Opini

Rajin Mengaji, Fungsi Sebagai Guru Utama Terpenuhi

Ibu yang merupakan sekolah pertama dan utama bagi anaknya, memilih untuk rajin ikut pengajian sebagai bekal dalam pengasuhan anak. Dengan mengikuti pengajian, ibu-ibu akan mendapatkan ketenangan hati, ketenteraman jiwa dan semangat dalam kebaikan akan senantiasa terjaga bersamanya.


Oleh Desi Safriati, M.Si.
(Pegiat Literasi)

JURNALVIBES.COM – Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Mujadilah (Wanita yang mengajukan gugatan), ayat 11 yang artinya: “…Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”

Jika menilik ayat di atas maka tidak mengherankan jika ada seseorang yang beriman dan berilmu di antara kita akan lebih dimuliakan, didengarkan dan bahkan diikuti. Meskipun ia masih berusia muda belia, tak peduli pria ataupun wanita. Janji Allah ini tentu saja akan diburu oleh setiap Muslim dan muslimat yang merindukan maslahat, walau apa pun tanggapan dan tantangan yang dihadapi.

Menurut (Qudsyi ,2021) alasan setiap Muslim untuk menuntut ilmu, karena ada banyak keutamaan ilmu. Adanya kekhususan, ilmu adalah keistimewaan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala khususkan hanya untuk manusia semata. Selain ilmu, manusia dan hewan memiliki kesamaan.

Selanjutnya Ilmu dapat mengantarkan seseorang menuju kepada kebajikan dan ketakwaan. Sementara ketakwaan itu, seseorang dapat memperoleh kemuliaan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan kebahagiaan abadi.

Namun beberapa hari ini publik dihebohkan dengan pernyataan kontroversial mantan Presiden RI Megawati Sukarno Putri, terkait dengan menuntut ilmu atau yang lazim pada masyarakat disebut pengajian.

Dilansir dari Republika (19/2/2023), Ketua Dewan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri, menjadi sorotan kembali setelah pidatonya memicu kontroversi di media sosial (medsos).

Dikutip dari TribunNews (18/2/2023), pidato Megawati itu terucap saat ia menjadi pemateri dalam Seminar Nasional Pancasila dalam Tindakan: ‘Gerakan Semesta Berencana Mencegah Stunting, Kekerasan Seksual pada Anak dan Perempuan, Kekerasan dalam Rumah Tangga, serta Mengantisipasi Bencana’ di Jakarta Selatan pada Kamis (16/2/2023). Dalam sebuah pernyataannya, Megawati berbicara mengenai ibu-ibu di Indonesia yang suka mengikuti pengajian, sehingga lupa mengurus pekerjaan rumah dan anaknya.

Mengomentari pernyataan Megawati tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis, angkat suara. ibu-ibu yang rajin ke pengajian tidak menelantarkan anak-anaknya. Ia menerangkan, ngaji melatih hati dan mengkaji melatih pikir. Keduanya banyak yang bisa memadukan sekaligus. Sehingga yang tidak senang mengaji tidak perlu usil mengomentari ibu-ibu yang gemar mengaji.

Terkait dengan hubungan antara pengajian dan perilaku jamaahnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa manfaat dari mengikuti pengajian rutin yang diadakan di masjid membuat masyarakat lebih meningkatkan kesadaran beragamanya dalam aspek wawasan dan pengetahuan, serta peningkatan aspek sikap. (Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya, Vol 1,2/12/ 2019).

Selain itu, Badan Pusat Statistik menyampaikan data Proporsi rumah tangga yang memiliki anak umur 1-17 tahun yang mengalami hukuman fisik dan/atau agresi psikologis dari pengasuh dalam setahun terakhir menunjukkan adanya penurunan signifikan. Nilai 54,80 pada tahun 2014, telah berhasil diturunkan menjadi 48,40 di tahun 2020. (Susenas, Modul Hansos)

Dari dua data di atas menunjukkan bahwa adanya korelasi positif antara meningkatnya minat mengikuti pengajian dan perubahan sikap. Hal ini menyangkut dengan perubahan sikap dalam pengasuhan yang utama oleh seorang ibu.

Terkait dengan penyataan Megawati yang sempat menyinggung soal ibu-ibu pengajian yang dikaitkan dengan fenomena stunting di Indonesia. Ini yang harusnya perlu diluruskan dalam pemahaman kita bersama. Tidak ada data yang konkret yang mendukung pernyataan Megawati tersebut.

Rahayu (2018) menyebutkan bahwa stunting merefleksikan gangguan pertumbuhan sebagai dampak dari rendahnya status gizi dan kesehatan pada periode pre- dan post-natal. Dua penyebab langsung stunting adalah faktor penyakit dan asupan zat gizi. Kedua faktor ini berhubungan dengan faktor pola asuh, akses terhadap makanan, akses terhadap layanan kesehatan dan sanitasi lingkungan.

Namun, penyebab dasar dari semua ini adalah terdapat pada level individu dan rumah tangga tersebut, seperti tingkat pendidikan, pendapatan rumah tangga. Banyak penelitian cross-sectional menemukan hubungan yang erat antara tingkat pendidikan ibu dengan status gizi anak.

Justru melalui pengajian-pengajian di masyarakat, dapat dijadikan sebagai ruang belajar tentang pengasuhan anak dan kehidupan keluarga. Edukasi ibu-ibu dalam pola pengasuhan anak akan meningkat dengan adanya penyampaian materi yang disampaikan oleh guru-guru pengajian. Karena dalam pengajian tidak hanya melulu membahas permasalahan agama ritual saja, namun juga disampaikan pelajaran terkait dalam kehidupan sehari-hari yang tentunya diatur juga dalam Islam.

Suara sumbang seperti ini, sering terdengar di negara yang menerapkan kapitalisme sekuler, yang selalu saja berusaha memisahkan urusan agama dan kehidupan. Bahkan Sungguh pengajian dapat menjadi satu wadah dengan multimanfaat, mulai sebagai tempat belajar, kontak sosial hingga tempat mewujudkan minat sosial yang mampu meningkatkan kesadaran dan kesejahteraan rumah tangga serta lingkungan. Tentu saja karena kesempurnaan Islam yang mencakup seluruh aspek kehidupan.

Kebutuhan akan ilmu Islam yang menyeluruh ini, tidak terpenuhi dengan waktu dua jam yang ada pada kurikulum sekuler di sekolah formal. Sehingga pengajian dapat memberikan tambahan ilmu pengetahuan di luar pendidikan formal.

Agaknya tak berlebihan jika ibu yang merupakan sekolah pertama dan utama bagi anaknya, memilih untuk rajin ikut pengajian sebagai bekal dalam pengasuhan anak. Dengan mengikuti pengajian, ibu-ibu akan mendapatkan ketenangan hati, ketenteraman jiwa dan semangat dalam kebaikan akan senantiasa terjaga bersamanya. Sehingga ibu akan mampu menjalankan perannya sebagai guru utama dan pertama dalam keluarga. Wallahu a’lam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fahmzz


Photo Source by istockphoto.com

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button