkualitas (aman, nyaman, manusiawi).
Oleh Sulistijeni
(Pegiat Literasi)
JURNALVIBES.COM – Untuk menghadapi arus mudik lebaran 2023, pemerintah bersiap-siap untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas orang dan barang yang bakal menyebabkan kemacetan di jalur transportasi darat, khususnya di jalan tol.
Dirilis dari rejogja.republika.co.id (9/4/2023) tahun ini diperkirakan ada 12,9 juta pemudik akan memasuki wilayah Jawa Tengah. Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Hadi Santoso mengimbau para pemudik untuk mewaspadai titik rawan kemacetan dan bencana. Biasanya terjadi di jalur menyempit, perbaikan jalan dan kecelakaan.
Dilansir dari republika, (8/4/2023), memberitakan bahwa Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro meminta pengerjaan proyek perbaikan jalan di daerah agar dikebut sebelum lebaran 2023 agar masyarakat yang melakukan perjalanan mudik bisa merasakan nyaman dan aman. Rio meminta H-4 sebelum lebaran semua sudah tuntas.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus juga mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera mengatasi naiknya harga tiket jelang lebaran. Baik moda transportasi darat, laut, maupun udara yang dirasakan masih mahal oleh masyarakat luas.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan melakukan berbagai upaya untuk memberi harga tiket yang lebih terjangkau kepada masyarakat. Hal ini bukan hanya berlaku pada harga tiket pesawat yang terpantau mulai naik, namun juga angkutan transportasi lainnya.
Secara umum layanan transportasi yang ada belum bisa memberikan rasa aman dan nyaman. Berbagai kecelakaan yang terjadi pada berbagai moda adalah buktinya. Terlebih saat mudik, risiko bertambah besar di samping harga tiket yang melambung tinggi. Ini akibat dari negara yang tidak sepenuhnya memberikan pelayanan. Akibat dari sistem kapitalis yang mengalihkan pelayanan dari negara ke pihak swasta sehingga rakyat menjadi korban dan tidak bisa merasakan kenyamanan dalam menikmati transportasi.
Dalam sistem kapitalis semua transportasi diswastanisasi mulai dari jalan tol, bandara dan pelabuhan internasional yang menjadikan semua harus berbayar mahal. Sementara jalan raya nasional provinsi sampai desa yang digunakan untuk mobilitas publik dibiarkan rusak. Dengan dalih melayani dan memberikan fasilitas, tetapi malah menjadikan publik obyek eksploitasi bisnis dari kepentingan kapital. Nampak dari tarif resmi jalan tol yang harus dibayar, begitu juga dengan harga tiket yang melambung tinggi.
Dampak dari kapitalisasi liberalisasi moda/angkautan transportasi sangat dirasakan masyarakat pada saat liburan lebaran. Harga tiket transportasi naik melambung tinggi dan ini sangat membebani rakyat. Begitu juga harga tiket transpotasi udara yang menjadi andalan masyarakat karena cepat dan aman, mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Tidak hanya harga tiket transportasi yang mahal, jalan tol yang dibangun tidak dirancang untuk bisa memenuhi hajat hidup rakyat, karena pada saat lebaran macet di sejumlah titik hingga puluhan kilometer. Akibatnya rakyat yang mudik merasakan kepanasan karena tidak ada fasilitas untuk istirahat dan juga toilet yang tidak memadai.
Inilah fakta transportasi dalam sistem kapitalis hari ini, yang tunduk pada agenda hegemoni globalisasi liberalisasi. Negara hanya sebagai regulator yang membuat jutaan pemudik merasakan perjalanan tidak nyaman dan aman.
Berbeda dengan Islam dalam menangani transportasi publik, pemimpin akan bertanggung jawab langsung dan sepenuhnya dalam melayani masyarakat. Pemimpin akan memberikan fasilitas yang nyaman dan aman sehingga terjamin akses setiap pemudik. Islam juga memberikan fasilitas transportasi gratis, mulai dari infrastruktur, moda transportasi dan para pengemudinya. Disiapkan penginapan gratis dengan fasilitas yang dibutuhkan oleh para musafir dan makanan. Jalan-jalan umum dilengkapi penerangan, sehingga aman dan nyaman untuk dilalui, juga terpeliharanya aspek kemanusiaan yang benar-benar dirasakan setiap orang.
Dalam Islam kenyamanan dan keamanan dalam bertransportasi adalah tanggung jawab negara. Islam juga memiliki berbagai mekanisme untuk menjamin keamanan dan kenyamanan layanan transportasi dan menjaga agar terjangkau. Islam akan menggunakan teknologi terkini dengan melakukan riset demi terwujudnya transportasi publik yang tidak hanya sekedar gratis, nyaman dan aman namun juga akan diberikan kualitas terbaik.
Ada beberapa paradigma sahih tentang transportasi publik di dalam Islam, diantaranya transportasi publik bukan jasa komersial tetapi merupakan hajat dasar bagi keberlangsungan kehidupan manusia. Baik yang bersifat rutin maupun insidentil seperti pada saat liburan lebaran. Negara adalah pihak yang bertanggung jawab langsung dan sepenuhnya menjamin akses setiap individu publik terhadap transportasi publik yang murah/gratis namun juga aman dan nyaman.
Islam melarang keras transportasi publik dikuasai oleh individu atau entitas bisnis tertentu, apalagi asing kafir penjajah seperti saat ini. Baik infrastruktur jalan raya, bandara dan pelabuhan dengan segala kelengkapannya, maupun sumberdaya manusia transportasi berupa pengemudi angkutan (pilot, masinis, sopir dan kapten). Juga tidak dibenarkan dijadikan jalan umum sebagai sumber pemasukan. Ada atau tidak ada kekayaan negara yang diperuntukkan untuk pembiayaan transportasi publik yang ketiadaannya berdampak dharar bagi masyarakat maka wajib diadakan negara.
Salah satu sumber kekayaan negara untuk pembiayaan transportasi publik adalah barang tambang yang jumlahnya seperti air mengalir. Untuk pembangunan infrastruktur transportasi mutlak mengacu pada politik dalam dan luar negeri negara, bukan agenda hegemoni globalisasi liberalisasi. Ini di satu sisi, di sisi lain harus diperhatikan pemanfaatan tekhnologi terkini dan keselarasan moda transportasi (darat, laut, udara) dengan kondisi geografi Indonesia sebagai negeri kepulauan terbesar dengan 17 ribuan pulau. Juga menjamin keamanan jiwa setiap orang karena mengabaikan nyawa satu orang sama saja mengabaikan nyawa semua orang.
Hanya dengan Islam akan bisa terjamin akses setiap orang terhadap transportasi publik gratis atau murah berkualitas (aman, nyaman, manusiawi). Dengan diterapkannya Islam dalam kehidupan persoalan transportasi publik akan bisa terselesaikan apalagi saat mudik lebaran. Wallahu a’lam bishawab. []
Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz
Photo Source by canva.com
Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com






