Opini

KDRT, Cermin Rusaknya Keluarga dalam Sistem Kapitalisme

Islam merupakan agama komprehensif yang memiliki solusi atau aturan dari setiap permasalahan yang ada. Dalam Islam, rumah akan menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi penghuninya.


Oleh Aurora Ridha
(Aktivis Muslimah Kalsel)

JURNALVIBES.COM – KDRT atau yang disebut kekerasan dalam rumah tangga bukan hal yang bukan tabu lagi terdengar di telinga kita. Bagaimana tidak, hampir setiap hari kita mendengarkan berita terkait KDRT.

Baru-baru ini KDRT terjadi lagi, seorang pria Bernama Jali Kartono membakar istrinya sendiri, Anie Melan, di kediaman pribadinya, Kebayon Lama, Jakarta Selatan Selasa (28/11/2023). Jali nekat membakar istrinya hidup-hidup lantaran terbakar api cemburu usai melihat istrinya chatting dengan pria lain.

Belum lagi Kasat Rekskrim Polres Metro Jakarta Selatab AKBP Bintoro mengatakan, Panca Darmansyah (41) mengaku membunuh keempat anak kandungnya di dalam rumah kontrakan wilayah Jagakarsa Selatan. Bintoro mengatakan bahwa anak yang pertama dibunuh adalah yang paling kecil, yakni AS (1). Setelah dipastikan tak bernafas, 15 menit berselang aksi pembunuhan dilanjutkan kepada anak ketiga, kedua, dan pertama. (Kompas, 14/12/23)

Sangat miris bukan melihat beberapa KDRT yang terjadi di atas? Ketika
KDRT terjadi, anak dan istri yang menjadi korban. Tentu KDRT tersebut terjadi karena beberapa faktor baik faktor eksternal maupun internal. Dengan demikian sangat tergambar jelas bahwa rumah tidak lagi menjadi tempat yang aman dan nyaman di sistem saat ini.

Rusaknya Keluarga dalam Sistem Kapitalisme

Masalah yang terjadi saat ini terjadi karena kita tidak diatur oleh sistem yang sahih. Tetapi kita diatur oleh sistem yang rusak yakni sistem sekuler kapitalisme.

Sistem sekuler adalah sistem yang memisahkan antara agama dan kehidupan. Sehingga ketika seseorang melakukan sesuatu hanya berdasarkan nafsu dan ego mereka semata bukan karena standar halal dan haram. Sementara itu kapitalisme membuat kehidupan terasa semakin mencekik karena hidup yang berasaskan materi. Dalam kapitalisme negara berlepas tangan untuk menyediakan lapangan pekerjaan dan menyerahkan kepada pemilik modal atau swasta. Padahal sejatinya sudah menjadi kewajiban negara untuk menyediakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Belum lagi PHK yang terjadi dimana-mana sementara kebutuhan keluarga yang tetap harus dipenuhi setiap harinya.

Dengan demikian sistem sekuler kapitalisme telah terbukti tidak bisa menjadikan rumah sebagai tempat yang aman dan nyaman.

Cerminan Keluarga dalam Sistem Islam

Hal ini sangat berbeda dengan sistem Islam. Agama komprehensif yang memiliki solusi atau aturan dari setiap permasalahan yang ada. Dalam Islam, rumah akan menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi penghuninya. Karena dalam berkeluarga tujuannya adalah untuk memberikan kedamaian dan ketentraman satu sama lain. Hubungan antara suami dan istri di dalam Islam juga diatur, seorang Muslim diwajibkan untuk berbuat makruf kepada pasangannya.

Dalam Islam juga telah ditetapkan terkait hak dan kewajiban suami dan istri. Syariat Islam mewajibkan istri taat kepada suami selama suami tidak mengajak kepada perkara maksiat. Suami juga harus bisa membimbing istri dan anaknya agar selalu terikat dengan aturan Allah. Sudah menjadi kewajiban bagi seorang suami untuk membimbing istri dan anaknya dalam berkeluarga. Karena seorang istri dan anak akan menjadi tanggung jawabnya di akhirat kelak.

Dengan demikian akan muncul kesadaran bahwa apa yang diperbuat akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak, seorang suami tidak akan berani menyakiti istri dan anaknya apalagi sampai membunuh.

Dalam sistem Islam, negara akan menyediakan lapangan pekerjaan karena itu sudah menjadi kewajiban negara untuk menyediakan lapangan pekerjaan untuk rakyatnya. Karena menyediakan lapangan pekerjaan adakah kewajiban negara, maka dengan demikian negara di dalam Islam tidak akan pernah menyerahkan terkait penyediaan lapangan pekerjaan kepada pemilik modal atau swasta.

Selain menyediakan lapangan pekerjaan negara juga akan memberikan edukasi melalui sistem pendidikan, media, sistem pergaulan dan lainnya. Sehingga semua sektor berkolaborasi untuk mewujudkan keluarga ideal.
Namun semua ini hanya bisa diterapkan ketika syariat Islam bisa dijalankan secara sempurna dalam bingkai institusi yang bertanggungjawab untuk menaunginya. Wallahu a’lam bishawab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by canva.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button