Opini

Covid-19 Memuncak, Bukti Sistem yang Rusak

Keganasan Covid-19 ini telah membuktikan lemahnya sistem aturan yang diterapkan. Bayang-bayang kematian semakin mencemaskan. Covid-19 seakan tak pandang bulu, tua muda jadi korban keganasan makhluk kecil yang tak kasat mata ini.


Oleh Analisa
(Muslimah Peduli Generasi)

JURNALVIBES.COM – Wabah Covid-19 masih tetap ada di sekitar kita meski sudah hampir dua tahun sejak terjadinya pandemi. Bayang-bayang kematian semakin mencemaskan. Covid-19 seakan tak pandang bulu, tua muda jadi korban keganasan makhluk kecil yang tak kasat mata ini. Korban nyawa telah berjatuhan, rumah sakit kewalahan sampai pasien diisolasi di rumah masing-masing, para nakes pun berguguran.

Belum lagi, kesehatan yang di ambang kolaps karena tidak memenuhi standar yang baik akibat keterbatasan tempat dan persediaan obat-obatan yang tidak memadai, sedangkan pasien terus bertambah dan meningkat tajam. Di sisi lain, masyarakat yang mulai tidak percaya lagi dengan pemerintah mulai mengabaikan prokes Covid-19 yang dianggap hanya sebagai konspirasi global.

Kapitalisasi telah merasuk dalam semua lini, sehingga menjadikan semua berlandaskan materi. Kesehatan diperjualbelikan, negeri seakan tidak menjadi pilar yang dapat mengentaskan solusi. Berupaya hanya dengan secuil saja, tanpa menyelesaikan permasalahan secara tuntas, tegas, dan cepat, seakan selalu mencari sela kesempatan dalam setiap permasalahan demi keuntungan pribadi dan kapitalisasi.

Sungguh, keganasan Covid-19 ini telah membuktikan lemahnya sistem aturan yang diterapkan. Tatanan aturan yang tidak berasal dari Sang Pencipta menghadirkan kerusakan sedikit-demi sedikit dalam semua lini kehidupan.

Ambruknya aturan yang memisahkan agama dari kehidupan menjadikan manusia jauh dari keimanan dan ketakwaan, belum lagi kebebasan hawa nafsu yang tidak terbendung demi memenuhi kehidupan yang suram.

Lambannya penanganan dan abainya pencegahan menjadikan Covid-19 semakin menggila. Kurangnya tanggung jawab dari pemegang kebijakan, seakan menjadikan rakyat hanya sebagai tumbal keganasan sistem yang rusak dan merusak ini. Kerugian yang dialami oleh kerusakan sistem saat ini tidak terbendung lagi, dan akhirnya menjadi negeri yang lamban dalam menyelesaikan permasalahan tanpa solusi yang tuntas, selalu tambal sulam dalam penyelesaian.

Sungguh, berbalik arah dengan peradaban dalam Islam. Dalam Islam hak dan kewajiban rakyat harus diutamakan. Kesehatan, pendidikan, sandang, pangan, papan diprioritaskan. Karena berkaitan dengan pertanggungjawaban langsung dengan Sang Maha Pencipta Alam.

Pengelolaan dalam Islam wajib mematuhi aturan yang berlandaskan syariat, sumber daya alam dikelola dengan baik dan benar. Sehingga apabila dibutuhkan dalam keadaan darurat seperti saat negeri ini sedang terkena wabah, bisa digunakan untuk memenuhi kehidupan, terutama rakyat yang terkena lockdown.

Jadi, rakyat tidak perlu pusing memikirkan tentang makan dan minum dalam memenuhi kebutuhan karena negara siap menanggung segala keperluan rakyat demi cepatnya terputus mata rantai wabah. Sehingga walau hanya berdiam diri di rumah, rakyat terpenuhi kebutuhannya, tidak bersibuk ria berjuang mencari nafkah di tengah Covid-19 yang melanda.

Kesehatan dan para nakes diutamakan karena mereka adalah garda terdepan dalam membantu menyelamatkan rakyat yang terpapar. Tugas yang diemban mereka cukup berat, maka pemegang kekuasaan wajib memberikan yang terbaik bagi mereka. Di samping itu, fasilitas kesehatan untuk rakyat juga diutamakan, dari mulai obat-obatan, perlengkapan APD, alat-alat medis yang menunjang, juga gedung dan kamar-kamar pasien disiapkan tanpa ada hambatan. Negara dan penguasa sangat bertanggung jawab kepada seluruh rakyat yang hidup dalam negara yang menerapkan sistem Islam secara kafah.

Maka dari itu, kita membutuhkan sistem yang dapat menaungi kita dari segala keburukan dan kerusakan. Sistem yang bertanggung jawab dengan penuh dalam memenuhi kebutuhan rakyat banyak. Hal ini hanya bisa terwujud dengan menghadirkan sistem Islam secara menyeluruh yang aturannya sudah pasti berasal dari sumber Sang Pencipta Alam. Sistem yang melahirkan peradaban dan generasi yang gemilang. Mencerminkan negeri yang terpancar oleh ketakwaan dan keimanan yang tidak diragukan. Pengolahan sumber daya alam yang terjamin oleh penguasa yang jelas hadir menyelematkan. Hidup berkah dan mulia dengan syariat Islam. Wallahu a’lam bishswab []


Photo Source by Google

Disclaimer: JURNALVIBES.COM adalah wadah bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan bernapaskan Islam yang kredibel, inspiratif, dan edukatif. JURNALVIBES.COM melakukan sistem seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan JURNALVIBES.COM. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email redaksi@jurnalvibes.com

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button