Motivasi

Renungan Rezeki

Rezeki merupakan bagian/porsi dari pemberian Allah kepada seorang hamba berupa apa saja yang dapat dimanfaatkan dan dikhususkan untuknya.


Oleh Sri Nur Wulan
(Anggota Komunitas Muslimah Menulis Depok)

JURNALVIBES.COM – Sahabat, pernahkah kalian mendengar ada seseorang meskipun sering kali berbuat maksiat, namun berkelimpahan harta? Di sisi lain, ada juga orang salih namun kekurangan? Lantas melintaslah di benak kita, sesungguhnya bagaimana keadilan Allah dalam memberi rezeki kepada hamba-Nya?

Mengutip dari Ar-Razi dan Al-Baydhawi, arti rezeki adalah nasib (bagian) seseorang yang dikhususkan untuknya. Selain itu ar rizqu bisa diartikan sebagai apa saja yang dapat dimanfaatkan.

Kesimpulan dari kedua definisi di atas, rezeki merupakan bagian/porsi dari pemberian Allah kepada seorang hamba berupa apa saja yang dapat dimanfaatkan dan dikhususkan untuknya. Rezeki itu sendiri mencakup sesuatu yang diperoleh, baik secara halal ataupun haram. Jadi ketika seseorang mencuri, itu tidak dapat dikatakan bahwa sesorang mengambil rezeki orang yang ia curi, melainkan ia mengambil rezekinya sendiri dari orang yang ia curi tersebut, walaupun dengan cara yang haram.

Sahabat, yang harus kita sadari bahwa rezeki merupakan ujian bagi hamba-Nya. Oleh karenanya kita akan dihisab atas rezeki yang sudah kita peroleh. Jadi ukuran kemuliaan seseorang bukan berdasarkan dari banyak sedikitnya rezeki yang ia terima. Melainkan sikap terhadap rezeki yang diperolehnya. Allah telah menjamin rezeki seseorang dengan telah ditetapkan porsi dan takarannya. Allah tetap akan memberikan rezekinya baik diperoleh dengan cara halal atau haram. Tetapi cara memperolehnya inilah yang akan dihisab oleh-Nya.

Namun sering kali kita terjebak dengan keinginan untuk mendapatkan rezeki yang lebih banyak. Banyak orang yang terjebak menjadi pemburu dunia karena tertipu dengan kegemerlapan dunia. Ia tidak peduli bagaimana memperoleh rezekinya, baik itu halal ataupun haram. Ancaman bagi pemburu dunia ini yakni Allah akan mencerai-beraikan urusannya. Selain itu Allah juga akan menjadikan kemiskinannya terus membayang di kedua matanya.

Ancaman lainnya adalah tidak akan datang bagian dari dunia kepadanya kecuali apa yang telah ditetapkan untuknya. Naudzubillahi min dzaalik. Di sisi lain Allah juga memberikan imbalan bagi orang yang menjadikan akhirat sebagai niat dan tujuannya. Yaitu akan memudahkan urusannya. Selain itu Allah juga akan menjadikan kekayaan ada di dalam hatinya. Imbalan yang lainnya yaitu dunia akan datang kepadanya sebagai suatu yang rendah dan remeh serta tunduk mengikutinya.

Pencari akhirat selalu mencari rezekinya dalam rangka ketaatan menjalankan perintah Allah. Bukan hanya semata mencari rezeki. Ia akan mencari rezekinya secara halal, tidak melalaikan perintah-perintah Allah, beramar makruf nahi mungkar dan berdakwah untuk memurnikan ketaatan kepada-Nya. Selain itu, pencari akhirat tidak menghabiskan sebagian besar waktu untuk mencari dunia. Dunia tidak menjadi sesuatu yang paling dominan dalam hidupnya.

Allah memperingatkan kita di dalam sebuah hadis qudsi yang artinya, “Wahai anak Adam, luangkan waktu untuk ibadah (menjalankan ketaatan) kepada-Ku, niscaya Aku akan memenuhi hatimu dengan kekayaan dan menyempitkan kefakiranmu. Jika tidak, Aku akan memenuhi kedua tanganmu dengan kesibukan (mengejar harta) dan tidak akan menyempitkan kefakiranmu” (HR at-Tirmidzi, Ibn Majah, Ahmad, al-Hakim, al-Baihaqi dan ibn Hibban).

Sahabat, semoga kita selalu diberi taufik dan hidayah oleh Allah dalam memilih akhirat sebagai niat dan tujuan dari hidup kita dan istiqamah dalam ketakwaan kepada-Nya. Aamiin. Wallahu ‘alam bishawwab. []

Editor: Ulinnuha; Ilustrator: Fathzz


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button